Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#50. Loren menangis


__ADS_3

"Tu,, tuan.. aku,, saya tidak bermaksud membongkar, apalagi mencuri! Saya hanya haus." Kata Loren dengan tergagap sembari memang memegang erat pinggir pintu kulkas di belakangnya.


'Dia haus dan aku tidak bisa menyediakan air minum untuk nya?' Christian merasa bersalah dalam hatinya sehingga dia juga tidak tahu harus melakukan apa.


Biasanya setiap kali ia pergi, dapur memang tidak diisi oleh bahan makanan apapun karena dia terlalu sibuk hingga tidak punya waktu untuk berada di dapur.


Semua makanan dan minuman yang ia butuhkan biasanya langsung diantar ke tempat kerjanya sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh Ransi.


Loren yang melihat Christian terus terdiam di sana tanpa mengatakan apapun akhirnya menjadi takut kalau pria itu akan kembali memarahinya dengan kata-kata kasar.


"Saya akan kembali ke kamar." Kata Loren sembari menunduk melangkahkan kakinya ke arah pintu.


Harus keluar dulu dari ruangan Christian baru bisa memikirkan cara bertahan hidup selanjutnya.


"Tunggu di sini, aku akan mengambilkan air minum untuk mu." Tiba-tiba kata Christian menghentikan kaki Loren yang hendak melangkah lalu perempuan itu mengangkat wajahnya dan melihat Christian telah keluar dari tempat itu.

__ADS_1


'Dia bilang apa? Dia mau mengambilkan minuman untukku?' Loren mengerjapkan matanya lalu mencubit lengannya.


"Ahh! Ini bukan mimpi!" Kata Loren segera menarik kursi dan duduk di sana sembari menyeka keringatnya yang sudah keluar sejak ia dipergoki membongkar kulkas.


"Tidak, ini tidak mungkin kenyataan pria itu pasti tidak akan kembali." Kata Loren menenangkan jantungnya yang berpacu dengan cepat, tetapi baru saja ia selesai berbicara ketika handle pintu telah berputar lalu seorang pria memasuki ruangan sembari membawa segelas air.


Loren melihat ke arah gelas di tangan Christian dengan tatapan terpaku.


'Itu benar-benar air? Pria itu benar-benar pergi mendapatkan air untukku?' jantung Loren semakin berpacu apalagi ketika melihat Christian berjalan ke arahnya lalu pria itu duduk di kursi kosong di sampingnya.


"Ng,," Loren akhirnya tersadar lalu perempuan itu mengulurkan 2 tangannya untuk memegang gelas.


"Ak,, saya bisa sendiri." Kata Loren memegang gelas itu tetapi karena tangannya terlalu basah dan licin, baru saja Cristian melepaskan gelasnya dan gelas itu sudah jatuh hingga isinya tumpah di pakaian Loren.


Gelas yang menggelinding ke lantai pun pecah berkeping-keping membuat Christian sangat terkejut lalu dia segera berdiri dan mengangkat Loren. Takut bila kaki Loren yang menginjak lantai tergores oleh pecahan beling.

__ADS_1


"Ah!" Jerit Loren karena terkejut. Tangannya dengan refleks melingkar di leher Christian hingga dia di dudukkan di meja barulah dia melepaskan tangannya.


"Kau terluka?" Kata Christian dengan panik melihat kaki Loren.


Pria itu memeriksa kaki Loren dengan teliti lalu dia melihat ke lantai dan tidak menemukan sendal.


"Kau berjalan sambil bertelanjang kaki?" Tanya Christian mendongak melihat Loren.


"Saya,, saya lupa menggunakan nya. Tapi,, gelas itu mahal,, saya,, saya memecahkannya." Jawab Loren dengan wajah pucat pasi.


Bagaimana kalau pria itu menjadi marah dan menyuruhnya mengganti gelas kristal itu? Dia tidak punya uang sepeser pun!


Hal itu membuat Loren sangat takut hingga air matanya tak bisa lagi ia bendung. Dia salah bicara saja dengan pria itu, pria itu memakinya dengan sangat menyakitkan, apalagi kini dia memecahkan sebuah gelas yang mahal, mungkinkah pria itu akan membunuhnya nya?


Christian menatap Loren dengan bengong, ia terkejut ketika melihat Loren telah menangis ketakutan.

__ADS_1


'Sebenarnya bagaimana aku membuat Dia menderita selama ini? Bahkan hanya memecahkan sebuah gelas saja dia sudah seperti itu?'


__ADS_2