
Setelah diseretnya Radit dari kediaman keluarga Sinaga, kakek Perry Baru saja datang dia terheran-heran dengan apa yang terjadi.
Semua orang berbisik-bisik satu sama lain sembari kembali ke tempat duduk mereka.
"Apa yang abru saja terjadi?" Tanya kakek Perry pada Vionita, Christian dan Loren yang berdiri bersama.
"Kakek! Keluarga Bimantara kara baru saja mengalami kebangkrutan." Ucap Vionita.
"Apa?!!"
"Apa yang terjadi?"
Bagaimana bisa?"
Kakek Perry dan beberapa anggota keluarga Sinaga yang tiba di dekat Vionita langsung bertanya dengan rasa tak percaya mereka.
"Ya, entah Siapa yang disinggung oleh Radit, tapi Sepertinya itu bukan orang biasa hingga dia mengalami kebangkrutan dan beberapa orang datang menjemputnya untuk diberi pelajaran." Kata Vionita melirik Christian dan Loren.
__ADS_1
"Orang itu pasti orang besar dan berkuasa. Jika tidak, mana mungkin dia bisa membangkrutkan keluarga terpandang seperti keluarga Bimantara." Ucap Gerson merasa sangat terpukau dengan orang dibalik kebangkrutan yang menimpa keluarga Bimantara.
"Hm!!! Lalu Mengapa tadi semua orang berkumpul di sini?" Tanya Kakek Perry.
Vionita mendengus kesal, "Ini semua karena kekasih sampah tak berguna Loren. Dia membuat keributan dengan memukul wajah Tuan Radit. Seandainya Tuan Radit tidak mengalami kebangkrutan tepat ketika dia selesai memukul wajahnya, maka saat ini keluarga Sinaga pasti sudah disalahkan oleh keluarga Bimantara!" Ucap Vionita memandang marah pada Christian.
Jika peristiwa yang tadi hanyalah sebuah kebetulan maka bukan berarti jika suatu saat Christian membuat keributan lagi akan ada mukjizat yang menolong keluarga Sinaga seperti yang baru saja terjadi.
"Apa?! Kau membuat keributan di acara keluarga Sinaga?" Kakek Perry memandang Christian dengan tatapan kesalnya.
Vionita langsung berkata, "Melecehkan?!! Dia hanya menjabat tanganmu!! Mana ada yang melecehkan?!!" Ucap Vionita dengan kesal.
Loren membuang wajahnya dari Vionita, dia tahu tidak ada gunanya berdebat dengan perempuan itu karena apapun yang ia katakan pasti akan disanggah oleh Vionita.
Kakek Perry yang melihat kedua cucunya kembali bertengkar hanya bisa menghela nafas lalu pria itu mengalihkan pembicaraan, "Sudah, Jangan pikirkan masalah ini lagi, yang paling penting adalah acara hari ini harus terus berlanjut." Ucap Kakek Perry lalu pria itu berbalik meninggalkan seluruh keluarga Sinaga.
Gerson menatap kepergian kakeknya, "Kenapa kakek begitu? Cucunya hampir saja dilecehkan oleh seorang pria, tapi kakek hanya mengabaikannya." Ucap Gerson.
__ADS_1
Yohana tersenyum sinis, "Sebaiknya kau tidak terlalu mempercayai Loren, dia ini pembohong besar karena sudah dipengaruhi oleh kekasihnya!!" Ucap Yohana lalu menarik putrinya untuk menjauhi tempat itu.
Bianca mendekati Loren lalu memegang tangan Loren, "Jangan pikirkan ucapan Mereka, kami percaya padamu. Sekarang ayo kita duduk di sana, acara akan segera dimulai." Ucap Bianca dianguki Loren lalu mereka semua duduk mengelilingi salah satu meja bundar di ruangan itu.
Gerson melihat acara belum dimulai jadi pria itu menoleh pada Christian, "Kakak ipar benar-benar hebat, demi melindungi adik sepupuku kakak ipar bahkan berani memukul wajah seorang pria dari keluarga Bimantara. Sepertinya sepupuku tidak salah memilih seorang pria." Ucapnya merasa sennag.
Seorang pria yang dijuluki kekasih sampah berani memukul seorang pria dari keluarga terkemuka demi melindungi kekasihnya.
Tidak ada kekasih yang lebih baik daripada orang yang melakukan hal seperti itu.
Christian tersenyum tipis, pandangannya terhadap Gerson dan keluarga pria itu menjadi lebih baik, Dia bisa melihat ketulusan keluarga itu memperlakukan Loren, "Teeima kasih,"katanya.
Loren yang ada di samping Christian tercengang menatap pria itu, 'Apa katanya? 'Terima kasih'?'
Loren benar-benar tidak percaya bahwa suatu saat, selain dirinya, maka akan ada orang lain yang mendapat ucapan terima kasih dari Christian.
"Kakak ipar tidak perlu berterima kasih, justru akulah yang berterima kasih pada kakak ipar karena selama ini sudah menjaga sepupu yang menyebalkan itu." Ucap Gerson tersenyum.
__ADS_1