Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#80. Menikah


__ADS_3

Pergelaran busana telah selesai, Loren dan Christian juga meninggalkan tempat itu dengan saling bergandengan tangan lewat jalur VIP yang tidak sembarang dimasuki orang.


Selama berjalan bergandengan tangan dengan Christian, jantung Loren terus berdebar-debar dan dia merasa bersemangat sekaligus merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.


Dan karena dia baru saja meneguk segelas minuman beralkohol maka pikirannya melayang-layang dan langkahnya tidak stabil.


"Kau baik-baik saja?" Christian menghentikan langkahnya ketika Loren hampir terjatuh.


"Ya,, lantainya hanya sedikit miring." Kata Loren bertindak seperti orang yang sedang menyeimbangkan tubuhnya di atas lantai yang miring.


Pipi merona Loren dan tingkah lucu perempuan itu karena pengaruh alkohol membuat Christian merasa greget untuk menelan Loren hidup-hidup.


"Kemari," kata Christian menarik Loren ke dekatnya lalu membawa perempuan itu gendongannya.


"Ow... Ini terbang!" Loren merentangkan 2 tangannya sebelum memeluk leher Christian dengan erat.


"Kau milikku?" Ucapnya dengan suara pelan menirukan ucapan Christian yang tadi didengarnya.


"Kau milikku, kita kekasih, he he he,,, kikik,,," Loren terus bergurau secara sembarangan sampai keduanya memasuki mobil.


Christian memperbaiki posisi Loren supaya perempuan itu duduk dengan baik di pangkuannya.

__ADS_1


"Tidak terbang lagi?" Loren tiba-tiba memperlihatkan wajah kesalnya ketika dia merasakan tubuhnya sudah berpijak pada paha Christian.


"Kita di dalam mobil." Ucap Christian memperbaiki rambut Loren yang sedikit berantakan di wajah Loren yang memerah.


Dari penglihatannya yang sedikit buram karena tidak fokus, Loren memperhatikan Christian lalu tertawa dengan keras.


"Ha ha ha....!! tuan,, tadi kau bilang 'Kau milikku?'" Tanya Loren mendekatkan wajahnya ke wajah Christian dengan kedua tangannya memegang kepala Christian supaya kepala pria itu tidak menjauhinya.


Desiran hati Christian semakin menjadi-jadi melihat tingkah Loren yang mabuk ternyata lebih menggemaskan daripada ketika perempuan itu bersikap malu-malu.


"Iya, kau milikku." Ucap Christian menatap wajah Loren yang terlihat berkilau karena rona merah yang memenuhi permukaan kulitnya yang putih.


"Kalau begitu kita kekasih?" Tanya Loren dengan polos sembari memperlihatkan binar mata penuh harap akan jawaban iya dari mulut Christian.


Semua orang mengatakan padanya kalau setiap orang yang berada di bawah pengaruh alkohol akan mengeluarkan segala unek-ueik mereka yang paling tulus dari hatinya.


Jadi saat ini, mungkinkah Loren.


"Aku melihat di film kalau seorang pria memperlakukan kekasih mereka dengan sangat baik! Mereka membelikan pakaian dan mengantar mereka berjalan-jalan. Saat berjalan-jalan mereka berdua akan minum anggur bersama lalu berciuman dan mereka resmi menjadi sepasang kekasih! Bukankah kita seperti itu?!" Tanya Loren penuh antusias.


Ucapan Loren membuat Christian tidak tahu harus tertawa atau apa, perempuan dipangkuannya itu benar-benar polos!

__ADS_1


Segala sesuatu yang ia prediksi harus sama dengan yang ia lihat di film!


"Kalau begitu benar, kita sepasang kekasih." Ucap Christian membuat Loren langsung bersorak lalu memeluk Christian dengan erat.


"Benar 'kan?! Kalau begitu, Tuan,, kapan Tuan berencana menikahiku?" Kembali tanya Loren.


"Kapan pun kau mau." Jawab Christian.


"Wa ha ha..." Loren tertawa sangat keras lalu perlahan-lahan tawanya menjadi pelan dan berhenti digantikan oleh nafas perempuan itu yang mulai teratur.


Christian tersenyum memeluk Loren 'Gadis kecil bodoh!' pikirnya.


@Interaksi



Bonus Mulu kalian,, gak bosan apa? sekali2 minta duit kek, berlian kek, apa kek, bonus kan gak bisa di makan, cuma bisa di bilang sama tulis ajah. Nih BONUS...!!


BTW yang bawa ini novel baru otor. up 2 bab setiap hari,, kalo mampir jangan lupa bawa hati kendondong. 😂🤭


__ADS_1


...


To Raja


__ADS_2