Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
S2. 67.


__ADS_3

"Maaf karena kau jadi tidak nyaman. Lain kali aku akan menyiapkan makanan yang sesuai seleramu," ucap Christian dengan wajah bersalahnya.


"Jangan minta maaf, akulah yang memilih restoran ini. Jadi bukan salahmu jika makannya tidak enak. Oya, aku ingat pada Gerson, aku akan menelponnya sebentar," ucap Loren ingin memastikan keberadaan Gerson sebelum mengatakannya pada suaminya.


"Baiklah," Christian tak bisa melarang istrinya, karena dia baru saja mengecewakan perempuan itu dengan tidak memastikan makanan yang di berikan pada Loren, hingga tidak sesuai dengan selera perempuan itu.


Setelah mendapat persetujuan dari Christian, Loren langsung mengambil ponselnya lalu perempuan itu menelpon Gerson.


Drrtt...... Drrtt..... Drrtt......


"Akhirnya kau kembali menelpon, sekarang Aku sudah di rumah kalian. Tapi kalian malah tidak ada di rumah! Apakah aku begitu tidak disayangi oleh kalian hingga tidak bisa menjemputku, bahkan tidak bisa menyambutku di rumah kalian?!" Gerson langsung berteriak kesal dari seberang telepon Loren membuat perempuan itu merasa sangat lega.


"Istirahatlah, kalau kau lapar suruh pelayan untuk menyiapkan makanan." Ucap Loren langsung menutup panggilan itu lalu dia mengangkat wajahnya menatap suaminya.


"Ada apa?" Tanya Christian ketika melihat wajah Loren tampak menyiratkan sesuatu yang membuat perempuan itu bingung sekaligus takut.


"Tadi,, di makananku terdapat tulisan kalau Gerson di tangan seseorang dan menyuruhku sendirian ke toilet, tapi barusan Gerson bilang dia baik-baik saja." Ucap Loren langsung memancing kemarahan Christian, tetapi pria itu tidak terlalu menampakkanya karena takut membuat Loren jadi semakin cemas.

__ADS_1


"Jangan pikirkan itu, biar aku yang mengurusnya. Sekarang kita harus makan malam," ucap Christian melirik para pelayan yang sudah memasuki ruangan dengan makanan di tangan mereka.


Loren mengangguk, "Baiklah," kata perempuan itu lalu mulai melupakan masalah yang baru saja terjadi.


Keduanya makan malam dengan tenang lalu kembali ke kediaman mereka.


Begitu tiba, keduanya di kejutkan dengan suara teriakan yang terlalu bersemangat.


"Kakak ipar!!" Seru Gerson yang sedari tadi menunggu dua orang itu langsung menyambut mereka.


"Kakak ipar! Aku sangat senang bertemu dengan kakak ipar!" Seru Gerson merasa begitu senang.


Tetapi pria itu melototkan matanya saat melihat Christian mengabaikannya dengan menoleh merangkul Loren.


"Apa kau lelah? Ayo beristirahat sekarang," ucap Christian menatap Loren.


"Ya, ayo istirahat," ucap Loren sambil melangkah bersama suaminya meninggalkan Gerson.

__ADS_1


"Hei tunggu!" Seru Gerson mengejar kedua orang itu.


Tetapi, dia langsung di cegah oleh beberapa pengawal.


"Tuan dan Nyonya ingin istirahat," ucap salah satu pengawal yang menahan Gerson.


Gerson terdiam di tempatnya, 'Apa yang salah? Mengapa kakak ipar mengabaikanku?' pikirnya dalam hati.


"Lain kali, jangan mengabaikan Nyonya, Tuan paling benci terhadap orang yang melukai hati istrinya," tiba-tiba sebuah suara dari belakang mengagetkan pria itu.


Begitu berbalik, Gerson melihat seorang pria berpakaian rapi mendekat ke arahnya, adalah Andreas.


Gerson langsung , "Begitu? Hah,,, ternyata kakak ipar memang sangat bucin pada sepupu terakhir!" Ucap Gerson mengangguk-angguk.


"Sebaiknya kau Hati-hati berada di rumah ini." Andreas kembali mengingatkan Gerson lalu berbalik meninggalkan pria itu.


Gerson menatap kepergian Andreas, "Orang-orang di sini cukup aneh!' pikirnya dalam hati memperhatikan sikap Andreas.

__ADS_1


__ADS_2