Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
S2. 70.


__ADS_3

"Kenapa judulnya adalah penyelidikan tentang Gerson?" Tanya Loren kebingungan.


Christian menggelengkan kepalanya dengan pelan, "entahlah," ucap pria itu belum mengetahui masalah yang terjadi.


Tetapi, ketika keduanya melihat tulisan di halaman pertama laporan itu, keduanya tak bisa berkata apapun dengan isinya.


"Apa ini??" Dengan tangan gemetar, Loren memegang laporan tersebut, "Bagaimana bisa pria itu memiliki riwayat panggilan dengan orang-orang Abimanyu?" Tanya Loren tak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Tenanglah, kita lihat lagi di bawahnya," ucap Christian membuka lembaran selanjutnya lalu keduanya mulai membaca satu persatu lembaran itu.


"Sekarang juga kamu kirim orang untuk menjemput Gerson dari perusahaan pria itu!!" Ucap Loren sembari menatap suaminya dengan cemas.


"Baiklah," jawab Christian langsung mengambil ponselnya lalu menyuruh berani untuk mengatur permintaan Loren.


Loren duduk sembari menggertakkan giginya, "jangan sampai Gerson sengaja bergabung dengan pria itu, atau jika tidak aku akan membuatnya kembali ke negaranya dan tidak bisa lagi keluar dari rumahnya!!" Ucap Loren yang merasa cemas pada Gerson tetapi juga kesal pada pria itu.

__ADS_1


"Jangan khawatir," ucap Christian memeluk erat istrinya karena pria itu tahu dilema yang sedang dihadapi oleh Loren.


Di sisi lain adalah sepupunya sementara di sisi lain adalah suaminya.


'Semoga saja Gerson tidak begitu bodoh untuk membuat kesepakatan dengan Abimanyu,' ucap Christian dalam hati sembari memikirkan situasi yang sedang mereka hadapi.


"Hah,, pantas saja dia diterima dengan begitu mudah, dan bahkan langsung disuruh untuk bekerja. Awas aja kalau pria itu sudah menandatangani kontraknya!!!" Loren merasa sangat kesal pada Gerson karena pria itu benar-benar tidak berhati-hati dalam melamar pekerjaan.


"Jangan menyalahkan sepupu mu, lagi pula dia tidak pernah tahu bahwa aku bersinggungan dengan pria itu." Ucap Christian yg jelas tahu bahwa jika terjadi sesuatu pada Gerson maka Loren akan menjadi salah satu orang yang tersakiti.


Dan yang lebih parah lagi, dia tidak mau melihat Loren bersedih karena sepupunya.


Sementara di tempat lain, Abimanyu sudah bertemu dengan Gerson di ruang pertemuan perusahaan miliknya yang akan dipimpin oleh Gerson.


Pria itu duduk sembari melihat data-data Gerson dengan sesekali menatap pria di depannya.

__ADS_1


Gerson yang duduk di depan Abimanyu memperhatikan pria itu dengan seksama, 'Astaga keberuntungan apa yang bisa membuatku bertemu dengan pria seperti di depanku? Meski dia tidak lebih baik daripada Christian, Tapi tetap saja dia adalah salah satu orang terpandang dalam dunia bisnis.' ucap Gerson dalam hati merasa sangat beruntung.


"Kau tidak mencantumkan alamat di sini?" Tanya Abimanyu sembari mengangkat kepalanya menatap Gerson karena sangat penasaran dimana pria itu tinggal.


"Ah ya,, Aku tinggal di rumah sepupu iparku, dan aku belum sempat menanyakan alamat lengkap rumah itu. Tapi dari lokasinya berada di sekitar kaki gunung xx." Ucap Gerson membuat Abimanyu berpikir dalam hatinya.


'Jadi pria itu sudah memindahkan kediamannya? Bagus juga,' pikir Abimanyu dalam hati yang begitu percaya diri bahwa sebentar lagi dia akan menemukan rumah milik Christian hingga dia bisa semata-matanya.


"Baiklah, kalau begitu Kau bisa mulai bekerja hari ini." Ucap Abimanyu langsung membuat Gerson tersenyum lalu pria itu mendapat kode dari salah satu bawahan Abimanyu yang mengantarnya ke ruangan barunya.


Baru saja biar sun keluar dari ruangan ketika asisten Abimanyu memasuki ruangan tersebut.


"Ada apa?" Tanya Abimanyu.


"Semuanya sudah terbongkar, mata-mata kita baru saja mengetahui ada orang yang mencari informasi tentang Gerson. Sepertinya mereka adalah orang-orang Christian Bhaltazar yang sudah mencurigai kita." Ucap Sang asisten.

__ADS_1


"Hm,, kalau begitu, buat pria itu tidak bisa kembali ke rumahnya. Kita lihat reaksi Christian saat sepupu iparnya pergi bekerja dan tak pernah kembali lagi." Ucap Abimanyu.


"Baik Tuan," jawab sang asisten segera meninggalkan tempat itu untuk melaksanakan perintah Abimanyu.


__ADS_2