
"Jangan membela ibumu!! Yang harus kau lakukan sekarang adalah membujuk Kakak sepupumu agar dia mau menginap di sini malam ini kalau tidak kesehatan kakek tidak akan membaik!!!" Tegas Kakek Perry sembari menoleh pada perawatnya, ia memberi kode pada perawatnya supaya mengusir semua orang.
"Tapi Kakek,,"
"Ayah,,,"
Semua orang begitu panik, tetapi sang perawat langsung berkata, "Tuan tua ingin beristirahat, mohon semuanya keluar dari kamar." Ucap Perawat.
Loren berdiri dengan enggan melihat Kakek Perry yang sudah memejamkan matanya menandakan orang tua itu tidak mau lagi diganggu.
"Ayo," ucap Loren pada Christian lalu mereka berdua keluar dari kamar diikuti semua orang.
Begitu semua orang keluar, Kakek Perry langsung membuka matanya melihat perawat yang bersamanya.
"Keluarlah dan suruh mereka semua untuk membujuk Loren tetap tinggal. Aku tidak bisa membiarkan Loren meninggalkan keluarga Sinaga begitu saja, lebih baik menantu tak berguna itu yang pergi dari rumah ini daripada cucuku yang sudah kembali!!" Perintah kakek Perry dianggukin sama perawat lalu perawat itu keluar dari kamar.
Kakek Perry terdiam menatap langit-langit kamarnya, 'Seandainya aku tahu hari ini akan datang, maka aku tidak akan melepaskan Yohana atas masalah makam itu. Sekarang cucuku membenciku karena masalah ini,,, aku tidak punya pilihan lain selain berpura-pura sakit agar Loren mau tinggal di keluarga Sinaga!!' pikir Kakek Perry.
__ADS_1
Saat kakek Perry terus menyesali keputusannya maka di luar kamar, Yohana sudah tergeletak di lantai sembari menangis dengan keras.
"Semua ini karena Loren!!! Dia menghasut kakekmu agar dia mengusirku dari rumah ini!! Sekarang kalian lihat kan!! Inilah alasan perempuan ini seharusnya tidak berhenti kembali ke keluarga Sinaga!!" Teriak Yohana sambil merontah-rontah.
"Ibu,, jangan seperti ini, Ayo berdiri dan bicarakan ini baik-baik." Ucap Daniel dibantu Vionita memegangi Ibu mereka tetapi perempuan itu tetap tidak mau bangkit.
"Tidak!! Ibu tidak akan berdiri sampai kakekmu merubah keputusannya!!" Ucap Yohana.
Sang perawat yang melihat Yohana hanya bisa menghela nafas, "Tuan Tua sudah memutuskan dan nyonya harus meninggalkan kediaman ini. Atau kalau tidak, Tuan Tua mungkin akan semakin sakit memikirkan masalah yang terjadi di keluarga ini." Ucap perawat lalu melihat pada Loren, "Nona muda, Anda harus tetap tinggal di keluarga Sinaga jika masih mau melihat ketua dalam keadaan sehat-sehat saja."
"Ayah Ayo bawa ibu, kita bisa membawa Ibu ke apartemen lalu membujuk kakek agar membiarkan Ibu kembali ke rumah." Kata Daniel pada ayahnya.
Rama menghela nafas, memang tidak ada pilihan lain selain menuruti keinginan kakek Perry sebab orang tua itu sedang sakit dan mereka tidak mungkin membiarkan kakek Perry semakin sakit jika keinginannya tidak dipenuhi.
"Baiklah," ucap Rama lalu kedua pria itu menyeret Yohana.
"Apa yang kalian lakukan?!! Kalian akan membiarkanku tinggal di luar?!! Daniel!! Kau tega pada ibumu?!!" Yohana terus terisak sembari dipegangi Rama dan Daniel.
__ADS_1
"Ibu tennaglah,, ini hanya sementara saja, besok pagi jika keadaan kakek mulai membaik aku akan membujuk kakek supaya mengizinkan Ibu kembali ke rumah." Ucap Daniel.
"Tidak!! Selama perempuan itu berada di rumah ini, kakekmu tidak akan pernah berubah pikiran!! Kalian harus mencari cara agar Loren tinggal di luar!!" Ucap Yohana sambil menggertakan giginya karena merasa sangat marah pada Loren.
Sedikitpun dalam benaknya tidak pernah terpikir bahwa Loren akan kembali ke rumah ini dan membuatnya terusir dari keluarga Sinaga!!!
'Padahal, tadi ketika perempuan itu sudah keluar dari rumah aku pikir dia benar-benar akan meninggalkan keluarga Sinaga, tapi pria tua itu malah berpura-pura sakit demi mencegahnya pergi!!' ucap Yohana dalam hati meninggalkan kediaman Sinaga dengan langkah yang berat.
@Interaksi
Nah,, ini masalahnya,,, meski otor udah hamburin kemana-mana juga gak abis-abis tu uang, mau di bagiin ke kalian juga ntar kalian jadi pusing mikirin mau di apain tu uang.. Otor gak mau nambah beban kalian,,😁😁🤭
...
...
__ADS_1