Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
S2. 65.


__ADS_3

Sore hari, Loren dan Cristian segera ke bandara untuk menjemput Gerson.


Kedua orang itu menunggu dengan pakaian serba tertutup sembari berpegangan tangan menatap orang-orang yang keluar dari bandara.


"Kenapa dia satang dengan dandanan seperti itu?" Ucap Loren mengerutkan keningnya menatap pria yang menarik koper dengan jas hitam membalut tubuhnya, beserta kacamata hitam yang menghalangi pandangan.


Pria itu datang layaknya seorang pria yang sudah bekerja dengan gaya yang angkuh melangkahkan kakinya yang panjang.


"Apa kau tidak suka pria yang berpenampilan seperti itu?" Tanya christian dengan suara setengah berbisik sembari memperhatikan Gerson yang semakin mendekat kearah mereka.


Loren langsung mendongak menatap suaminya sembari berpikir dalam hati 'kalau aku berkata ia, maka pria ini pasti akan tersinggung, sebab dia juga memiliki gaya yang selama.' Ucapnya dalam hati selalu berkata, "aku suka, tapi pria itu belum bekerja dan sudah bergaya seperti itu, sangat tidak cocok untuknya!"


Christian yang berdiri di tempatnya kini memindahkan tangannya merangkul bahu Loren, 'dia suka pria berpenampilan seperti itu, tapi mengapa dia selalu menyuruhku memakai baju kaos di rumah?' Pikir Christian dalam hati.


Keduanya masih terus berdiri di tempatnya sembari memperhatikan Gerson yang celingak-celinguk mencari orang yang menjemputnya.


"Ayo pergi," ucap Christian merangkul Loren meninggalkan tempat itu tanpa menyapa Gerson.


Sembari berjalan, Loren mengeluarkan ponselnya menelpon Gerson, "penampilanmu terlalu buruk untuk berjalan bersama kami! Pengawal akan menemuimu!" Ucap Loren saat nada panggilan telah terhubung.


Belum saja pria di seberang telpon mengatakan sepatah katapun saat Loren sudah mematikan sambungan telepon nya.


Perempuan itu langsung menatap suaminya, "Sayangku, ayo kita makan malam sebelum kembali ke rumah, aku mendapat kabar tentang restoran yang sedang populer pada beberapa waktu ini," ucap Loren.

__ADS_1


Christian mengangguk lembut lalu berkata, "Baiklah."


"Terima kasih suami!" Seru Loren merasa sangat senang.


Kedua orang itu lalu mengendarai mobil mereka ke sebuah restoran dengan ponsel Loren terus berdering karena panggilan dari Gerson.


Hal itu membuat Christian menjadi kesal, jadi dia mengambil ponsel Loren lalu menekan tombol reject sebelum mengaktifkan mode pesawat.


Loren hanya tertawa kecil melihat tingkah suaminya, perempuan itu bersandar di bahu Christian sambil memainkan tali jaket suaminya.


"Apa kau lelah?" Tanya Christian sambil menggosokkan hidungnya di puncak kepala Loren.


"Tidak, aku malah bersemangat untuk mencoba makanan di restoran baru itu. Ulasan di internet mengatakan kalau masakan mereka sangat enak." Ucap Loren.


"Pipimu tampak lebih mengemaskan," ucap Christian mencomot pipi Loren, "akhir-akhir ini kau menjadi lebih berat, apa kau--"


"Aku gemuk?!!" Loren langsung menyela sambil memperlihatkan tatapan marahnya.


Tangan perempuan itu juga ikut memegangi pipinya yang dikatakan Christian mengalami pembengkakan.


Christian tentu saja dikejutkan dengan reaksi Loren, jadi pria itu mematung beberapa detik lalu bertanya, "Apa kau tidak suka kalau berat badan mu naik?" Tanyanya.


Loren mengeryit mendengarkan ucapan suaminya, "Siapa yang suka badan gemuk? Kalau iya, maka dari dulu aku tak akan pernah berusaha menurunkan berat badanku!" Tegas Loren sambil membuang nafas kasar.

__ADS_1


"Ooh,, tapi sekarang ini kau masih tetap cantik di mataku,," ucap Christian kembali mencomot pipi Loren menggunakan yang tampak menggemaskan di matanya.


"Apa kau buta?" Loren berdecak kesal sambil menoleh ke arah cermin dalam mobil.


"Aku memang buta!!" Jawab Christian menenggelamkan wajahnya di lekuk leher istrinya.


Loren yang merasakan ciuman pria itu langsung bergidik geli, "jangan!! Kita mau makan!!" Protes perempuan itu.


"Hm?" Christian berdehem kecil, tapi tak menghentikan aksinya.


Cup cup cup...


Pipi Loren menjadi merah mendengar suara ciuman Christian.


Perempuan itu memperhatikan sopir yang membawa mereka, terlihat jelas telinga pria itu mulai memerah.


@info,


maaf ya, akhir2 ini otor jarang up, lagi ada kesibukan yang bikin otor kelimpungan membagi waktu. malah jaringan lagi ngambek juga ☠️ semoga kalian mengerti ya🙏


sembari nunggu otor up, boleh baca novel otor yang lain ya, misalnya yg di bawa ini ya...


__ADS_1


__ADS_2