
Setelah berbicara dengan Chataline, direktur Sandra langsung menyuruh seseorang untuk mencari tahu keberadaan Marina.
Pada akhirnya, asisten direktur Sandra yang bernama Wiwin langsung berangkat ke rumah sakit, di mana Marina sedang melakukan perawatan.
Begitu tiba di rumah sakit, didapatinya Marina sedang duduk di atas ranjang dengan memar di wajahnya, dan bibir yang bengkak penuh luka-luka.
"Dohhhhkter,, inhi,, ken,, na, pa, ja,, di sakkit kal,, lau bic, cara?" Marina bertanya sembari menahan rasa sakitnya setiap kali ia menggerakkan bibirnya untuk berbicara.
"Ini karena luka Nona Marina sudah mulai kering, makanya Nona Marina sebaiknya jangan berbicara supaya lukanya lebih cepat pulih." Ucap Dokter.
Marina sangat ingin mengumpat, tetapi dia tidak bisa melakukannya karena bibirnya mulai sakit, dan pipinya juga terasa berdenyut saat ia bicara.
'Sial!!! Tunggu saja, Chataline dan Tasya, aku akan membuat kalian membalas 10 kali lipat dari yang kualami saat ini!!!' geram Marina dalam hati sembari memandangi kepergian dokter.
"Bagaimana kau bisa terluka seperti ini?" Wiwin mendekati Marina sembari menarik kursi untuk ia duduki.
Marina memperhatikan Wiwin, dia ingat kalau perempuan itu adalah asisten direktur mereka, jadi Marina merasa sangat senang karena ternyata pamannya bertindak dengan cepat.
__ADS_1
Perempuan itu hendak menjawab ketika dia menyadari rasa sakit di bibirnya, jadi dia mengambil kertas dan pena yang diletakkan di nakas lalu mulai menulis.
*Tasya dan Chataline, mereka bersekongkol ingin merusak wajahku!!!* Tulis Marina pada kertas lalu menyerahkannya ke Wiwin.
Wiwin membaca tulisan itu lalu mengerutkan keningnya sebelum menatap Marina, "Berikan ponselmu!" Perintah Wiwin.
Marina sedikit tertegun dengan perempuan yang tiba-tiba meminta ponselnya itu, tetapi dia tetap menyerahkan ponselnya sembari mengintip apa yang dilakukan Wiwin dengan ponselnya.
Wiwin langsung membuka galeri lalu melihat sebuah foto di mana Chataline dirangkul oleh seorang.
Beberapa kali menekan layar ponsel, akhirnya foto tersebut terhapus membuat Marina langsung melototkan matanya, ia tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Wiwin.
"Mmngg!!!" Marina benar-benar ingin protes, tetapi mengingat perkataan dokter, maka dia tidak mau menggerakkan bibirnya sebab akan berakibat fatal Kalau bibirnya semakin lama sembuhnya.
Wiwin bisa melihat ketegangan di wajah Marina, "Aku katakan padamu, mulai sekarang jangan pernah mengancam satupun artis di agensi CB, karena jika kau melakukannya, maka akan merusak reputasi agensi CB, dan,,, jangan harap kau akan lolos ketika kau berani macam-macam!!!
'Ingat, kontrakmu masih 5 tahun lagi, dan klau kau ingin membatalkan kontrak mu, maka denda yang harus kau bayar senilai 5 miliar untuk setiap tahunnya, jadi setidaknya kau butuh 25 miliar, itu belum ditambah berbagai denda lainnya jika kau melanggar kontraknya!!!
__ADS_1
"Juga, jangan menggunakan kekuasaan pamanmu di agensi, karena agensi itu bukanlah milik pamanmu!!!" Ucap Wiwin mengembalikan ponsel milik Marina lalu perempuan itu segera meninggalkan Wiwin yang tercengang di tempat tidurnya.
'Sial!!! Bagaimana bisa seperti ini??' Marina mengepal erat tangannya sembari gemetaran menatap pintu yang telah tertutup.
Jika dia sudah diancam seperti itu, maka tidak ada lagi jalan baginya untuk melawan Chataline.
'Sekarang harus bagaimana?' Marina merasa sangat takut.
Jika dia sudah tidak bisa dilindungi oleh pamannya, maka Chataline dan Tasya pasti akan semakin semena-mena memperlakukannya.
Dan mungkin saja dua orang itu akan balas dendam padanya atas apa yang sudah ia lakukan, terutama Cahtaline yang belum mengatakan apa-apa semenjak Dia mengancam perempuan itu.
@Interaksi
Iya, apresiasinya boleh segepok uang dollar di kirim ke rekening otor ya... soalnya mereka semua bisa sekuat itu karena pelatihan dari otor ðŸ¤ðŸ¤
__ADS_1