
Karena Fajar tidak bisa membuat keputusan sendiri maka pria itu pergi ke kantor CEO menemui Bian.
"Tuan, di lobby ada Nona Chataline yang mendesak ingin bertemu dengan Tuan." Ucap Zaidan.
Dia tidak mau kalau sampai dia mengusir Chataline lalu membuat citra perusahaan mereka menjadi buruk saat perempuan itu memanggil wartawan ke perusahaan mereka.
"Abaikan saja," ucap Bian.
Dia tidak mau bertemu dengan perempuan yang sudah membuat hubungan Vionita dan Loren menjadi semakin buruk.
Karena sampai saat ini dia masih memikirkan bagaimana caranya agar Loren percaya padanya bahwa Vionita sama sekali tidak terlibat akan hilangnya perempuan itu di luar negeri.
"Tapi Tuan, Nona Chataline mengancam akan memanggil para wartawan ke depan perusahaan kita jika--"
"Kalau begitu biarkan dia naik. Aku akan lihat apa tujuannya datang kemari!" Kata Bian membuat keringat Fajar semakin berderai di punggungnya.
Kalau dia sampai ketahuan memberikan informasi yang palsu pada Bian, maka tamatlah riwayatnya sebagai tangan kanan pria itu!!!
"Baik Tuan," ucap Fajar tak punya pilihan lain selain melangkah keluar lalu menelpon sang resepsionis agar membiarkan Chataline masuk.
Setelah beberapa menit menunggu di depan lift akhirnya Fajar menyambut Perempuan yang datang bersama asistennya.
__ADS_1
"Tuan CEO sudah menunggu Nona di ruangannya." Ucap Fajar menyembunyikan rasa gugupnya.
'Semoga saja dia hanya datang untuk membahas mengenai pembatalan kontrak dan tidak membahas mengenai masalah plagiat yang menimpa Nona Vionita dan Nona Loren.' pikir Fajar dalam hati sembari mengantar perempuan itu ke kantor CEO.
Begitu memasuki ruangan CEO, Chataline melihat Bian masih sibuk dengan pekerjaannya jadi dia langsung duduk di sofa sembari menyilangkan kakinya.
Beberapa detik duduk akhirnya Bian menghampirinya lalu pria itu duduk di depan Chataline.
"Apa yang membuat Nona Chataline kembali mendatangi saya?" Tanya Bian sembari duduk dengan santai meletakkan sebelah tangannya di sandaran sofa.
"Tentu saja ingin menanyakan masalah pembatalan kerjasamanya, saya ingin tahu alasan yang membuat Tuan Bian membatalkan kerjasama kita secara sepihak!" Ucap Chataline yang tidak mau berbasa-basi dengan Bian.
"Apakah Tuan Bian pikir itu cukup untuk mengembalikan harga diri saya yang sudah tercoreng karena pembatalan kerjasama yang anda lakukan secara tiba-tiba?" Cahtaline bertanya dengan kesal.
"Kita Sudah menandatangani kontrak dan kontrak tersebut sudah terselesaikan sesuai dengan apa yang kita sepakati di dalam kontraknya. Jadi Saya tidak perlu menjelaskan apapun lagi." Kata Bian membuat Chataline menjadj begitu kesal.
"Saya tidak berpikir kalau kalian tidak puas dengan pekerjaan saya, pastilah ini ada hubungannya dengan Vionita. Apakah perempuan licik itu menjelek-jelekkan saya?" Ucap Chataline disambut Bian dengan mengerutkan keningnya.
Perempuan licik?!!!
Siapa yang licik?!!
__ADS_1
Siapa yang sudah membuat hubungan Vionita dan Loren menjadi kacau?!!!
"Nona Chataline, saya pikir julukan perempuan licik lebih pantas diberikan pada Nona Anda sediri, orang yang tidak tahu malu merusak hubungan persahabatan antara dua perempuan." Ucap Bian yang tak terima jika kekasihnya di katakan sebagai perempuan licik.
"Apa? Merusak persahabatan?! Ha ha ha... Persahabatan Siapa yang sudah saya rusak? Apakah ini karang-karangan Vionita lagi? Heh,, perempuan itu memang memiliki banyak akal yang licik untuk menjatuhkan orang yang menghalangi jalannya." Cibir Chataline.
"Apa maksudmu dengan licik? Seharusnya anda sadar diri bahwa Nona Chataline lah yang berbuat licik dengan menyewa sebuah akun palsu untuk menyebarkan masalah plagiat lalu menuduhkannya pada Vionita. Apakah anda sadar karena perbuatan Anda malah membuat hubungan keluarga dan persahabatan antara Loren dan Vionita menjadi retak??" Bian berbicara sambil mengepalkan tangannya karena merasa kesal dengan perempuan di depannya.
Tetapi reaksi Chataline membuat Bian merasa aneh.
"Apa?! Ha ha ha... Ternyata Vionita menggunakan kasus plagiat itu untuk memfitnah aku?? Apakah Tuan Bian sudah menyelidikinya dengan benar? Apakah Tuan Bian sudah melihat buktinya? Mungkin saja kekasih Anda lah yang telah melakukannya tetapi--"
"Diam!! Kau pikir aku mempercayai sesuatu yang tak punya bukti?!!" Bian menggertakan giginya lalu pria itu mengambil ponselnya menelpon Fajar agar Fajar memasuki ruangannya.
Fajar lah yang telah mencari tahu dan dia selalu percaya bahwa Fajar melakukan segala sesuatu dengan sempurna.
Cukup menyuruh Fajar mengeluarkan buktinya lalu perempuan didepannya ini akan menutup mulut dan dia akan memaksa Chataline meminta maaf karena telah menuduh Vionita sebagai orang yang licik!!
"Ok, mari kita lihat bukti apa yang anda punya." Ucap Chataline sambil memandang jijik pada pria didepannya.
Pria bodoh yang dikendalikan oleh perempuan berhati iblis!!!
__ADS_1