
Pagi hari di kamar Loren.
Loren terbangun dengan kantong mata berwarna hitam sebab semalaman Dia menghabiskan waktunya membuat kerajinan tangan dari benang wol yang ia dapat dari petugas hotel.
"Mataku sangat berat.." ucapnya menatap ke arah jendela.
Sinar matahari yang masuk dari jendela membuatnya merasa sangat silau hingga dia kembali membungkus tubuhnya dengan selimut.
'Tidur 5 menit lagi!' Ucap Loren dalam hati sembari menutup matanya bersiap untuk melanjutkan tidurnya.
Tapi beberapa detik kemudian perempuan itu langsung duduk dan turun dari tempat tidur lalu berlari ke kamar mandi mencuci wajahnya.
'Aku harus menyelesaikan hadiah untuk Abimayu!' kata Loren dalam hati lalu dia bergegas menyelesaikan ritual kamar mandinya sebelum keluar dari kamar mandi.
Perempuan itu melihat meja yang berantakan karena perbuatannya semalam.
"Ini hanya tinggal membuat boneka nya saja. Harusnya ini sudah selesai kemarin tapi karena kemarin aku terlalu pusing memikirkan apa yang harus aku berikan padanya jadinya waktu untuk berpikir jauh lebih lama daripada waktu untuk membuat kreasi ini!" Keluh Loren pada dirinya sendiri lalu dia meraih jarum rajut dan benang wol.
Baru saja dia akan mengaitkan benangn di jarinya ketika bel kamarnya berbunyi.
__ADS_1
"Hah,, ada saja yang menganggu!" Kesel Loren seraya berdiri lalu membuka pintu kamarnya.
Perempuan itu terpaku di tempatnya saat melihat pria yang datang adalah Christian dengan Ransi berada di belakang pria itu.
'Apa yang dilakukan pria ini di depan kamarku?!' Loren menelan air liurnya karena segala sesuatu yang berhubungan dengan Christian adalah segala sesuatu yang membuatnya menderita dan membuatnya mendapat kemarahan dari pria itu.
"Tuan," sapa Loren dengan suara yang berat sembari menunduk sebab tak berani menatap wajah Cristian.
"Ayo sarapan bersama." Kata Christian membuat Loren langsung mengangkat wajahnya lalu menatap Ransi yang juga terkejut di belakang Christian.
'Apakah ini pagi hari di taman eden? Mengapa yang jahat berubah menjadi baik? Apakah kemarin malam malaikat Gabriel mendatangi iblis Christian lalu mengarahkan hati dan pikirannya ke jalan yang benar?' pikir Loren dalam hati dengan raut wajah bertanya pada Ransi.
'Astaga,, apa ini???! Apakah semalam raja iblis mengalami kecelakaan dengan tukang bakso hingga amnesia?' Loren benar-benar tidak bisa berpikir dengan jernih karena apa yang dilakukan oleh Christian.
Sementara Ransi yang memandangi kepergian dua orang yang sedang bergandengan tangan itu hanya bisa terpaku di tempatnya.
'Ada apa ini?!' pikir pria itu tak mampu berkata apapun dan hanya bisa membuka mulutnya tanpa bisa menutupnya.
Pria itu berdiri dengan mulut terbuka selama beberapa menit sebelum tersadar dan menyusul Christian dan Loren yang hampir masuk ke dalam lift.
__ADS_1
Namun, baru saja dia akan menyusul dua orang yang kini berada dalam lift ketika Christian memberinya tatapan mematikan.
"Lewat tangga!" Perintah pria itu membuat Ransi langsung berlari kearah tangga dan naik ke lantai 10.
"Astaga,, harusnya Aku menyiapkan tempat makan tuan Christian di lantai bawah." Gerutu Ransi sembari menaiki satu persatu anak tangga, ada 5 lantai yang harus ia daki dengan tangga!
Namun terlepas dari kelelahannya menaiki tangga, pria itu juga lelah berpikir dengan sikap Cristian yang tiba-tiba berubah di pagi hari.
Tapi, meski dia sudah memikirkannya berulang kali dia masih tidak bisa mendapat jawabannya jadi pria itu hanya berpasrah dan menunggu waktu menjawab pertanyaannya.
@Interaksi
Sadisnya otor karena gemas, marahnya otor karena sayang dan nyinyir-nya otor karena baper sama reder 😂ðŸ¤
.
.
__ADS_1