Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#118. Biarkan saja


__ADS_3

"Hanya Cathaline saja." Jawab Loren.


"Apa?!!! Chataline?!!!" Semua orang langsung berseru dengan keterkejutan mereka.


"CEO kita memiliki hubungan dekat dengan Chataline, jadi--"


"Benarkah??!!!! Kalau begitu Apakah dia akan memilih salah satu dari desain kita?!" Mentari bertanya dengan sangat antusias.


Kalau desainnyalah yang terpilih maka namanya akan......!!! Sungguh membuat gila!


"Belum pasti dia akan menggunakan brand kita, apalagi perusahaan kita adalah perusahaan yang berkembang tapi aku rasa dia akan menghargai kita Dan semoga saja dia mau menggunakan salah satu pakaian yang kita desain. Tuan CEO sedang mengusahakannya." Ucap Loren langsung membuat semua orang berteriak dalam kegilaannya.


Sudah jelas dari apa yang dikatakan loren,,, pastilah Chataline akan menggunakan brand mereka atas nama Andreas...


"Aku sudah menduga ini! CEO kita memiliki pengalaman yang sangat baik dan memiliki kenalan yang sangat banyak, aku yakin perusahaan kita akan berkembang dengan cepat!!!" Mentari bersorak kegirangan dengan wajah yang dipenuhi kekaguman pada Andreas.


"Sebelum kau terkagum-kagum, tidakkah kau langsung pergi mengecek pakaiannya?" Gio memperingatkan Mentari saat melihat perempuan itu sudah lupa akan tugas yang diberikan oleh Loren.


"Oya,,, aku pergi sekarang!!!" Mentari langsung bersorak sembari berlari meninggalkan ruangan tim desain.

__ADS_1


"Astaga... Aku tidak percaya ini,,, kalau sampai disainku yang terpilih maka itu adalah desain pertamaku yang digunakan oleh seorang selebriti yang sangat terkenal!!!" Rika berbicara sampai air matanya hampir keluar karena merasa terharu yang luar biasa.


"Ya dewa yang agung..... Dewa penguasa langit dan bumi,, kali ini turunkanlah berkatmu padaku...!!" Rika menyatukan tangannya sembari berdoa dengan suara lantang.


"Aku juga harus berdoa. Kalau perlu aku bisa puasa satu hari penuh..!!!" Siren menenangkan nafasnya yang terlalu berat.


Mia yang mendengarkan percakapan mereka hanya bisa duduk sembari menggertakan giginya dan memegang pena di tangannya.


'Tidak,, aku tidak boleh terpengaruh, jelas-jelas nama Kak Vionita jauh lebih baik daripada perusahaan yang baru berkembang ini! Belum jelas masa depannya!!' pikirnya dalam hati berusaha berpegang teguh pada keputusannya untuk meninggalkan LC.


Semua orang kembali tenang pada pekerjaan mereka masing-masing sampai Mentari kembali dari ruangan tim produksi.


"Katanya belum selesai." Jawab Mentari sembari menghela nafas dan duduk di kursinya.


"Satupun desain belum ada yang selesai dibuat?" Tanya Loren.


"Ya,, katanya Mereka sementara mencari bahan yang tepat. Soalnya bahan yang kita gunakan terbilang sulit untuk ditemukan karena CEO meminta mereka menggunakan bahan terbaik untuk peluncuran pertama koleksi brand kita." Ucap Mentari.


"Ya sudah, tidak masalah. Aku akan kembali membicarakannya dengan CEO." Ucap Loren kembali menunduk fokus pada pekerjaannya.

__ADS_1


"Beginilah kalau perusahaan baru, hanya mencari bahan saja untuk desain yang tidak terlalu bagus malah repot begini. Pastilah berbeda dengan milik Kak Vionita, penanganannya pasti sangat cepat dan sangat akurat." Tiba-tiba suara Mia membuat semua orang yang fokus pada pekerjaannya langsung mengangkat wajahnya dan melihat perempuan yang sedang tersenyum tanpa rasa bersalah.


"Ada apa? Kenapa semua orang melihatku?" Mia bertanya sembari mengangkat bahunya.


"Uh,, tidak... Kami hanya memperhatikanmu karena mungkin hari ini adalah hari terakhir mu berada di tim ini." Ucap Mentari sambil membuang muka.


"Huh,, kalau iri bilang saja...!" Ucap Mia mengambil tasnya dan berdiri "Waktu makan siang tinggal 5 menit lagi, aku akan mengambil star lebih awal sebab aku harus berdiskusi dengan Kak Vionita. Maaf ya....." Kata perempuan itu segera berdiri dan meninggalkan ruangan tim desain.


Semua orang berdecak kesal tetapi Mentari langsung melihat ke arah Loren "Nona Loren, tidakka kau menegurnya? Sangat tidak sopan Dia berbicara seperti itu dan mengambil sikap secara sembarangan." Ucapnya.


"Biarkan saja. Aku tidak mau menahan orang yang tidak mau bekerja sama." Kata Loren dengan suara acuh tak acuh.


Dia sudah mendiskusikannya dengan Christian dan pria itu menyarankan padanya agar tidak menghalangi siapapun yang mau keluar dari perusahaan.


@Interaksi



Tahu ni,, dunia nyata ajah udah kacau balau,, kalau dunia halu sampai kacau juga,, kemana lagi para tukang nyinyir mencari tempat aman untuk berlindung???

__ADS_1



__ADS_2