
Setelah menerima telepon dari Hero, Loren langsung berpamitan pada semua orang di meja makan agar dia kembali lebih dulu ke kantor.
Begitu tiba di kantor dan memasuki ruangannya, Loren langsung melihat Marina dan Hera sudah menunggunya.
"Selamat Siang," ucap Loren menyapa dua orang yang sudah duduk di sofa.
Hera langsung berdiri, perempuan itu membungkuk pada Loren lalu berkata, "Selamat siang Nona Loren."
Sementara Marina, perempuan itu tetap duduk sembari menyilangkan kakinya dengan tatapan kesal ditujukan pada Loren.
Tetapi Loren tidak memperdulikannya, dia hanya berjalan ke meja kerjanya lalu mengambil beberapa desain yang telah Ia siapkan untuk Marina.
"Ini adalah beberapa desain yang sudah saya siapkan sesuai keinginan Nona Marina." Ucap Loren memberikan berkas itu ke tangan Hera lalu Hera memperlihatkan desainnya pada Marina.
"Jelek!!" Langsung ucap Marina tanpa mengambil berkas itu.
"Marina, kau belum melihat desainnya, Jadi bagaimana bisa kau langsung berkata jelek? Ayo lihat dulu," ucap Hera membuka berkas di tangannya lalu memperlihatkannya pada Marina.
Marina menjadi kesal, ia mengambil berkas itu lalu melemparkannya ke meja, "Ini sangat jelek!! Sama sekali tidak sesuai dengan permintaanku!! Jadi sekarang juga, aku mau desain ini dibuat ulang!!! Besok pagi aku mau melihatnya!!" Ucap Marina lalu berdiri meninggalkan ruangan Loren.
Hera merasa bersalah pada Loren, jadi dia membungkuk pada loreng sembari berkata, "Tolong maafkan ucapan kasar Marina."
"Tidak masalah." Ucap Loren melemparkan senyum pada Hera lalu membiarkan perempuan itu keluar dari ruangannya.
Loren mengambil berkas di atas meja lalu meletakkannya ditumpukan dokumen-dokumen miliknya.
__ADS_1
"Hah,, dia sangat marah. Sepertinya dia akan mempersulit ku." Ucap Loren memijat keningnya lalu perempuan itu kembali fokus pada pekerjaannya.
...
...
Keesokan harinya, di pagi hari ketika Loren meninggalkan rumah, telepon dari Hera memintanya untuk pergi ke agensi CB.
Jadi Loren langsung pergi ke agensi CB untuk bertemu Marina.
"Nona Loren sudah datang," Hera langsung menyambut Loren dengan ramah lalu mengantar perempuan itu ke ruangan manager Liu.
"Selamat datang," ucap Manager Liu langsung menyambut Loren karena dia sudah mengenal Loren sebagai desainer kenamaan.
Dia juga sudah mengetahui bagaimana perempuan itu mendapat banyak sanjungan dari orang-orang berkat photoshoot yang ia lakukan.
Ketiga orang itu langsung duduk di sofa lalu beberapa saat kemudian muncullah Marina dari pintu.
"Oh, kau sudah datang," Marina langsung masuk dan duduk di samping manajer Liu sembari menatap Loren.
Loren tersenyum ke arah Marina lalu menyerahkan berkas yang kemarin diberikan pada perempuan itu, dia sama sekali tidak mengubahnya karena kemarin perempuan itu belum melihatnya.
"Ini adalah desain yang sudah saya rubah, silahkan di lihat," ucap Loren.
Marina mengambil berkas itu lalu pura-pura membukanya dan langsung melemparkan berkas itu di depan Loren.
__ADS_1
"Heh,, sama sekali tidak sesuai dengan yang ku minta, bahkan sedikitpun tidak sesuai!! Aku ingin diulangi!" Ucap Marina.
Manajer Liu yang mendengarkan Marina langsung menatap perempuan itu, "Marina, jaga sikapmu." Ucap manager Liu yang tidak menyukai sikap Marina.
"Hah,, terserah!! Pokoknya aku tidak menyukai sedikitpun dari desain itu, jadi aku ingin desainnya diganti!!!" Kata Marina.
Marina adalah putri dari teman sala satu pemegang saham di agensi CB, jadi dia sedikit merasa berkuasa di tempat itu, sebab dia mendapatkan dukungan dari teman ibunya.
Namun, tiba-tiba saja pintu ruangan terbuka lalu Chataline berjalan masuk.
"Loren!!" Catalina sangat senang, ia langsung duduk di samping Loren dan memegang tangan perempuan itu.
"Ada apa di sini? Apa kau mencari ku?" Tanya Cahtaline.
"Emh, ya aku datang kemari untukku mengantar desain yang dipesan oleh Nona Marina, sekaligus ingin bertemu denganmu juga." Ucap Loren tersenyum.
"Desain? Lalu bagaimana dengan milikku? Apakah kau sudah menyelesaikannya?" Tanya Chataline.
"Oh ya, tentu!! Aku sudah mengirimnya ke email milikmu, kau bisa memeriksanya nanti." Ucap Loren.
"Ah baiklah,," ucap Chataline merasa senang.
Marina melihat kedekatan Chataline dengan Loren, ia kini mengerutkan keningnya karena tidak percaya bahwa Chataline yang sangat sulit didekati malah dekat dengan Loren.
Rumor yang beredar di agensi mereka bahwa Chataline sangat diperhatikan oleh Tuan Christian membuatnya menjadi sangat sombong.
__ADS_1
Tidak ada yang berani menyinggung perempuan itu, apa lagi Chataline selalu diperlakukan istimewa di kantor tersebut.