
Loren menutup pintu apartemennya dan berdiri di belakang pintu sembari memegangi dada kirinya.
"Tenang Loren, ini hanya kebetulan,,, orang itu pasti bukan orang jahat." Katanya sembari menggesekkan telapak tangannya di pakaiannya sebab telapak tangannya telah penuh dengan keringat.
Setelah beberapa menit berdiri di sana menenangkan diri, akhirnya Loren merasa lebih baik.
Ia kemudian menatap pintu dibelakangnya dan memastikan kalau pintu itu sudah tertutup dengan sempurna..
Loren hendak meninggalkan pintu ketika terdengar suara pintu yang dibuka dari luar.
Biip!
Deg!
Deg!
Segera, wajah Loren menjadi sangat pucat.
Apakah pria yang tadi bertemu dengannya kini berusaha membobol apartemennya untuk melukainya?
Wajah Loren menjadi sangat pucat sembari menatap pintu di depannya, detik berikutnya pintu tersebut didorong oleh seseorang dari luar membuat Loren langsung melotot dan mendorong kembali pintunya.
Sayang sekali, kekuatannya benar-benar tidak sepadan dengan orang yang berada di balik pintu, jadi dengan segera dia dikalahkan hingga orang itu masuk melihatnya.
"Ada apa?" Tanya Christian memperhatikan Loren yang masih berusaha mendorong pintu.
Mendengar suara yang sangat familier, Loren mengangkat wajahnya dan melihat pria yang datang ternyata adalah kekasihnya.
Air mata yang sedari tadi ditampung di kelopak matanya langsung berderai di pipinya saat ia memeluk Cristian dengan erat.
"Apa yang terjadi?? Mengapa menangis?" Tanya Christian dengan panik.
Nafas Loren tersengal membuat dadanya naik turun tetapi perempuan itu tetap memeluk Cristian dengan erat.
Melihat sikap perempuannya, Christian segera mengulurkan tangannya dan mengangkat Loren ke gendongannya.
Segera Loren melingkarkan kakinya di pinggang pria itu dan menyembunyikan wajahnya di leher Christian.
Ketakutannya perlahan hilang, tapi kekhawatirannya masih melingkupinya.
"Sudah,, aku di sini,," ucap Christian berjalan ke lantai atas.
__ADS_1
Christian duduk di pinggir ranjang dengan Loren masih tetap memeluknya.
"Aku di sini,," katanya menenangkan perempuan itu.
Loren mendengarkan Christian dan perlahan membuka matanya yang sedari tadi terpejam, ia mengangkat wajahnya dan menatap Christian.
"Tadi saya takut sekali," ucap Loren dengan suara pelan.
"Kenapa? Ada yang menakutimu?" Tanya Christian sembari mengulurkan tangannya menyeka sisa-sisa air mata Di pipi Loren.
Dia sangat cemas, tetapi dia berusaha menyembunyikan kecemasannya supaya tidak menambah ketakutan Loren.
"Saya bertemu seorang pria di dalam lift, jadi aku berpikir negatif sebab ternyata dia tinggal satu lantai dengan kita. Tadinya saya pikir dia lah yang datang untuk menerobos masuk ke apartemen jadi saya berusaha menahan pintunya, tapi ternyata itu adalah Tuan." Ucap Loren sesekali menghela nafas.
"Apa dia menyentuhmu?" Tanya Christian dengan panik.
Loren menggeleng "Tidak, dia hanya berkata 'Oh, kita tinggal di lantai yang sama,' lalu setelah aku menjawab dia tidak bicara apa pun lagi. Tapi aku hanya merasa takut karena liftnya sempit dan kami hanya berdua." Ucap Loren.
"Jadi begitu, aku akan mengatur supaya pria itu pindah dari lantai ini." Ucap Christian.
Awalnya dia sudah menyelidiki seluruh penghuni, tapi apartemen yang satu lantai dengan Loren belum di huni pemiliknya yang tinggal di luar negeri, jadi ia merasa aman.
"Eh? Tapi,, Bukankah tidak baik Kalau mengusir orang dari rumahnya? Lagi pula tadi saya hanya ketakutan sesaat saja, saya hanya berpikir kalau dia orang jahat. Hanya trauma kecil saja,," ucap Loren yang merasa tidak enak kalau pria itu harus pindah dari apartemennya karena dia.
"Aku hanya perlu menawarkan beberapa uang saja, tidak terlalu masalah. Yang lebih penting adalah wanitaku." Ucap Christian.
"Tapi saya tidak mau!! Tuan sudah terlalu banyak mengeluarkan uang untuk saya, kalau Tuan mengeluarkan uang lagi,, saya merasa tidak enak, lagi pula,, orang itu sepertinya tidak berniat jahat, tapi sayalah yang berpikir terlalu aneh. Tolong jangan lakukan itu,, saya akan merasa bersalah," Ucap Loren.
