
Setelah berjam-jam membujuk istrinya tetapi Loren hanya diam saja sembari sesekali meneteskan air matanya, maka Christian akhirnya menyelimuti perempuan itu dan meninggalkan kamar dengan kepala yang hendak meledak.
Apalagi yang bisa ia lakukan ketika istrinya merajuk sampai tidak mau berbicara dengannya?
Pria itu sangat marah pada dirinya sendiri, sebab dia telah membuat istrinya tidak menyukainya lagi.
Maka dengan segera pria itu mengambil ponselnya dan menelpon Ransi.
"Tuan," Jawa Ransi dari seberang telepon yang bersiap untuk menerima perintah.
Tetapi pria itu sangat terkejut ketika bukan perintah yang ia dapat, melainkan Christian yang meminta pendapatnya menangani seorang perempuan.
"Istriku merajuk padaku karena aku tidak membiarkannya sendirian bertemu dengan teman-temannya, menurutmu apa yang harus kulakukan untuk membujuknya?" Tanya Christian membuat orang di seberang telepon terpaku kebingungan harus menjawab apa.
'Astaga, ternyata satu-satunya hal yang bisa membuat pria itu menjadi sangat cemas dan bahkan mencari solusi dari bawahannya ialah masalah tentang istrinya!!' pikir Ranai dalam hati sembari menghela nafas, lalu pria itu dengan hati-hati berkata, "kalau begitu, penuhi apa yang diinginkan oleh nyonya. Misalnya mendatangkan teman-temannya ke rumah atau--"
Tut tut tut...!!!
Panggilan tersebut langsung diputuskan sebelum Ransi selesai berbicara, lalu Christian dengan cepat menekan tombol ponselnya dan menghubungi Andreas.
"Tuan," jawab Andreas dari seberang telepon.
Pria itu merasa sangat aneh, karena setelah dia dipecat menjadi asisten pribadi Christian, maka Christian tidak pernah lagi menelponnya, tapi sekarang, secara tiba-tiba, pria itu kembali meneleponnya.
__ADS_1
"Hari ini juga langsung liburkan perusahaan selama 1 hari dan bawa seluruh kepala tim desainmu untuk datang ke rumahku!!!" Perintah Christian membuat Andreas begitu terkejut, sebab saat itu perusahaan mereka sedang dalam keadaan yang begitu sibuk, karena pesanan yang sedang menggunung.
Lalu tiba-tiba disuruh untuk meliburkan seluruh karyawan???
Gila!!!
"Tapi Tuan, saat in--"
"Liburkan perusahaan sekarang juga atau tutup perusahaannya!!!" Bentak Christian langsung diikuti nada suara panggilan yang diputuskan.
Tut tut tut.....
Andreas memandangi layar ponselnya sambil menghela nafas, lalu dengan berat hati pria itu mengambil teleponnya dan menyuruh asistennya untuk meliburkan seluruh karyawan di perusahaannya.
Maka begitu, kelima anggota tim desain langsung menaiki mobil yang disiapkan secara pribadi oleh Andreas, lalu mereka berangkat ke kediaman keluarga batasan.
Meski semuanya sangat senang, tapi mereka tidak berani berkata apapun karena Andreas sendiri yang menyetir mobil tersebut hingga mereka tiba di sebuah kediaman yang sangat besar megah dan luas.
"Wah.....!"
"Astaga...!!!"
"Woah!!!"
__ADS_1
Semua orang langsung tercengang melihat kediaman Christian yang begitu memukau di hadapan mereka.
Mereka bahkan perlu satu menit lebih untuk berdiri diam di tempat mereka demi menerima kenyataan, bahwa mereka sedang berkunjung ke sebuah kediaman yang tampak sangat luas, bahkan lebih luas dari kediaman presiden yang pernah mereka lihat di TV.
Melihat itu, Andreas hanya bisa menghela nafas lalu membiarkan semua orang menyesuaikan diri di tempat itu sebelum membawa mereka semua ke dalam rumah.
"Woh..."
"Apa itu belian asli?"
"Astaga,,... Rumah ini benar-benar mewah."
"Lihat itu!! Lukisan itu! Bukankah itu lukisan milik De Ananta? Lukisan termahal di dunia dipajang di sini!!!"
Semua anggota tim desain memperhatikan kediaman itu dengan hati yang tercengang-cengang membuat Andreas yang menuntun mereka hanya bisa tersenyum, tapi ia juga kebingungan karena tidak ada satupun pelayan yang berkeliaran di tempat itu.
'Ke mana semua pelayan? Bukankah mereka seharusnya menyambut tamu?' pikir Andreas dalam hati karena sedari dulu para pelayan selalu bersiaga untuk menyambut tamu yang datang ke kediaman itu.
Tapi kali ini, tidak ada satupun pelayan yang muncul, bahkan para pengawal yang terus berjaga di kediaman itu juga menghilang entah ke mana.
@interaksi
__ADS_1
Hahaha.... untung kamu bukan sala satu dari pelayan itu ya.. kira-kira kalo kamu jadi mereka, mau gak terus kerja sama Tuan Bhaltazar??