Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#125. Chataline Datang


__ADS_3

Area persawahan yang luas berangsur-angsur menjadi ramai kala satu per satu kru telah datang ke tempat itu. 3 perempuan yang duduk di bawah pohon mulai kepanasan sebab matahari yang mulai meninggi.


"Hah,, ini baru pukul 10 pagi dan matahari sudah sangat terik. Gerah sekali berada di sini," gerutu Rika menyeka keringatnya yang sedari tadi terus bercucuran.


Mereka tidak terlalu beruntung karena hari itu matahari dengan cepat meninggi dan mereka yang datang menggunakan baju tebal akhirnya menjadi semakin gerah di bawah terik matahari.


"Salahkan pohon ini, kenapa dia tidak menumbuhkan banyak daun??!" Siren tidak tahu harus menyalahkan siapa jadi dia hanya bisa menyalahkan pohon tempat mereka bernaung.


"Tapi Kenapa juga Catalina belum datang? Katanya jam 10, Sekarang sudah jam 10 lewat!!" Kesal Rika sembari mengipas lehernya yang sudah dipenuhi keringat.


"Tunggu lah di sini, aku akan pergi menanyakannya." Kata Loren lalu perempuan itu segera berdiri meninggalkan Siren dan Rika.


Rika mamandangi Loren "Dia mau-mau saja ke sana, lihat lumpur itu,, heu,,, aneh sekali mereka syuting di tempat seperti ini." Gerutu Rika.


"Kau benar, kalau aku jadi mereka aku tidak akan menerima tawaran syuting di tempat ini...!!! Kotor sekali!" Siren mengejek.


Loren berjalan ke arah lokasi syuting yang tak jauh dari mereka, ia mencari pria gemuk yang tadi berbicara dengan mereka dan menemukan pria gemuk itu sedang berdiri mengatur beberapa furniture yang digunakan untuk syuting.


"Halo," Loren mendekati pria gemuk itu.


"Ya, ada apa?!" Pria gemuk itu menjawab dengan acuh tak acuh sebab dia terlalu fokus pada pekerjaannya.


"Maaf, saya ingin bertanya, jam berapa pastinya Nona Catalina akan datang?" Tanya Loren.


"Itu,," pria gemuk Itu tampak berpikir sesaat lalu melanjutkan "Mungkin satu jam lagi." Ucapnya.


"Ahh, baik, terima kasih." Kata Loren lalu segera mundur menjauhi pria gemuk itu dan berdiri menatap orang-orang yang sedang sibuk pada pekerjaan mereka masing-masing.


"Adegan berikutnya..!!!" Seorang asisten sutradara berteriak memanggil beberapa artis yang duduk di dalam tenda.


Segera beberapa orang artis keluar dari tenda lalu berjalan ke area sawah dengan gaun yang menyapu tanah.


Gaun gaun yang indah itu kini kotor oleh lumpur yang mereka injak, beberapa artis bahkan berjinjit merasa jijik pada lumpur yang menyentuh kaki mereka.


"Ah..!!" Tiba-tiba seorang perempuan terjatuh karena tersandung oleh gaunnya sendiri.


"Nona Helen,," seorang perempuan lain berlari ke arah perempuan itu dan menolongnya namun sayangnya gaunnya telah robek.


"Gaunnya robek!!"


"Bagaimana ini?!!"


"Carikan gaun lain..!! Cepat!!!"


"Tidak ada lagi gaun yang sesuai, itu satu-satunya gaun terakhir yang kita punya!"

__ADS_1


Semua orang menjadi panik karena gaun tersebut sudah robek dan tidak bisa lagi dikenakan, sementara proses syuting harus terus berlanjut karena mereka sedang kejar jam tayang.


"Cari solusi, cepat...!!!!" Sutradara berteriak dengan keras sembari melemparkan naskah di tangannya lalu pria itu berdiri meninggalkan lokasi syuting.


Perempuan yang gaunnya telah robek kini berjalan kembali ke tenda dan melewati Loren.


"Kak Helen hati-hati.." asisten Helen mengikuti Helen dengan sangat cemas sembari mengangkat ekor gaun yang telah kotor oleh lumpur.


"Jangan,, jangan pegang sepeti itu, nanti gaunnya makin robek,," Loren mendekati sang asisten dan membantu asisten itu mengangkat ekor gaunnya.


"Ahh, begitu ya..." Asisten itu kemudian mengikuti cara Loren lalu kedua perempuan itu membantu Helen berjalan ke arah tenda.


"Terima kasih ya..." Kata Helen pada Loren saat dia melihat pakaian Loren terkena lumpur sebab membantunya mengangkat gaunnya.


"Tidak masalah," jawba Loren tersenyum ramah.


