
Cukup lama menenangkan Loren di taman,akhirnya perempuan itu berhenti menangis dan memeluk Christian dengan erat karena mencari keamanan dari suaminya.
"Apakah kita sudah bisa masuk ke dalam rumah?" Tanya Christian sembari memperbaiki rambut Loren yang berantakan.
"Hmm,, Aku tidak mau lagi pergi ke taman!!" Ucap Loren sambil menggertakan giginya, merasa sangat kesal, marah dan sedih akibat kejadian yang baru saja ia alami.
Maka begitu, Christian tersenyum membawa Loren ke dalam rumah, setidaknya di dalam rumah masih lebih dekat baginya untuk mengawasi perempuan itu.
Namun ketika mereka berjalan di ruang tengah untuk pergi ke lantai atas, tiba-tiba saja sebuah mobil berhenti di depan lalu beberapa saat kemudian ketika Christian hendak menaiki tangga, Gerson dan orang tuanya sudah memasuki kediaman mereka.
"Halo sepupu!!" Ucap Gerson dengan senyum ramah di wajahnya langsung membuat Loren yang menyembunyikan wajahnya di dada Christian kini mengangkat wajahnya menatap Ketiga orang yang berjalan ke arah mereka.
"Paman!! Bibi!!!" Seru Loren memberi kode pada suaminya agar dia diturunkan.
Maka Christian menurunkan perempuan itu dengan hati-hati dan Loren dengan cepat berlari ke arah Ketiga orang itu.
__ADS_1
"Keponakanku!!!" Bianca langsung memeluk Loren dengan hangat diikutin Davin yang menepuk-nepuk puncak kepala Loren.
Sementara Gerson, pria itu hanya diam saja melihat Ketiga orang yang tampak seperti keluarga kecil, sebab dia tak berani menyentuh Loren.
Karena takutnya Christian yang merupakan suami pencemburu mungkin akan memarahinya lagi.
"Paman dan Bibi datang di waktu yang tepat, kebetulan sekali tadi pagi aku baru selesai membuat cemilan!!!" Kata Loren ketika dia sudah melepaskan pelukannya dari Bianca lalu perempuan itu menatap paman dan bibinya.
Namun Bianca maupun Davin tidak menjawab ucapan Loren dan Bianca dengan lembut mengulurkan tangannya mengusap wajah Loren, karena dia dan suaminya begitu terkejut melihat wajah Loren yang bengkak.
Dengan raut wajah yang lesu Loren menganggukkan kepalanya, "hah,, suamiku memelihara seekor anjing nakal di sini, dan anjing itu hampir saja melukaiku ketika aku menyiram bunga di taman!!" Gerutu Loren mengadukan suaminya pada paman dan bibinya.
Tiga orang yang ada di sana langsung tercengang mendengar Loren yang mengadukan suaminya, bahkan Christian pun juga terkejut mendengar istrinya yang kini menyalahkannya atas apa yang terjadi.
Seorang pengawal yang berdiri tak jauh dari sana pun ikut terkejut mendengar kata Loren dan pria itu langsung melihat ke arah Christian yang kini menatapnya.
__ADS_1
Glek!!
Sampai ngawal menelan air liurnya lalu pria itu dengan cepat berlari ke arah Loren dan berlutut di lantai.
"Nyonya,, Tolong jangan menyalakan Tuan atas anjing itu, karena sayalah yang membawa anjing itu ke sini!!!" Kata sang pengawal berbohong pada Loren.
Maka begitu, Loren langsung melihat pengawal itu dan berkata, "apa?!!! Jadi anjing besar itu adalah milikmu?! Dia hampir saja melukaiku dan juga calon anakku!!"
"Maafkan saya nyonya, Saya berjanji mulai sekarang saya akan menjaga anjing itu dengan baik, supaya dia tidak berkeliaran lagi di rumah ini," kata sang pengawal sembari terus tertunduk karena tak berani mengangkat wajahnya.
Tapi dalam hati, pria itu tersenyum 'Setidaknya dengan begini, tidak ada yang akan dirugikan karena tuan Christianlah yang memberi pemerintah untuk memelihara anjing penjaga di sekitar rumah.
'Lagi pula, dengan aku bersikap begini maka aku yakin Tuan Christian pasti akan senang dengan ku, karena aku mengakui kesalahan yang seharusnya ditanggung olehnya di depan istrinya.' pikir sang pengawal dalam hati yang kini sudah berharap akan mendapat bonus dari Christian karena dia membantu pria itu menyelesaikan sebuah masalah.
Karena pikirnya, Loren berhati lembut, dan pasti akan memaafkannya begitu saja.
__ADS_1