
Setelah semua tamu undangan tampak tidak ingin lagi berada di pesta pernikahan Christian dan Loren, Loren memutuskan mengakhiri pesta pernikahan hari itu dan membawa suaminya ke kamar mereka.
Dalam perjalanan menuju kamar Christian bisa merasakan tangan Loren memegang tangannya dengan sangat erat.
Hal itu membuatnya merasa lebih baik, tapi dia tetap merasa takut akan kehilangan perempuan itu.
Jadi, begitu mereka tiba di kamar, Christian langsung menarik Loren ke pelukannya.
"Sayangku, apa kau akan meninggalkanku?" Tanya Christian dengan suara yang bergetar ketakutan.
Loren tidak langsung menjawab pertanyaan suaminya, tetapi perempuan itu mengulurkan tangannya membalas pelukan suaminya.
"Jangan cemas, aku percaya suamiku tidak akan pernah melakukan hal seperti itu." Ucap Loren kembali membuat Christian ketakutan hingga dia lebih mempererat pelukannya pada loren.
'Tapi itu semua benar, aku memberikan obat tidur yang terlalu banyak pada orang tuaku hingga membuat mereka mengalami overdosis dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Semua ini karena aku!!!' Ucap Christian dalam hati kini memenjamkan matanya dengan ketakutan melingkupi seluruh tubuhnya.
__ADS_1
Diamnya Christian membuat Loren merasa sangat aneh lalu perempuan itu berusaha mendongak kan kepalanya menatap suaminya.
"Ada apa? Mengapa kau diam saja? Apakah berita itu benar?" Tanya Loren.
Christian akhirnya membuka matanya, ia menatap istrinya lalu dengan mata penuh rasa takut pria itu berkata, "hm,,, kalau itu benar, apakah kau akan meninggalkanku?"
"Jadi benar?" Tanya Loren kini merasa sesak.
Tentu saja dia tak menyangka bahwa suaminya yang terkenal kejam itu memang benar-benar kejam hingga mampu membunuh kedua orang tuanya sendiri.
"Kau akan meninggalkanku setelah mengetahui kebenaran nya??" Tanya Christian kini merasa panik.
"Jadi benar,,,," Loren menunduk kan kepalanya lalu perempuan itu mengepal kan tangannya di belakang suaminya.
"Kau,, jangan pergi!! Aku tidak pernah mau membiarkan mu menjauh dari sisiku!!!" Ucap christian memeluk Loren dengan posesif.
__ADS_1
Loren memejamkan matanya, dia kembali ingat ketika dirinya yang tersesat dan terpuruk di tolong oleh Christian, bahkan pria itu memberinya tempat berlindung dari keluarganya yang hendak melukainya.
"Apa yang kau pikirkan?!! Mana mungkin aku meninggalkan suamiku?!!" Tiba-tiba suara Loren mengagetkan christian.
"Jadi kau,, tidak akan meninggalkanku setelah tahu bahwa aku sudah membunuh kedua orang tuaku?" Tanya christian kini mengulurkan tangannya lalu memegang dagu Loren untuk memaksa Loren menatapnya.
Loren menggelengkan kepalanya, "tidak,," jawab loren yang merasa bahwa jika di masa lalu pria itu benar-benar kejam, tapi di masa kini, dia sudah melihat bagaimana Christian begitu berusaha berubah demi dirinya.
Masa lalu tak bisa diperbaiki, tapi masa depan adalah hal yang belum pasti.
Tidak ada seseorang yang terus hidup dalam masa lalunya, karena waktu akan terus membawanya menuju ke masa depan, dimana perubahan selalu tercipta.
"Terima kasih sayang,," Christian akhirnya memeluk Loren dengan sangat erat, sebab dia merasa sangat haru dengan istrinya yang ternyata masih tetap menerimanya setelah mengetahui bagaimana dirinya sudah begitu durhaka pada orang tuanya.
"Tapi kau harus menceritakannya dengan jujur, bagaimana kejadiannya hingga orang tuamu bisa meninggal." Ucap loren langsung membuat Christian menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Aku akan menceritakannya!!!" Ucap Christian dengan sungguh-sungguh membuat Loren tersenyum.
'Benar, jika di masa lalu suamiku begitu kejam, maka di masa ini,, tidak lagi seperti itu. Suamiku telah banyak berubah!!' Ucap Loren dalam hati.