
'Dia,, jadi dia adalah gadis remaja itu?' pikir Christian terpaku melihat Loren.
"Apa yang kau sembunyikan?" Tiba-tiba suara Christian yang bertanya mengagetkan Loren hingga perempuan itu langsung berbalik dan melihat Christian sedang memandanginya, lebih tepatnya memandangi saku di mana dia menyimpan jepit dasi yang ia temukan.
"Ti,, tidak ada." Jawab Loren ketakutan sembari dia berdiri dan membungkuk pada Christian untuk menghindari pria itu melihat wajahnya.
"Mau memperlihatkannya sendiri atau aku mencarinya?!" Meski Christian berusaha bersikap tenang agar tidak menakuti Loren, tetapi pembawaannya yang memang tidak pernah bersikap baik pada seseorang membuat pria itu kesulitan.
Dia sudah menjadikan hal tersebut sebagai gaya hidupnya, jadi tiba-tiba melenceng dari gaya hidupnya akan membuatnya kesulitan.
"Tapi, saya tidak menyembunyikan apapun. Ini hanya jepit dasi buatan tangan yang terbuat dari bahan-bahan murah." Kata Loren dengan tangan gemetar nya mengeluarkan jepit dasi miliknya dan memperlihatkannya pada Christian.
"Jerit dasi itu adalah buatan tangan mu?" Tiba-tiba tanya Christian sembari memperhatikan jepit dasi di tangan Loren, jelas itu adalah jepit dasi miliknya yang ia dapatkan dari gadis SMP yang pernah menolongnya.
'Mengapa pria ini kembali bertanya? Apakah dia hendak merendahkan harga dirinya dengan mengurusi urusan seorang gelandangan?' pikir Loren dalam hati namun dia tidak berani membantah Christian.
__ADS_1
"I,, iya,, ini hanya jepit dasi biasa jadi Tuan tidak perlu merisaukan nya, saya juga tidak akan mengambil barang yang bukan milik saya!" Kata Loren dengan tegas karena dia takut kalau pria itu malah berpikir bahwa dirinya hendak mencuri sesuatu dari tempat itu.
"Kapan kau membuatnya?" Kembali tanya Christian membuat Loren semakin bingung dan gugup untuk menghadapi pria itu.
"Itu,, jepit rambut ini saya buat ketika saya masih remaja." Kata Loren dengan jantung berpacu cepat karena dia tidak yakin bahwa pria itu akan tertarik pada hal-hal sederhana seperti jepit dasi yang yang ia buat pada belasan tahun yang lalu.
"Berikan jepit dasi itu padaku." Kata Christian mengulurkan tangannya memberi tanda pada Loren supaya Loren meletakkan jepit dasi itu pada tangannya.
Loren yang melihat tangan Christian langsung mengangkat wajahnya dan menatap Cristian selama 1 detik lalu kembali menunduk.
"Mau memberikannya padaku atau tidak?!" Tanya Christian menguji Loren, kalau perempuan itu mengalah dan memberikan jepit dasinya maka mungkin saja jepit dasi itu bukan sesuatu yang berharga untuk Loren.
Namun, bila perempuan itu bersikeras dan melawan perintahnya hanya karena sebuah jepit rambut murahan maka Christian bisa menebak dengan sempurna bahwa jepit rambut itu adalah barang berharga untuk Loren.
"Tidak! Ini milik saya satu-satunya, kalau Tuan mengambil nya juga maka saya akan mati!" Kata Loren memegang erat jepit dasi di tangannya sembari berdiri dengan tubuh gemetaran.
__ADS_1
'Aku belum bertemu pria itu, jadi tidak mungkin aku menyerahkan jepit rambut ini ada Christian. Jepit rambut ini adalah satu-satunya barang yang bisa membuatku menemukan pria itu. Pria yang sudah membuatku memandang hidup dengan cara yang berbeda.' Pokir Loren dalam hati.
Sementara Christian yang melihat Loren bersikuku, pria itu mengepal erat tangannya dan mengatur giginya.
Dia merasa marah, marah pada dirinya sendiri yang tidak menyadari bahwa ternyata Loren adalah perempuan yang selama ini ia cari.
"Bodoh!" Tiba-tiba kata Christian lalu pria itu berbalik meninggalkan Loren sendirian.
Loren melihat kepergian pria itu sebelum bernafas dengan lega karena akhirnya Christian sudah tidak mengganggunya lagi.
"Aku tidak peduli Jika dia menyebut ku bodoh, yang penting jepit dasi ini masih bersamaku." Kata Loren dengan tatapan haru melihat jepit dasi di tangannya.
@Interaksi
__ADS_1
Helle,, mana mau juga Christian buang2 waktu buat reders kayak kalian,,??