Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#54. Terima kasih


__ADS_3

"Kenapa kau menanyakan hal-hal yang tidak pantas? Periksa saja bagaimana keadaannya! Lihat tadi wajahnya sangat pucat dan berkeringat mungkinkah dia sakit?"


Loren tertegun 'Dia memperhatikanku? Tapi kenapa?'


"Dia baik-baik saja, tapi suasana hatinya sekarang sedang tidak baik jadi biarkan dia istirahat." Kata Bian 'Dia akan baik-baik saja kalau dia menjauh darimu!'


Dokter Bian segera mengembalikan seluruh peralatan medis nya ke dalam tasnya dan bersiap untuk meninggalkan dua orang itu.


"Tu,, tunggu!" Tiba-tiba kata Loren saat melihat Dokter Bian hendak meninggalkan mereka.


"Ada lagi?" Tanya Dokter Bian.


"Itu,, kaki Tuan Christian juga sakit. Tadi juga sangat pucat dan keringat dingin. Bisakah,, dokter memeriksanya?" Ucap Loren mengejutkan 2 orang.


Dokter Bian segera memandang kaki Cristian berikut Cristian yang juga memperhatikan kakinya.


"Aku tidak sakit." Jawab Christian dengan jantung berpacu cepat karena adanya perasaan aneh saat Loren ternyata memperhatikannya.


"Itu,, di belakang kaki Tuan Christian ada luka." Ucap Loren dengan suara pelan sembari menunduk melihat jari-jari kakinya sendiri karena dia takut kalau Christian memarahinya hanya karena dia telah lancang memperhatikan pria itu.


Dengan segera Christian mengangkat kakinya dan melihat bahwa di bagian belakang kakinya memang terdapat darah yang mengering.

__ADS_1


Bian juga melihat darah itu, pria itu tersenyum lalu mengambil kotak kecil dari dalam tasnya dan menyerahkannya pada Loren.


'Karena Christian berusaha mendekati perempuan ini, aku akan membantunya, dengan begini mungkin gaji dan bonus ku bisa naik lagi.' pikir Bian dalam hati.


"Itu hanya luka kecil, tapi kalau dibiarkan mungkin bisa meradang kau bisa merawatnya sendiri karena aku buru-buru, masih ada pekerjaan lain." kata dokter Bian lalu pria itu segera meninggalkan ruangan.


Loren yang kini memegang kotak kecil di tangannya kini semakin geregetan.


'Apa yang harus kulakukan? Aku harus mengobatinya, tapi bagaimana kalau aku salah melakukannya dan pria itu malah menjadi marah?' seketika Loren bisa merasakan kalau keringatnya semakin banyak memenuhi telapak tangannya, kening dan juga punggungnya.


Sementara Christian yang melihat kepergian Bian langsung tersenyum 'Pria itu pandai juga, padahal dia tidak memiliki satu pun pengalaman dengan perempuan. Ck,, ck,,'


"Ahh,, lukanya sakit." Tiba-tiba kata Christian sembari mengangkat kakinya menggunakan kedua tangannya.


Jeritannya sangat efektif karena Loren langsung mengangkat wajahnya dan melihat Christian.


"Saya,, saya,, bolehkah saya mengobatinya?" Tanya Loren dengan tangan gemetaran memegang kotak obatnya karena dia sangat takut sekaligus khawatir pada Christian.


"Oh, Ya,, kau harus,," kata Christian sembari tersenyum dalam hati.


Loren langsung berdiri lalu mendekati pria itu dan duduk di bawah lantai bersamaan dengan kaki Cristian yang diletakkan di pahanya.

__ADS_1


Dengan telatan Loren membersihkan luka Christian lalu menempelkan plester obat pada luka Christian.


"Sudah," kata Loren sambil tersenyum melihat plester yang menempel di kaki Christian.


"Terima kasih." Ucap Christian menarik kakinya hingga membuat Loren menatap pria itu dengan wajah membeku.


'Terima kasih? Dia benar-benar berterima kasih padaku?' pikirnya seolah tak percaya dengan kata-kata yang baru saja keluar dari mulut Christian.


Sementara Christian yang melihat ekspresi Loren, pria itu hanya bisa menahan diri sebab Dia merasa gagal pada dirinya sendiri karena melihat Loren masih begitu takut dan dan berhati-hati dihadapannya.


"Dokter bilang kau harus beristirahat. Kemari biar kuantar kau ke kamarmu." Kata Christian selagi berdiri lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Loren berdiri.


Loren melihat tangan Christian yang tampak sangat besar daripada tangannya.


"Sa,, saya bisa sendiri." Kata Loren segera berdiri dengan kekuatannya sendiri lalu perempuan itu berlari ke arah pintu meninggalkan Christian.


@Interaksi



Itu keris kali ya.... biasanya punya cerita mistis semistis dirimu...🤭

__ADS_1


__ADS_2