Dia selalu menanamkan tekad dalam hatinya untuk mengganti semua materi yang telah diberikan Christian padanya, tapi jika terus bertambah dari hari ke hari, kapan dia bisa mengganti semuanya?
Dia merasa terbebani setiap kali Christian memberikan sesuatu padanya, tetapi dia juga tidak enak menolak karena dia tahu pria itu sangat tulus padanya.
"Baiklah, tapi aku akan menyelidiki pria itu. Kalau ternyata dia bukan orang yang memiliki perilaku yang baik maka kau harus setuju kalau aku mengusirnya dari sini. Mengerti?" Tanya Christian.
"Iya," jawab Loren merasa lega.
Dia akan merasa sangat bersalah pada orang yang ditemuinya di lift kalau sebenarnya orang itu tidak berniat buruk padanya tetapi malah harus dipaksa Christian meninggalkan rumahnya hanya demi melindunginya.
...
Pada keesokan harinya, di kantor LC.
__ADS_1
Loren baru saja tiba di kantor dan terkejut melihat semua orang sedang berada dalam kepanikan.
"Ada apa ini?" Tanya Loren langsung membuat semua anggota tim desain melihat kearahnya.
"Kak Loren!!!"
"Nona Loren!!"
Semua orang melihat kearah Loren dengan wajah tegang mereka membuat Loren kebingungan di tempatnya.
"Ada apa?" Tanya Loren berjalan ke arah kursinya.
Mentari baru akan menjawab ketika pintu ruangan desain terbuka memperlihatkan Elman yang tergesa-gesa memasuki ruangan.
"Nona Loren, Tuan Andreas memanggilmu," ucap Elman.
"Ah,, baik." Jawab Loren yang masih berada dalam kebingungannya lalu perempuan itu segera berjalan mengikuti Elman meninggalkan para anggota tim desain yang melihat ke arahnya dengan tatapan cemas.
"Hah!! Sudah kubilang! Dia pasti memiliki dendam pribadi yang sangat besar pada Kak Vionita hingga dia berani-berani menjiplak karya Kak Vionita!!! Sudah dari dulu aku mengatakan kalau dia tidak mungkin memiliki kemampuan yang sangat baik ketika dia bahkan tidak pernah duduk di bangku kuliah!!" Mia berkata penuh kemarahan dan dendam sembari menggertakan giginya menatap semua orang yang kini terdiam.
"Aku tidak percaya kalau Kak Loren menjiplak karya orang lain. Ini pasti salah paham,," kata Mentari.
"Hah! Terus saja kau bela dia, memang dari awal kalian selalu membelanya dan selalu menyudutkanku!! Tapi apa kalian pikir seseorang akan berbicara kalau mereka tidak melihat buktinya?? Jika Kak Vionita yang mengatakan bahwa Loren menjiplak desainnya, maka kalian pasti tidak akan mempercayainya!! Tetapi sekarang, yang mengatakannya adalah semua orang di internet!!!" Kata Mia sembari melihat ponselnya yang menampilkan banyaknya komentar orang-orang terhadap brand LC yang melakukan plagiat.
Siren juga ikut membaca komentar-komentar di internet lalu dia berkata "Sebenarnya aku sangat mempercayai Kak Loren, apalagi selama beberapa waktu terakhir dia sudah seperti pemimpin yang bisa diandalkan. Tapi melihat banyaknya orang yang mengatakan kalau desain nya adalah hasil plagiat,, mau tidak mau aku jadi merasa kalau berita ini memang benar."
Rika menghela nafas, "Hmm,, kau benar, kalau hanya ada 1 atau 2 orang yang mengatakannya maka aku masih bisa meragukannya, tetapi ini,,, ada ada ribuan akun yang mengatakannya." Ucapnya.
"Kalian benar,, sekarang banyak orang yang telah membatalkan pesanan mereka, mereka bahkan berkata kalau mereka akan membayar pesanannya tetapi tidak mau menggunakan gaun yang merupakan hasil plagiat. Bahkan Kak Helen yang menjadi duta untuk produk kita juga sedang dihujat oleh mereka." Ucap Megi memandang lesu pada layar ponselnya.
Bukan hanya LC yang mendapat kecaman karena tuduhan plagiat yang ditudingkan pada Loren, tetapi juga pada Helen, majalah A dan beberapa model lain yang memperagakan pakaian LC.
Semua terkena imbasnya!!!
@Interaksi
Haha.. otor ini galak-galak menggemaskan lho,,, awas nanti kepincut,, gak ada obatnya!!!!!
__ADS_1