
Loren dan Christian akhirnya tiba di kediaman keluarga Sinaga.
Sebelum memasuki acara pesta, Christian memperhatikan Loren dan memperbaiki rambut Loren yang sedikit berantakan.
"Aku merasa gugup," ucap Loren.
"Apa yang membuatmu gugup?" Tanya Christian.
"Kau tahu, masalah foto itu, kemungkinan besar mereka akan mengungkapnya di pesta ini untuk mempermalukanku." Ucap Loren sambil menghela nafas.
Christian hanya tersenyum memeluk perempuan itu, "Tidak ada yang bisa melukai kekasihku!!" Kata Christian.
"Terima kasih," kata Loren lalu mereka berdua memasuki kediaman keluarga Sinaga.
Yang menyambut mereka adalah paman ketiga Loren.
"Selamat datang," ucap Davin mengulurkan tangannya untuk menyelami Loren, tetapi pria itu terkejut ketika Loren malah melompat ke arahnya dan memeluknya.
"Paman!! Aku merindukana paman!!" Ucap Loren mengejutkan Davin, Bianca dan Gerson.
Mereka tidak mengenali perempuan itu tapi dengan rancangannya memeluk sangat erat.
"Apa yang kau lakukan pada suami orang?!!" Bianca langsung mendekat untuk menjauhkan Loren dari suaminya.
__ADS_1
Loren melepaskan pelukan dan terkikik lalu tanpa aba-aba memeluk Bianca dengan erat.
"Tante sudah meluapakanku?!" Tanya Loren dengan wajah yang sangat sendu.
"Siapa?" Bianca bertanya dengan bingung, dia tidak mengenali Loren.
"Tante!! Ini aku, Loren!!" Ucap Loren membuat 3 orang yang ada di situ mengerutkan kening mereka menatap Loren dari ujung kaki sampai ujung rambut.
"Loren!! Ini kau?!!" Gerson beryanya dengan wajah tak percayanya.
"Hm!! Kau pasti pangling karena aku sudah terlalu cantik bukan?" Loren mengedipkan matanya ke arah Gerson.
Mendengar itu Gerson hendak memeluk Loren ketika sebuah tangan tiba-tiba menarik pinggang Loren hingga Loren menabrak dada seorang pria.
"Ahh,, perkenalkan, Ini paman ketigaku dan istrinya, lalu ini Gerson, putra mereka." Ucap ucap Loren pada Christian lalu menoleh pada 3 orang di, "Ini Christian, Dia kekasihku." Ucap Loren.
Semua orang tercengang, mereka masih belum percaya bahwa perempuan cantik di depan mereka benar-benar Loren yang mereka kenal.
Perlu beberapa waktu untuk menyadarinya sebelum mereka bisa berbicara.
"Ahh,, halo," mereka berbasa-basi untuk mengenal kekasih Loren.
Gerson kemudian melihat Christian, "Mari biar ku antar ke dalam," ucap Gerson.
__ADS_1
"Tidak aku pergi bersama-"
"Uh,, sayang,, aku baru bertemu dengan pamanku setelah beberapa tahun, pergilah bersama kakak sepupu nanti aku akan menyusulmu." Ucap Loren membuat Christian mengerutkan keringnya tetapi pria itu akhirnya mengangguk.
Setelah Christian pergi, Loren kembali dipeluk oleh Davin.
"Ini benar-benar keponakanku?!!" Tanya Davin tak percaya.
"Paman, ini aku,, Apakah Paman sudah lupa dengan lesung pipiku yang terlalu indah?" Loreng tersenyum memperlihatkan lesung pipinya.
Bianca langsung berkata, "Tentu saja kami tidak lupa, tapi beberapa tahun yang lalu kakekmu menghubungi kami dan mengatakan bahwa kau hilang di luar negeri dan sudah dikatakan meninggal. Apa yang terjadi?" Tanya Bianka.
Loren menghela nafas lalu dia menceritakan seluruh kejadian yang sudah ia alami di luar negeri sampai dia kembali ke kediaman keluarga Sinaga.
Dua orang yang mendengarnya begitu marah dan kesal.
"Sialan!! Aku akan membuat perhitungan dengan mereka!!" Ucap Davin hendak pergi mencari kakaknya ketika Loren menghentikannya.
"Paman jangan begini,, Aku tidak mau acara keluarga Sinaga menjadi rusak karena aku." Ucap Loren membuat Davin menghela nafas.
"Baiklah, tapi kalau mereka sekali lagi menindasmu kau harus mengatakannya pada kami. Mengerti?!"
"Iya Paman," jawab Loren.
__ADS_1
Davin menghela nafas,, dia merasa sangat marah pada saudara keduanya!!!