Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#111. Membuat orang merasa kecewa


__ADS_3

Mia dan Loren telah meninggalkan ruang desain karena kedua perempuan itu akan mengikuti rapat perusahaan untuk membahas launching pertama koleksi busana perusahaan mereka.


Semua tim yang tertinggal di ruang desain melihat punggung 2 perempuan yang berjalan menjauhi mereka.


"Kenapa aku merasa akan terjadi sesuatu yang buruk? Loren selalu berbaik hati, dia tidak pernah mau melukai hati siapapun," ucap Mentari yang kuatir kalau Mia akan merepotkan Mentari di ruang rapat.


"Ahh, apasih yang kau bicarakan?! Jelas saat ini Mia sedang memperjuangkan haknya, bagaimana bisa karyanya ditolak sementara disainnya terlihat bagus kok," kata Rika sembari menatap sinis pada Mentari yang selalu mendukung Loren.


"Bukan begitu, Kalian pasti bisa melihat sendiri desainnya memang tidak sesuai dengan tema yang diminta." Ucap Mentari kini menundukkan kepalanya dan mengambil pensil untuk mencoret coret di atas kertas polos miliknya.


"Ahh, terserahlah. Aku hanya berharap beberapa desain ku akan masuk dalam 10 daftar desain itu." Ucap Siren.


"Aku juga, sudah lama sekali namaku tidak dipajang di majalah." Ucap Megi menghela nafas.


Sementara anggota tim desain menunggu dengan jantung berdebar-debar tentang desain siapa yang akan dipilih maka di ruang rapat Mia dan Loren sudah duduk di kursi yang telah disediakan.


Andreas memimpin sendiri rapat itu karena ini adalah peluncuran pertama koleksi brand mereka jadi dia harus mengawasinya dengan serius.


"Beberapa hari yang lalu kita sudah menentukan tema nya, dan sekarang kami memberi kesempatan buat tim design mempresentasikan desainnya." Ucap Andreas.


Loren segera berdiri dan membagikan semua desain yang telah Ia kumpulkan dari timnya.


Setelah itu dia menjelaskan beberapa desain yang menurutnya terlihat bagus, sesekali dia melihat ke arah Mia yang terus fokus pada dokumen di tangannya.


"Terakhir,," Loren menahan ucapannya saat ia membuka lembaran terakhir di mana desain milik Mia diletakkan di sana.


Sebenarnya dia juga bingung harus menjelaskan bagaimana karena konsep yang sudah disepakati oleh seluruh tim sangat bertolak dengan konsep yang dibuat oleh Mia.


"Ini adalah terobosan. Kita bisa menyelipkannya di antara desain lain sebagai penyegar. Menggunakan bahan sintetik yang berwarna bla bla bla...." Loren menjelaskan dengan hati-hati sebelum menutup persentasenya dan kembali duduk di kursinya.


"Ada 30 desain, dan yang akan kita pilih hanya 10 desain. Silahkan masukkan pendapat kalain," ucap Andreas memandu jalannya rapat.


"Menurut saya, ini yang terbaik."


"Saya juga,"


Semua orang sudah memisahkan desain pilihan mereka dan akhirnya setelah mencocokkan semuanya terpilihlah 10 desain dengan pilihan terbanyak yang kemudian diserahkan pada Elman.

__ADS_1


Elman berjalan ke arah proyektor dan memperlihatkan 10 desain itu di layar.


Begitu Mia melihatnya, wajahnya langsung menggelap melihat tidak ada satupun desainnya yang terpilih!


"Baiklah, 10 desain ini, apakah ada yang keberatan?" Andreas bertanya sembari melihat-lihat desain yang ada di tangannya.


"Tidak ada, 10 desain itu sudah yang terbaik dari semuanya." Semua orang sepakat dengan jawaban itu kecuali Mia yang kini gemetaran di tempatnya.


Belum selesai Mia menenangkan dirinya yang merasa sangat malu pada loren, tiba-tiba Andreas membuka mulutnya.


"Ketua tim desain," kata pria itu membuat Loren langsung menoleh kearah Andreas.


"Ya Tuan," jawab Loren.


"Apa kau tahu kesalahanmu hari ini?!" Tanya Andreas mengejutkan semua orang.


Kesalahan apa yang telah dilakukan oleh Loren?!


Desainnya dibuat dengan sempurna, mereka semua sangat puas dengan desain yang ditawarkan oleh tim desain Jadi dimana yang salah?


Sekejap semua orang melihat ke arah Loren.


