
Vionita yang duduk bersama Radit melihat Gerson sudah meninggalkan Christian dan Loren, jadi perempuan itu tersenyum ke arah Radit.
"Tuan Radit, sepupuku yang diceritakan kakek padamu sudah datang, ayo kita pergi menyapanya, sekaligus kuperkenalkan kau dengannya." Ucap Vionita.
Radit mengangguk, "Ya, aku tidak sabar untuk melihat secantik dan semengagumkan apa cucu yang selalu dibanggakan oleh Tuan Sinaga," ucap Radit sembari tersenyum lalu kedua orang itu beranjak mendekati Christian dan Loren yang sedang bercakap-cakap.
Begitu mendekat, Vionita tersenyum ke arah Loren yang terkejut melihat kedatangan mereka, "Adik sepupu,, bolehkah kami duduk di sini?" Tanya Vionita.
"Ah,, ya, tentu." Jawab Loren ketika melihat Vionita datang bersama seorang lelaki.
'Apalagi yang diinginkan perempuan ini?' Loren bertanya-tanya dalam hati.
Setelah mendapat persetujuan dari Loren, Vionita dan Radit akhirnya duduk bersama mereka, dengan Radit yang duduk di samping Loren.
Matanya tak bisa dialihkan dari Loren, dia benar-benar mengagumi sosok yang ada di depannya, perempuan dengan lesung pipi yang indah.
Christian yang melihat Radit memilih kursi dekat kekasihnya langsung mengerutkan keningnya dan tanda bahaya langsung menyala di atas kepalanya.
__ADS_1
Kenapa ada begitu banyak lalat pengganggu?!
"Tuan Radit, ini adalah sepupuku yang bernama Loren," kata Vionita pada Radit lalu melihat Loren, "Loren kenalkan, ini adalah Radit Bimantara," ucap Vionita dengan senyum yang tak pernah luntur dari wajahnya.
Loren mengangguk tersenyum, "Halo," kata Loren melihat Radit.
Radit mengukir senyum indah di wajahnya sembari menganggukkan kepalanya, mata pria itu berbinar-binar menatap Loren, "Halo Nona Loren, senang bertemu denganmu," katanya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Loren.
Sesaat, Loren terdiam melihat tangan Radit yang diulurkan kepadanya, Jika dia menerimanya maka macam yang ada di sampingnya mungkin akan menerkamnya, tetapi jika dia tidak menerimanya maka hal itu akan sangat tidak sopan
Perempuan itu mengulurkan tangannya menjabat tangan Radit, "Senang juga bisa bertemu dengan Anda," kata Loren sembari menarik tangannya.
Tetapi perempuan itu terkejut ketika Radit menahan tangannya lalu pria itu tanpa aba-aba mengangkat tangan loreng untuk menciumnya.
Christian menyadari kalau pria itu sengaja menahan tangan Loren, jadi dia langsung bergerak.
Sementara Loren, wajahnya menggelap dan matanya memancarkan aura bahaya sembari menarik kembali tangannya, Tapi sayangnya tenaga pria itu jauh lebih besar dari tenaga Loren.
__ADS_1
Tangan Loren hampir saja menyentuh bibir Radit ketika sebuah tangan tiba-tiba terulur ke arahnya.
Buk!!!
Wajah Radit yang tampak tersenyum langsung terbuang hingga membentur meja karena tinjuan yang begitu keras mendarat di wajahnya.
"Ah!!" Vionita sangat terkejut hingga berteriak.
Sementara Loren, perempuan itu langsung berdiri menahan Christian yang hendak melayangkan pukulan lain ke arah Radit.
Mata Christian dipenuhi amarah ketika dia melihat Loren menahannya, pria itu menatap Loren yang kini menatapnya juga, "Lupa dengan janji kita?" Tanyanya.
Mendengar kata janji, Loren langsung teringat kalau pria itu akan memotong setiap tangan yang berani menyentuhnya.
"Sayang,, jangan di sini,," kata Loren kini memeluk erat Christian sebab dia tahu pria itu benar-benar memiliki emosi yang meledak-ledak.
Jika biasanya Christian marah dalam keadaan tenang, maka entah kenapa pria itu terlalu sulit mengendalikan dirinya setiap ia kali kemarahannya berhubungan dengan Loren.
__ADS_1