
Setelah kepergian Mentari, Loren menatap Elman dengan rasa terima kasih.
"Terima kasih telah membantuku, lain kali aku pasti akan membalas bantuanmu." Ucapnya.
"Nona Loren tidak perlu khawatir, lagi pula sudah tugas saya untuk terus membantu Nona Loren sebagai calon nyonya besar saya." Jawab Elman membuat Loren tertegun di tempatnya.
Jadi inilah yang dipikirkan oleh semua orang tentangnya?
Calon nyonya besar Balthasar?!!
"Itu,, aku rasa itu,, Kau tidak perlu mengatakan hal seperti itu. Pokoknya, Terima kasih untuk hari ini." Kata Loren lalu perempuan itu bergegas meninggalkan Elman sebab dia tidak mau mendengar kata-kata aneh lagi dari mulut pria itu.
Lorent berjalan keluar dari kantor dengan hati yang terasa berdebar-debar setelah mendengar ucapan Elman.
'Calon Nyonya Besar,,, mengapa aku merasa tak percaya?' Loren baru akan menyetop sebuah taksi ketika sebuah mobil lain tiba-tiba berhenti di depannya.
Pintu mobil itu langsung terbuka memperlihatkan seorang pria yang sedang tersenyum ke arahnya.
"Ayo," kata Christian mengulurkan tangannya untuk membantu Loren masuk ke mobil.
"Terima kasih," kata Loren menerima uluran tangan Cristian lalu perempuan itu masuk ke dalam mobil.
Loren hendak melewati Christian untuk duduk di kursi lain ketika tangan pria itu tiba-tiba melingkar di pinggangnya dan menarik Loren hingga terjatuh di pangkuan Christian.
"Aku merindukanmu,,," langsung ucap Christian sembari membenamkan wajahnya di lekukan leher Loren dan mendaratkan sebuah ciuman kulit Loren.
"Ngg!!" Loren kegelian sembari menggeliat pelan, tetapi setelah beberapa detik Loren terdiam membiarkan Christian memeluknya.
Jantungnya berdegup kencang dan wajahnya terasa sangat panas, diam-diam Loren melihat kearah supir yang menyetir dan seperti biasa, pria itu menyetir seolah tidak terjadi apapun di balik punggungnya.
"Tuan,," ucap Loren setelah beberapa menit berada dalam posisi yang sama dan badannya sudah mulai terasa pegal.
"Hm?" Christian mengangkat wajahnya dan menatap Loren.
Melihat wajah Christian yang kelelahan, Loren menjadi tidak tega pada pria itu, ia mengulurkan tangannya dan kembali menarik kepala Christian supaya pria itu kembali bersandar padanya.
Tapi, Christian menolaknya dan pria itu memilih mempererat pelukannya pada Loren lalu berkata "Perkejaan hari ini melelahkan, Aku berharap kita cepat sampai di rumah supaya aku bisa tidur sambil memelukmu."
Supir 'Setiap hari pekerjaan tuan memang sudah seperti ini kenapa baru hari ini mengeluh lelah? Biasanya juga begadang selama berhari-hari tapi tidak pernah mengeluh!'
__ADS_1
"Tuan mau tidur di kamar saya lagi?" Tanya Loren dengan hati-hati.
"Hmm,, tidak, kali ini kita tidur di kamarku." Ucap Christian membuat pipi Loren merona lalu perempuan itu segera tertunduk menghindari tatapan Christian.
Wajah Loren yang terlihat malu-malu membuat Christian menjadi semakin gemas pada perempuan itu, tetapi dia tidak mau membuat Loren semakin malu jadi dia hanya mempererat pelukannya tanpa menggoda lebih lanjut.
Akhirnya setelah duduk di dalam mobil selama 10 menit mereka tiba juga di kediaman Christian.
"Tuan mau langsung makan atau mandi dulu?" Loren bertanya sembari mereka berjalan memasuki mansion.
"Kau yang atur," ucap Christian membuat langkah Loren sempat terhenti beberapa detik sebelum kembali berlari kecil mengejar Christian.
Dia sudah seperti seorang istri yang mengatur segalanya untuk suaminya, padahal mereka belum resmi menjadi sepasang suami istri masih berstatus sebagai sepasang kekasih.
"Kalau begitu sebaiknya mandi dulu supaya nanti lebih segar. Saya akan menyiapkan air untuk--"
"Jangan, aku bisa menyiapkan nya sendiri, kau kembali juga ke kamarmu dan mandi. Kita bertemu 30 menit lagi." Kata Christian pada Loren lalu kedua orang itu segera berpisah ke kamar masing-masing.
