
Setelah keluar dari kamar mandi, kedua orang itu berpakaian bersama sebelum berakhir di tempat tidur dengan posisi saling berpelukan.
Loren yang berada dalam pelukan Christian menunggu pria itu memulai pembicaraan tentang kejadian yang sebenarnya hingga membuat pria itu begitu trauma.
Tetapi, setelah beberapa menit berbaring bersama, Christian tak kunjung membuka mulutnya, jadi Loren kemudian mendongakkan kepalanya menatap suaminya.
"Sayangku, bukankah kau hendak menceritakan sesuatu?" Tanya Loren sembari tangannya dikeluarkan menangkup pipi suaminya.
Mendengar dan merasakan perubahan Loren, Christian kemudian membuka matanya menatap istrinya yang sedang menatapnya.
"Hm.. aku sedang berpikir, mulai dari mana aku akan menceritakannya," ucap Christian dengan helaan nafas yang panjang mengiringi ucapannya.
__ADS_1
"Apapun yang ada dalam hatimu saat ini, itu saja yang kau ceritakan," ucap Loren dengan suara yang begitu sabar menghadapi suaminya.
Suara damai dari Loren langsung membuat Christian merasa begitu lega, lalu pria itu menempel kan keningnya pada kening istrinya, "ya,, yang ada di pikiranku sekarang adalah perasaan menyesal .
"Seandainya saat itu aku tidak menggunakan cara berbahaya untuk menolak perjodohanku,, kedua orang tuaku pasti masih berada di sisiku." Ucap Christian dibarengi hembusan nafas penuh penyesalan.
Loren langsung mengeryit mendengar kata perjodohan, jadi perempuan itu kemudian bertanya, katanya: "kau dijodohkan?"
Christian langsung mengangguk, "hm,, dijodohkan dengan Kinkan, lalu aku meminta tolong pada Abimanyu untuk membantuku. Karena saat itu aku sudah melakukan berbagai cara untuk membatalkan perjodohan itu, tapi saat itu aku belum berkuasa di kantor karena ayahku masih memegang kendali.
Loren sangat terkejut dengan alasan Christian tanpa sengaja membunuh kedua orang tuanya.
__ADS_1
Tetapi perempuan itu juga mengerti bagaimana penyesalan suaminya, jadi dia dengan hangat mencium pria itu.
Cup cup cup...
"Bicaralah kalau aku sudah tenang,," ucap Loren sembari mengusap pipi suaminya dengan mata perempuan itu mengawasi mata suaminya yang terpejam.
Setelah beberapa saat, Christian kemudian berkata, "apakah tidak merasa menyesal menikah denganku? Bagaimana kalau suatu saat aku juga tak sengaja melukai mu?" Tanya Christian sembari membuka matanya menatap istrinya yang juga menatapnya.
"Jangan katakan itu, aku percaya suamiku tidak akan pernah melakukan hal seperti itu padaku. Tapi,, aku ingin bertanya, apa yang terjadi setelah ibu dan ayah mu dikatakan meninggal? Apakah para polisi menyelidiki mu?" Tanya Loren yang merasa aneh bahwa Christian yang telah membunuh 2 orang tuanya malah tidak di penjara.
Karena meskipun itu perbuatan yang tidak disengaja, tetapi tetap saja menghilangkan dua nyawa sekaligus, perbuatan seperti itu akan diselidiki oleh kepolisian.
__ADS_1
"Yah,,, saat itu sekertaris keluargaku masih hidup. Dan dia tahu bahwa aku tidak sengaja melakukannya, jadi dia memalsukan kematian ayah dan ibuku, lalu dengan cepat menyiapkan pemakaman. Juga mengeluarkan banyak uang untuk menyewa para petinggi kepolisian agar tidak memperpanjang kasus itu." Ucap Christian.
Loren mengangguk mengerti, jadi kematian orang tua Christian tidak diselidiki karena sang sekertaris takut bahwa pewaris tunggal keluarga Bhaltazar akan berakhir di penjara jika kasus itu tersebar keluar. h