
Setelah meninggalkan Bian, Loren berjalan ke arah sebuah mobil yang terparkir di sudut parkiran.
Mobil itu tidak mencolok karena Christian sengaja memakai model dengan tipe standar supaya tidak menarik perhatian orang-orang.
"Tuan,," kata Loren ketika dia memasuki mobil dan melihat Christian sudah melepas masker dan topinya.
Tersenyum kearah kekasihnya, Christian mengulurkan tangannya menarik perempuan itu lebih dekat ke sisi-nya.
"Selamat!!" Kata Christian mendaratkan sebuah ciuman di puncak kepala perempuan itu lalu mengulurkan tangannya menahan dagu Loren.
Cup!!
Satu tambahan ciuman mendarat di bibir tipis Loren.
"Hari Ini kekasihku tampak luar biasa," kata Christian memandang mata berbinar-binar milik Loren.
Hati Loren menjadi sangat hangat, perempuan itu tersenyum lalu mengulurkan tangannya memeluk leher Christian
"Semuanya buat Tuan," katanya mengangkat wajahnya lalu kedua orang itu kembali berciuman.
Sang sopir yang duduk di depan hanya bisa menahan deru nafasnya menunggu dua orang di belakangnya selesai berciuman dan memberi perintah padanya.
__ADS_1
Setelah 15 menit akhirnya sang sopir mendengar suara Christian, "Kembali ke kediamanku,"
"Biak tuan," jawab sang supir, dari sudut matanya sopir itu to melirik dua orang yang sedang berpangku.
Meskipun lirikan supir itu terbilang cepat, namun hal itu masih tak luput dari pantauan Christian.
Jadi pria itu merasa sangat kesal, "Apakah kau sudah bosan menggunakan matamu?" Tanyanya.
Sang supir yang menyetir merasakan seluruh tubuhnya menegang dan menjawab, "Maafkan saya Tuan, saya tidak akan melakukannya lagi."
Christian mendengus kesal dan mempererat pelukannya pada Loren, "Kekasihku, Bagaimana menurutmu?" Tanyanya pada Loren.
Loren menghela nafas, "Uh,, kenapa Tuan bersikap kejam lagi? Bukankah tuan bilang kalau Tuan sudah mempelajari buku yang mengajarkan kebaikan?" Tanya Loren memandang Christian.
Namun begitu dia masih berharap bisa mengubah Christian menjadi pribadi yang lebih pengertian lagi pada semua orang, bukan hanya pada dirinya.
"Baiklah,,, sesuai kata kekasihku," ucap Christian kembali menciumi perempuan di pangkuannya.
Mobil terus berjalan dan mengantar mereka kembali ke kediaman Christian, begitu tiba di sana Christian langsung menarik Loren ke dalam lift lalu menekan lantai paling atas.
"Kemana kita?" Tanya Loren kebingungan.
__ADS_1
Meski dia sudah sangat lama tinggal di kediaman Christian, tetapi dia belum pernah pergi ke lantai paling atas karena para pengawal mengatakan bahwa itu adalah lantai yang tidak boleh diinjak oleh sembarang orang.
"Tentu saja kita akan pergi merayakan keberhasilan mu hari ini," jawab Christian.
Loren tersenyum dan tidak mengatakan apapun bagi. Dia sudah menduga kalau pria itu pasti akan menyiapkan makan malam romantis untuk mereka.
Tetapi Loren tidak menyangka ketika mereka keluar dari lift dua orang pelayan yang disiapkan oleh Christian langsung menariknya ke sebuah ruangan.
"Ada apa ini?" Loren terkejut ketika dua pelayan itu tanpa mengatakan apapun langsung melucuti pakaian Loren.
"Maaf Nona, kami harus menyelesaikannya dengan cepat." Kata pelayan itu menahan tangan Loren yang memegangi gaunnya hingga gaun Loren terlepas dari tubuhnya.
Loren menggeliat merasa malu ketika dua pelayan itu kini melihat tubuhnya yang hanya dibalut oleh pakaian dallam "Ini,,"
"Pakai ini Nona," salah seorang pelayan datang membawa sebuah gaun berwarna putih dengan permata dan berlian bertabur pada gaun tersebut, gaun itu lebih mirip seperti gaun pengantin.
Sangat bersinar hingga membuat Loren terpaku sesaat.
"Ini,, apakah Tuan Christian menyuruh kalian menyiapkan nya?" Tanya Loren saat para pelayan itu membantunya memakai gaun.
"Semuanya disiapkan oleh Tuan Christian, setelah ini kami akan mendandani Nona dengan cepat." Kata Sang pelayan menarik resleting gaun Loren lalu seorang pelayan lain datang dengan sebuah meja berisi peralatan make up dan mengatur kursi untuk Loren.
__ADS_1
"Silahkan duduk," kata Sang pelayan diikuti kepatuhan Loren duduk di kursi lalu ia mulai merasakan pelayan tersebut merias wajahnya dan pelayan yang lain berada di belakangnya menata rambutnya.
Mereka bekerja sangat profesional dan cepat.