
"Kak Loren, Ayo berangkat bersama ke kantor, besok aku akan menunggu Kak Loren di tempat biasa," ucap Mia saat mereka keluar dari apartemen Loren.
"Uh,, aku rasa besok kita tidak bisa berangkat bersama," kata Loren sembari menggaruk kepalanya.
"Kenapa?" Tanya Mia merasa bingung.
"Karena mulai besok aku akan berangkat bersama kekasihku," ucap Loren mengejutkan semua orang.
"Apa?! Tuanku yang Kak Loren rahasiakan itu pada kami?" Tanya Siren.
"Ya," jawab Loren tersenyum.
"Oh, ya," semua orang mengangguk-angguk.
"Kapan-kapan, bolehkah kami bertemu dengannya?" Tanya Mia tiba-tiba.
"Eh? Itu,, aku harus menanyakannya dulu padanya." Ucap Loren tersenyum, 'Kalian mungkin akan mati berdiri kalau kalian bertemu dengannya,' pikirnya.
"Ah,, baiklah,, kalau begitu Kami pergi dulu," ucap Siren tidak mau mendesak Loren lalu ke-5 perempuan itu meninggalkan Loren.
Loren akhirnya bisa bernafas dengan lega karena perempuan-perempuan itu akhirnya pergi, dia segera menutup pintu apartemennya dan terkejut Ketika seseorang langsung menariknya ke pelukannya.
"Ah,, Tuan,, saya terkejut!" Kata Loren.
"Kita belum makan malam, mau keluar mencari udara segar?" Tanya Christian.
"Hm,, ya, sudah lama kita tidak makan di luar," kata Loren.
"Ganti dulu bajumu," ucap Christian membiarkan Loren naik ke lantai 2 untuk berganti baju lalu setelah itu keduanya keluar dari apartemen.
"Hei,, halo,," mereka akan memasuki lift ketika tetangga mereka juga hendak menggunakan lift.
__ADS_1
"Ah,, Tuan Anda,," kata Loren berdiri dengan gugup sembari melihat kearah Christian.
Bagaimana kalau pria itu mengenali Christian dan akhirnya,,, dia akan dituduh sebagai simpanan seorang pria kaya raya!!!
"Kalian juga mau turun?" Ucap Anda berjalan kearah Loren dan Christian.
"Ya, kami mau makan malam,," jawab Loren dengan suara serak sebab tenggorokannya terasa sakit saat berbicara.
"Oya, ini,, Anda pasti kekasih Nona Loren, perkenalkan nama saya Anda, penghuni apartemen sebelah," ucap Anda bersikap ramah pada Christian membuat Loren kebingungan.
Mengapa Anda sama sekali tidak terkejut?
"Hm, saya kekasih Loren, Christian," jawab Christian dengan wajah datar dan suara datar lalu merangkul Loren ke dalam lift yang telah terbuka.
Anda juga masuk ke dalam lift dan berdiri agak jauh dari dua orang yang terlihat sangat mesra itu.
'Pria ini tak tampak seperti orang yang biasa-biasa saja, sepertinya kekasih Nona Loren ini memiliki status yang luar biasa.' pikir Anda yang tak mengenali Christian.
Kecemasan Loren baru berhenti ketika pintu lift terbuka lalu Anda berpamitan pada mereka dan berjalan pergi dengan terburu-buru.
"Hah,,," Loren langsung menghela nafas dengan lega lalu berbalik menatap Christian.
"Tuan,, Apakah pria itu tidak mengenal Tuan?" Tanya Loren.
"Dia tidak cukup layak untuk mengenaliku," jawab Christian membuat Loren tercengang dengan kesombongan pria itu.
"Ayo," kata Christian mempererat rangkulannya menarik Loren keluar dari lift ketika melihat ekspresi Loren yang benar-benar menggemaskan.
Loren tersadar dari rasa tercengangnya lalu berjalan sejajar dengan Christian.
Selama beberapa waktu terakhir ketika mereka berjalan bersama, Christian tak pernah lagi melangkah begitu cepat, pria itu selalu mengimbangi langkah Loren, jadi Loren berjalan dengan santai.
__ADS_1
Menaiki mobil milik Christian, mereka kemudian mengemudi ke salah satu restoran terdekat dari tempat itu.
"Tuan,, tempat ini sangat ramai," ucap Loren ketika melihat ke dalam restoran dan ada banyak orang yang sedang makan malam di sana.
Bagaimana kalau beberapa di antara mereka mengenali Christian?
"Tenang saja, mereka tidak akan mengenaliku ketika aku tidak memperkenalkan diri pada mereka." Ucap Christian dengan santai merangkul pinggang Loren memasuki restoran.
Dia tidak berniat memperkenalkan diri pada siapa pun, cukup Loren yang tahu dirinya. Itu sudah sangat luar biasa!!!
Mereka duduk di salah satu meja kosong, baru beberapa detik duduk, Loren terkejut melihat Andreas dan Marisa duduk bersama.
"Ada apa?" Tanya Christian.
"Di sana ada Kak Marisa dan Tuan Andreas," ucap Loren menunjuk pada meja yang berada di sudut restoran.
"Biarkan saja," ucap Christian dengan acuh tak acuh.
Loren "..."
'Hah,, Christian benar-benar tidak memperdulikan sahabatnya, tapi syukurlah karena sekarang kakak Marisa sudah bisa meninggalkan Mansion. Sepertinya pemulihannya berjalan lebih cepat dari yang diperkirakan oleh dokter. Tapi,, sepertinya mereka berdua sedang makan malam romantis,' pikir Loren memperhatikan Marisa dan Andreas.
"Tuan," tiba-tiba kata Loren pada Christian.
"Ada apa?" Tanya Christian.
"Apakah Kak Marissa dan Tuan Andreas menjalin hubungan? Mereka terlihat sepasang seperti sepasang kekasih yang saling mencintai." Ucap Loren.
"Tidak penting, ayo pesan makanan," jawab Christian membuat Loren terdiam.
Jelas-jelas mereka bertiga adalah sahabat, tapi mengapa Christian bersikap sangat acuh tak acuh pada Marissa dan Andreas?
__ADS_1