
"Karena keluarga Sinaga Sudah berani mempermalukan dan memfitnah Vera, maka Keluarga Sinaga pantas dimusnahkan!!!" Ucap Bara.
"Tapi paman,," Loren kembali menatap darah saat ia mengingat keluarga Paman ketiganya.
"Ada apa?" Tanya Bara menghentikan gerakan tangannya yang hendak mengambil ponselnya untuk menelpon seseorang.
"Itu,, keluarga Paman ketiga sama sekali tidak bersalah. Keluarga Paman ketiga lah yang selalu membelaku saat mereka me--"
"Loren!! Apa yang aku katakan?!!" Kakek Perry menyelah, "Bagaimana bisa kau hanya makan menyelamatkan Paman ketiga mu?" Tanya kakak Perry yang sama sekali tidak mengerti dengan cucunya.
"Kakek, inilah kenyataannya, semua orang di sini, kecuali keluarga Paman ketiga, adalah orang-orang yang gila harta!!! Kalian semua hanya menyukai orang yang bisa memberikan keuntungan untuk keluarga Sinaga!! Tidak ada yang pernah mengasihi dengan tulus di keluarga ini!! Semuanya hanya mengukur ketulusan dari materi!!" Ucap Loren yang sudah tidak bisa lagi menahan kekesalannya.
"Tenanglah," Christian menenangkan Loren saat melihat perempuan itu hendak menangis memarahi kakeknya.
__ADS_1
"Maaf," ucap Loren memeluk Christian, dia benar-benar tidak bisa menjaga emosinya sebab dia sudah sangat kesal dengan orang-orang di tempat itu.
Kakek Perry melihat cucunya yang sudah tidak mau membelanya, jadi pria itu langsung berkata, "Maafkan Kakek,, selama ini kakek sudah salah. Tapi mulai sekarang, kakek berjanji akan memperlakukan semua orang dengan adil. Kakek berjanji atas nama dewa yang berkuasa di langit dan di bumi."
Bara melihat semua orang, tidak ada satupun orang yang berani berbicara, tapi Tentu saja dia tidak akan melepaskan keluarga Sinaga begitu saja.
"Aku sudah memutuskan, aku tidak akan menghancurkan keluarga Sinaga tapi kau!!" Bara menunjuk Yohana, "Kau dan keluargamu harus bertanggung jawab!" Kata Bara dengan tegas.
"Apa?! Bagaimana bisa aku juga dihukum padahal ibuku lah yang bersalah, bukan aku!!" Vionita membantah, Bagaimana bisa satu keluarga mereka harus bertanggung jawab?
Rama pun tak kalah terkejut, hanya istri bodohnya lah yang melakukan kesalahan tapi mengapa dia dan kedua anaknya harus dibawa-bawa?
Pria itu tak terima dia langsung berkata, "Tunggu, apa yang Tuan Andirson bicarakan? Hanya istri saya sajalah yang melakukan kesalahan maka hari ini juga saya akan menceraikannya!! Tapi aku dan kedua anakku tolong jangan melibatkan kami atas kesalahan yang ia lakukan sendiri!!"
__ADS_1
Daniel pun kini tak tinggal diam, "Aku adalah Direktur di perusahaan Sinaga, tidak mungkin aku pergi dari keluarga Sinaga atau keluarga Sinaga akan hancur tanpaku!!" Ucap Daniel yang merasa bahwa dia harus mempertahankan kedudukannya di keluarga Sinaga agar nanti dia masih bisa menolong ibunya.
Yohana yang mendengar itu langsung gemetar di tempatnya, dia ingin melakukan protes, tetapi lidahnya sangat keluh membayangkan nasibnya.
Semua keluarganya, kini membuangnya!!!
Bara yang melihat hal itu kini tersenyum, "Haha,, kau benar-benar suami yang tak berguna, penghianat!! Dan anak-anak yang tidak berbakti!!! Bagus kalau kalian di usir dari keluarga Sinaga, bukan begitu Tuan Sinaga?" Ucap Bara sembari melirik ke arah kakek Perry.
Kakek Peri mengepal erat tangannya. Bagaimana mungkin dia mengusir keluarga anak keduanya dari rumah?
Tapi dia tidak punya pilihan lain, daripada keluarga Sinaga dihancurkan maka lebih baik berpura-pura mengatakan setuju Lalu nanti setelah waktu berjalan lebih lama dia bisa pelan-pelan mengembalikan anak keduanya ke rumahnya.
"Ya,, ranting yang busuk dan tidak menghasilkan harus dipotong dan dibakar." Ucap Kakek Perry.
__ADS_1
"Kakek!!"
"Ayah!!!"