"Aduh Kak Helen... Bagaimana ini? Kalau kita menunda proses syutingnya untuk menunggu gaun lain lagi maka jam tayangnya tidak akan terkejar. Juga, Kak Helen masih punya syuting pukul 5 nanti. Waktunya tidak akan keburu." Sang asisten berkata dengan sangat cemas sembari memperhatikan gaun robek yang masih menempel di tubuh Helen.


"Bagaimana lagi, ini salahku karena tidak memperhatikan gaunnya." Ucap Helen menghela nafas.


Loren memperhatikan gaun yang dikenakan Helen dan teringat akan satu gaun yang ia desain.


"Nona Helen, Bagaimana kalau saya meminjami nona Helen gaun kami? Mungkin tidak sama dengan ini, tapi saya yakin konsepnya tidak beda jauh." Tanya Loren dengan ahti-hati.


"Ya,, tapi gaun yang saya punya tidak seterkenal merek gaun yang Nona Helen kenakan sekarang. Saya dari perusahaan yang baru didirikan dan--"


"Tidak perlu dijelaskan lagi, biarkan aku melihat gaunnya." Ucap Helen.


"Benarkah? Kalau begitu saya akan mengambilnya." Ucap Loren lalu perempuan itu tersenyum meninggalkan Helen untuk mengambil beberapa gaun yang sedang dijaga oleh Rika dan Siren.


"Bagaimana?" Siren langsung bertanya pada Loren saat melihat Loren datang dengan senyuman terukir di wajahnya, pastilah kabar baik.


"Beri aku gaun itu," ucap Loren pada Rika yang sedang memegang sebuah gaun dengan ekor yang panjang.


"Ini?" Rika menyerahkan gaun di tangannya pada Loren.


"Tunggu di sini, aku akan segera kembali." Ucap Loren lalu perempuan itu kembali berlari ke lokasi syuting dan menghampiri Helen.


"Ini dia gaunnya." Ucap Loren memperlihatkan gaun di tangannya pada Helen.


Helen sangat menyukai gaun Itu, tampak sederhana tetapi mewah, jadi dia langsung mengangguk "Baiklah, aku akan menggunakannya." Ucapnya.


"Terima kasih Nona Helen." Loren sangat senang, serial yang sedang di syuting hari ini adalah serial terkenal, jika salah satu pemainnya menggunakan gaun dari perusahaan mereka maka akan menjadi sebuah ajang promosi gratis yang akan menguntungkan perusahaan mereka.


Terlebih, Helen tidak kalah populer dengan Chataline, keduanya selalu bersaing menjadi nomor satu dan bisa dikatakan mereka memiliki posisi yang seimbang.

__ADS_1


"Berapa yang harus kubayar untuk gaun itu?" Asisten Helen kemudian bertanya setelah melihat Helen sudah pergi bersama beberapa orang untuk membantu Helen mengganti baju.


"Tidak perlu, cukup menggunakannya saja sudah membuatku senang." Ucap Loren tersenyum bahagia.


Kesempatan emas ini,, jauh lebih baik daripada menunggu Catalina yang malam memberikan janji palsu.


Lagipula Bukankah catalina belum tentu akan menggunakan gaun mereka.


"Ya sudah, kalau begitu sekali lagi terima kasih telah menyelamatkan kami." Kata Sang asisten itu Lalu dia pergi menyusul Helen untuk membantu perempuan itu mengganti baju.


Akhirnya Loren kembali menemui Siren dan Rika.


"Di mana gaun yang tadi?" Tanya Rika saat melihat Loren kembali dengan tangan yang kosong.


"Gaunnya sudah menemukan pemiliknya." Kata Loren yang merasa puas dengan pemakai gaun yang ia desain.


"Begitu ya... Siapa?!" Tanya Rika.


"Helen," jawab Loren.


"Apa?!!!" Siren dan Rika serentak berteriak karena terkejut.


"Helen?? Helen juga ada di sini?" Tanya Rika.


"Ya," jawab Loren.


"O astaga,, kalau tahu begitu harusnya aku tadi yang pergi kesana untuk mengecek." Rika menghela nafas dengan kasar, karena melihat jalan yang tampak kotor dia begitu malas untuk beranjak dari tempatnya.


Tapi sekarang.... Ahh kesempatan emas terbuang lagi!!!


"Sial..!! Harusnya tadi aku yang pergi ke sana." Siren juga ikut menggerutu, tetapi ketika dia melayangkan pandangannya yang kesal matanya langsung menangkap sesosok perempuan yang turun dari mobil.


"Hei,, itu Chatalina!! Dia sudah datang!!" Ucap Siren membuat dua perempuan yang ada di sisi-nya serentak mengikuti pandangan Siren.


Akhirnya, orang yang mereka tunggu tunggu datang juga.


Dengan segera lelah yang mereka dapat sedari pagi langsung menghilang digantikan kegembiraan mereka melangkahkan kaki ke arah catalina.


@Interaksi



#memang panas, soalnya otor tinggal di bawah matahari, bukan di bawah dosa...🤭


__ADS_1


__ADS_2