"Lain kali Saya tidak mau melihat lagi desain yang tidak layak seperti ini dibawah ke hadapan saya! Sebagai ketua tim harusnya kau bisa memilih lebih dulu mana yang layak untuk dibawa ke rapat ini dan mana yang tidak layak! Apa kau pikir kami masih punya waktu untuk menilai satu persatu desain yang layak untuk kami lihat dan tidak layak untuk kami lihat?!" Andreas berkata dengan tegas.


Dia sudah mendapat perintah dari Christian bahwa dia harus melatih Loren menjadi seorang pemimpin yang kuat jadi kesalahan kecil seperti ini harus ia gunakan untuk mengajari perempuan itu.


"Baik, lain kali saya tidak akan melakukannya lagi." Jawab Loren sembari mengepal erat tangannya yang sudah penuh dengan keringat.


Dia hanya ingin memperlihatkan pada Mia bahwa tidak ada satupun orang yang memilih desainnya, tetapi ternyata Andreas malah membentaknya seperti ini di depan semua orang.


Ini memalukan, dan menakutkan!!


"Rapat ini sampai disini, ketua tim produksi temui saya 1 jam lagi." Kata Andreas lalu pria itu pergi meninggalkan ruang rapat.


Setelah Andreas keluar dari ruangan, beberapa orang menatap prihatin pada Loren.


"Nona Loren, tadinya kami tidak mengomentari beberapa desain yang terlihat keluar dari tema itu, tapi kami tidak menyangka Tuan Andreas yang akan dengan mengungkitnya. Nona Loren harus lebih sabar."

__ADS_1


"Sebagai ketua tim juga harus lebih baik mengontrol anggota tim. Jangan sampai anggota tim yang mengatur ketua timnya." Beberapa orang memberi nasihat pada Loren membuat Loren mengangguk tersenyum dan mengucapkan terima kasih.


Setelah semua orang keluar, kini hanya tinggal Loren dan Mia dalam ruangan yang masih diam di tempat mereka masing-masing.


"Jangan bersedih, masih ada banyak waktu untuk memperlihatkan bakatmu." Kata Loren mengambil berkas-berkasnya lalu perempuan itu keluar dari ruangan meninggalkan Mia sendirian.


Begitu tiba di ruang desain, Loren langsung duduk di tempatnya dan semua anggota tim desain melihat kearahnya.


Loren tidak suka dilihat semua orang tetapi dia kembali ingat Bagaimana Christian mengingatkannya supaya selalu bersikap percaya diri.


"Ini 10 desain yang dipilih." Kata Loren menyerahkan 10 desain yang telah dipilih.


"Ya ampun,, satu desainku terpilih!!" Mentari bersorak kegirangan lalu diikuti yang lainnya.


Setiap orang menyumbangkan 1 desain sementara 5 desain lain adalah desain milik Loren.


"Kenapa tidak ada milik Mia?" Siren tiba-tiba berkata saat ia melihat semuanya.


"Iya, kenapa hanya desain milik Mia yang tidak ada di sini?" Rika membolak-balik 10 lembar kertas itu dan tidak menemukan satupun milik Mia.


"Nona Loren, dimana Mia?" Tanya Mentari.


"Dia masih tinggal di ruang rapat, Sepertinya dia butuh waktu untuk menenangkan diri." Jawab Loren yang juga merasa tidak enak pada Mia, tetapi dia harus melakukan ini supaya perempuan itu mengerti.


'Aku harap cara ini tidak membuatnya merasa kecewa. Aku juga merasa tertekan, tapi,, ini jauh lebih baik.' pikir Loren.


Idenya hari ini untuk membawa Mia ke ruang rapat adalah ide yang ia dapatkan dari Christian. Dia sudah berkonsultasi banyak pada pria itu Namun ternyata ketika menjalankan nya dia malah merasa bersalah pada Mia.


'Sebaiknya aku ceritakan ini pada Christian. Dia mungkin bisa membantu ku memikirkan bagaimana cara menghibur Mia.' Loren mengambil ponselnya dan mengetik sebuah pesan singkat pada Christian.


Meski dia sudah mengikuti arahan pria itu, tetapi sekarang dia malah merasa bersalah pada Mia.


Dia sangat tidak nyaman dengan perasaan seperti ini, perasaan seperti sudah membuat seseorang mengalami kekecewaan.


@Interaksi


__ADS_1


Iya otor juga heran tiap kali ke perto nemunya gelandangan yang bertubuh gemuk, kayaknya kota otor masih lumayan sejahtera dari kota kalian deh..... gelandangannya ajah bertubuh makmur, apa lagi yang hidup berkecukupan yak....??



__ADS_2