Setelah 30 menit, Loren selesai membersihkan diri di kamar dia keluar dari kamarnya dan terkejut mendapati Andreas berdiri di depan pintu kamarnya.
"Tuan Andreas," kata Loren yang tampak terkejut.
Tidak biasanya pria itu menemuinya, apalagi malam-malam seperti ini di luar jam kerja.
"Apa yang ingin kau bicarakan?" Sebuah suara yang tampak datar tiba-tiba menjawab dari belakang Andreas hingga Andreas dan Loren segera berbalik melihat Christian yang berjalan ke arah mereka.
"Tuan," Andreas langsung membungkuk 90 derajat pada Christian.
"Bagaimana kalau membicarakannya sambil makan malam saja? Kebetulan sekarang kami hendak makan malam." Usul Loren pada Andreas saat Andreas sudah berdiri dengan tegap.
Namun, Loren tidak tahu saja apa yang dikatakan loren5 seperti batu besar yang diletakkan di pundak Andreas.
Bagaimana bisa dia mengganggu makan malam perempuan itu dengan Tuannya?
"Tidak Nona, saya akan membicarakannya di lain waktu saja." Ucap Andreas.
"Begitu ya, tapi,, apa Tuan Andreas sudah makan malam?" Tanya Loren kembali membuat Andreas menggigit lidahnya sendiri sebab dia ingin sekali mengatakan pada Loren bahwa dia tidak pernah berniat mengganggu makan malam kedua orang itu!!
"Saya sudah makan malam." Jawab Andreas berbohong, jelas saja dia baru kembali dari kantor jadi di mana dia makan malam?
__ADS_1
"Ahh, begitu ya,," Loren mengangguk mengerti, dia tidak mau mempersulit pria itu lagi.
"Ayo pergi," kata Christian merangkul Loren lalu membawa perempuan itu meninggalkan Andreas sendirian.
Sembari menuruni tangga, Christian kemudian bertanya "Kenapa kau menawarinya makan malam?"
"Kenapa? Apakah tidak boleh makan malam bersama Tuan Andreas?" Tanya Loren dengan wajah polosnya.
Memang apa salahnya makan malam bersama Andreas? Lagipula mereka semua tinggal di kediaman yang sama dan terlebih Andreas juga memiliki hubungan yang dekat dengan Christian.
"Bukan tidak boleh, tapi dia sudah makan malam." Ucap Christian yang jelas tidak mau mengakui bahwa dia sedang cemburu pada perempuan itu.
Bagaimana bisa Loren mengajak Andreas makan malam bersama mereka? Sangat mengganggu!!
"Iya, tapi sekarang saya penasaran apa yang ingin dibicarakan Tuan Andreas dengan saya ya?" Kata Loren sembari menggembungkan pipinya menebak-nebak dalam hatinya tentang masalah apa yang hendak dibicarakan Andreas dengannya.
Melihat perempuan nya sedang memikirkan laki-laki lain di hadapannya, Christian segera dipenuhi rasa cemburu yang berlebihan.
Pria itu dengan kesal semakin mengeratkan rangkulannya pada Loren lalu menghentikan langkahnya hingga Loren hampir tersungkur sebab tubuhnya yang tertahan sementara kakinya terus melangkah di bawah.
"Ada apa?" Tanya Loren terkejut. Mengapa tiba-tiba berhenti?!
Christian menatap Loren, dia cukup gengsi untuk mengakui bahwa dia marah karena Loren membahas pria lain di depannya, tetapi kalau dia tidak mengatakannya perempuan itu mungkin akan terus membahasnya hingga membuatnya terus merasa kesal.
Jadi akhirnya Christian memeluk loren5 dengan erat supaya tatapan mereka tidak bertemu.
"Aku merasa sangat kesal kau terus membahas Andreas di hadapanku. Apakah dia jauh lebih menarik daripada aku?" Tanya Christian membuat Loren tercengang di pelukan pria itu.
Mereka baru membahas yang selama beberapa menit, bukan terus-menerus membahasnya!!!
"Maaf,, lain kali tidak lagi. Saya hanya akan membahas Tuan," ucap Loren menghela nafas.
Dia tidak pernah mau membantah ucapan Christian karena baginya Christian adalah orang yang selalu mengatakan hal yang benar.
Dia sangat mempercayai pria itu bahkan mempercayai pria itu lebih dari dia mempercayai dirinya sendiri.
@Interaksi
__ADS_1
Siapa juga yang mau melindungi orang gak jelas,,, melindungi anak tikus masih jauh lebih baik dari pada situ... he....