
Sesuai dengan perintah Christian, akhirnya Ransi langsung menyuruh beberapa orang untuk membuka kuburan kedua orang tua Christian dan membawa dua jenazah ke rumah sakit pusat ibukota.
"Otopsi mereka dan cari tahu penyebab kematiannya!" Perintah Ransi pada dokter yang bertanggung jawab lalu membiarkan pihak rumah sakit mengambil alih kedua jenazah orang tua Christian.
Sementara menunggu hasil otopsi, Ransi melakukan panggilan telepon ke berbagai arah untuk memerintahkan pengelolaan pernikahan Christian, bahkan mengurus masalah perusahaan yang sedang kandas.
Pria itu baru menyelesaikan panggilan ke 10 nya ketika Christian menghampirinya dengan langkah terburu-buru.
"Tuan," ucap Ransi langsung menyambut kedatangan Christian.
"Bagaimana hasilnya?" Tanya Christian.
Ransi berwajah datar, "Mereka sedang melakukan pemeriksaan, hasilnya akan keluar setelah mereka selesai. Tetapi sebelum itu, saya ingin melaporkan bahwa dalang dibalik informasi yang tersebar di internet adalah Abimanyu.
"Dia menggunakan uang senilai 1 milliar untuk menyewa seorang hacker internasional dan menyebarkan berita nya. Saya sudah mendapatkan bukti-bukti atas transaksi mereka dan siap menunggu perintah selanjutnya dari Tuan." Ucap Ransi.
Christian mengangguk, "simpan semua bukti-bukti itu sampai hasil otopsi orang tuaku keluar. Dan pernikahan kau harus memastikan bahwa semuanya berjalan sesuai rencana." Perintah Christian.
"Baik Tuan," jawab Ransi.
__ADS_1
Akhirnya Christian duduk menunggu hasil pemeriksaan kedua orang tuanya, sementara Ransi, pria itu kembali melanjutkan panggilan teleponnya ke berbagai pihak yang bekerjasama dengan mereka.
Saat itu sudah tengah malam, tapi karena Ransi sudah terkenal sebagai tangan kanan Christian, maka tidak ada satu pun orang yang berani menolak telponnya.
Bahkan jika Christian akan bangkrut, mereka tetap sabar bahwa kekuasaan pria itu tidak sebatas hanya pada bisnis saja, tapi juga pada kekuatan bawa tanah yang di sembunyikan.
Clek!!
Ransi masih sementara menelpon ketika pintu ruangan tiba-tiba terbuka.
"Tuan Christian Bhaltazar!" Panggil seorang perawat langsung membuat Christian berdiri dan mengikuti perawat tersebut.
Christian kemudian diantar ke ruangan dokter yang juga dikenal oleh Christian.
"Bagiamna hasilnya?" Tanya Christian mengabaikan sapaan sang dokter sembari pria itu langsung duduk di depan dokter yang berdiri menyambutnya.
Sebagai dokter yang mengenal Christian, pria itu tahu bahwa Christian bukanlah orang yang suka berbasa-basi, jadi dia juga langsung duduk dan mengambil cetakan hasil pemeriksaaan.
"Ini adalah hasilnya," kata sang dokter menyerahkan satu rangkap hasil pemeriksaan jenazah kedua orang tua Christian.
__ADS_1
Memegang hasil pemeriksaan itu, Christian membacanya sekilas dan dia tidak terlalu paham dengan hal-hal medis seperti itu, jadi dia mengangkat wajahnya menatap dokter di depannya.
"Rincikan padaku!" Perintah Christian.
Dokter mengangguk, "kedua jenazah meninggal akibat sianida." Ucap dokter mengejutkan Christian.
"Apa dok?! Sianida??" Tanya Christian tak percaya.
Sang dokter kembali mengangguk, "Ya," katanya.
Jawaban dokter langsung membuat Christian mengeratkan tangannya, lalu pria itu dengan seksama memperhatikan sang dokter, "lalu, apakah di tubuh kedua orang tuaku ditemukan obat tidur dalam dosis yang tinggi hingga mempengaruhi kematiannya" tanya Christian.
Dokter di depan Christian kembali membaca seksama hasil pemeriksaan yang baru saja keluar lalu menggelengkan kepalanya.
"Tidak, tidak ada satupun jenis obat tidur yang dikonsumsi oleh kedua almarhum. Ini murni meninggal karena--"
Brak!!
Ucapan sang dokter terpotong ketika meja yang ada di depannya telah dipukul dengan keras.
__ADS_1
Setelah memukul meja, Christian langsung berbalik meninggalkan ruangan dokter lalu pria itu menemui Ransi yang sudah menunggunya di luar.
"Atur semua ini!!!" Perintah Christian menyerahkan hasil pemeriksaan kedua orang tuanya pada Ransi, lalu pria itu melenggang pergi dengan tangan yang terus terkepal karena amarah.