
Setelah berhasil keluar dari kediaman Bhaltazar, Loren terus berjalan dengan ingatannya yang telah terpotong.
Sementara Christian, pria itu mengikuti Loren dari belakang, sambil terus menjaga jarak.
Sebuah helikopter yang tak jauh dari mereka juga mengawasi pergerakan kedua orang itu.
Selain helikopter, ada juga kendaraan lain yang ditebar di beberapa tempat yang mengarah ke jalan yang akan dilalui oleh Loren.
'Astaga, bagaimana ini? Sejak pagi Dia belum makan apapun, bahkan air pun tidak dia sentuh.' Christian mengatup eret-erat giginya sambil mengikuti istrinya yang berjalan ke arah perkotaan.
Bahkan mata Christian menjadi memerah saat melihat kaki istrinya yang tidak menggunakan sendal kini berjalan di aspal yang panas, hingga membuat kaki tersebut tampak begitu lecet dan kotor.
Dan bukan hanya itu saja, matahari yang mulai terbit membuat Loren menggunakan kedua tangannya untuk menghalau matahari menyentuh wajah dan kepalanya.
'Istriku,, istriku,,,' ucap Christian dalam hati sembari menahan dirinya agar tidak berlari memeluk perempuan itu.
Dan akhirnya, setelah beberapa lama berjalan, Loren berhenti di sebuah pohon yang terletak di pinggir trotoar dan duduk di sana sambil mengipas-ngipas tubuhnya dengan kedua tangannya.
__ADS_1
Melihat itu, Christian langsung merogo ponsel dari kantongnya dan menyuruh seseorang untuk membawakan makanan bagi Loren.
Dan sambil menunggu, Christian akhirnya melihat orang suruhannya yang berjalan ke arah Loren dan meletakkan sebuah paper bag di samping Loren.
"Kami membagikan makanan gratis, silakan dinikmati." Ucap orang suruhan Christian langsung membuat Loren tersenyum dan mengambil paper bag itu.
"Terima kasih," ucap Loren tersenyum lalu dia segera membukanya dan mulai makan.
Perempuan itu bahkan tidak mencuci tangan, bahkan dia tidak menggunakan sendok yang ada di dalam paper bag itu, tetapi hanya menggunakan tangannya yang kotor dan makan begitu lahap seperti perempuan yang tak pernah makan.
'Apakah ingatan istriku kini kembali pada waktu ketika dia masih gelandangan di jalan? Itu sebabnya,,,' Christian menutup mulutnya mengingat pertemuan pertamanya dengan Loren yang tertabrak oleh mobil.
Maka begitu, Christian langsung mengambil ponselnya dan menyuruh seseorang untuk menghampiri toko tersebut.
Sementara Loren yang selesai makan, perempuan itu meletakkan kembali paper bagnya lalu dia duduk sembari menatap langit dengan cahaya matahari yang Begitu terik.
"Tunggu,, kenapa tanganku begini? Kenapa perutku???" Loren kebingungan melihat tangannya yang menjadi kurus sementara perutnya yang sangat besar.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, perempuan itu menutup mulutnya dengan kedua tangannya lalu dengan tatapan yang ketakutan dia melirik sekitar tempat itu, lalu dia beranjak ke belakang pohon dan duduk tanpa alas sambil memainkan ujung gaunnya.
'Dia bahkan belum mencuci tangannya setelah makan, sekarang mengelap tangannya yang kotor pada gaunnya.' Christian menelan air liurnya yang terasa pahit lalu pria itu bersandar pada tembok dengan rasa sakit dalam hatinya.
Namun pria itu terlalu takut untuk mendekati istrinya, jadi Christian hanya duduk di tempatnya sambil mengawasi istrinya yang terus duduk di bawah pohon.
Sementara di sekitar Loren juga setelah tersebar orang-orang Christian yang menjaga agar tak ada satupun orang yang lewat di trotoar tempat Loren duduk.
"Siapa itu??"
"Gadis cantik di sana....!"
"Ah,, dia sedang hamil."
"Tunggu!! Bukankah itu terlihat seperti desainer yang sangat terkenal itu?"
"Ah?? Kau bicara omong kosong apa? Mana mungkin seorang desainer malah berakhir duduk di jalanan seperti itu? Lagi pula, lihat dia, menggunakan gaun tidur, bahkan kakinya penuh dengan lumpur, seperti itu?!!"
__ADS_1
Orang yang lalu-lalang membicarakan Loren sambil tertawa-tawa membuat Christian menjadi sangat marah.