Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
S2. 63.


__ADS_3

Kinkan sangat terkejut saat ia menelpon kantor LC dan mengetahui bahwa Loren tak lagi menjadi desainer yang menangani desain gaun pengantinnya.


"Tapi kenapa? Bukankah Nona Loren sudah setuju?" Tanya Kinkan pada orang di seberang telpon sambil melirik ke arah Abimanyu yang sedari tadi fokus pada perkejaan.


Namun karena mendengar ucapan Kinkan, Abimanyu mengangkat wajahnya menatap Kinkan hingga tatapan mereka bertemu.


"Maaf sekali Nona, tapi hal ini karena Nona Loren memiliki halangan yang membuatnya tidak bisa menangani masalah desain gaun pengantin Nona. Tapi kami telah menyiapkan desainer terbaik kami untuk--"


"Aku tidak perduli!! Yang kuinginkan adalah desainer Loren!!! Kalau LC tidak bisa melakukannya, maka aku akan membuat kalian membayar denda atas hal ini!!" Ucap Kinkan penuh kemarahan.


"Mohon maaf Nona, tapi kontrak belum ditandantangani, jadi akan sulit bagi nona un--"


Tut tut tut....


Kinkan mematikan panggilan telpon itu dengan kesal.


Sementara Abimanyu, pria itu kembali menunduk menfokuskan diri pada berkasnya.


"Bagaimana ini? Desainer Loren tidak bisa mendesain pakaian kita, lalu bagaimana dengan pernikahan kita?" Tanya Kinkan pada calon suaminya.


"Undur saja," ucap Abimanyu dengan santai membuat Kinkan mengepal erat tangannya.


Selama ini dia tahu kalau pria itu tidak pernah mencintainya, tapi dia berusaha menyepelekan masalah itu dan tetap ngotot untuk menikah.


Sebab pikirnya, jika mereka sudah menikah, maka pria itu mau tidak mau harus berusaha mencintainya.


'Pokoknya aku harus membuat Loren kembali menjadi desainer ku!!' ucap Kinkan dalam hati.

__ADS_1


Perempuan itu lalu meninggalkan ruangan Abimanyu untuk menyegarkan pikirannya yang kalut.


Sementara Abimanyu, dia langsung memanggil Zilo ke ruangannya.


"Tuan," ucap Zilo saat ia sudah menghadap pada Abimanyu.


"Kau sudah menyelidiki desainer itu?" Tanya Abimanyu.


"Ya, tapi desainer itu langsung menghilang. Sepertinya dugaan Tuan benar," ucap Zilo merujuk pada dugaan Abimanyu bahwa Loren memiliki hubungan dekat dengan Christian.


"Selidiki semua hal yang berhubungan dengannya dan laporkan padaku dalam waktu 30 menit," ucap Abimanyu dengan tatapan menerawang jauh.


"Baik Tuan," jawab Zilo segera keluar untuk melakukan perintah Abimanyu.


Setelah 30 menit, pria itu kembali menemui Abimanyu.


"Tuan, ini data yang saya kumpulkan," ucap Zilo menyerahkan rekapan datanya.


"Terima Gerson bekerja di perusahaan kita," ucap Abimanyu dengan kilatan mata penuh kemenangan.


"Baik Tuan," jawab Zilo.


...


Di rumah Christian, Loren menyambut suaminya yang baru pulang bekerja, perempuan itu langsung membantu Christian melepas jasnya.


"Apa aku bosan di rumah?" Tanya Christian sambil memperhatikan Loren yang dengan lembut melepas jas Christian.

__ADS_1


"Tidak, aku ditemani Kak Marisa," ucap Loren melemparkan senyumnya pada Christian.


"Kalau kau bosan, kau bisa bilang padaku supaya aku mengajakmu ke kantor." Ucap Christian.


"Aku akan katakan," ucap Loren kini melepas dasi Christian.


"Hmm,," jawab Christian mengelus rambut Loren.


"Pergilah mandi, aku akan menunggumu di meja makan." Ucap Loren setelah selesai membantu pria itu.


"Ok," jawab Christian berlalu ke kamar.


Loren menyiapkan baju ganti untuk Christian sebelum turun ke meja makan.


Ketika dia menunggu di meja makan, ponselnya tiba-tiba bergetar.


"Halo?" Loren mengangkat panggilan itu.


"Hei,, sepupu, bagaimana kabarmu?" Tanya Gerson.


"Baik, bagaimana dengan kalian di situ?" Tanya Loren.


"Baik juga, dan aku punya kabar bagus untukmu, aku diterima menjadi CEO di sala satu perusahaan di situ. Aku akan ke situ dalam waktu dekat ini. Katakan juga pada kakak ipar kalau aku akan tinggal di rumah kalian." Ucap Gerson penuh semangat.


"Oh,," Loren menjawab sambil melirik suaminya yang sudah tiba.


"Siapa yang kau telpon?" Tanya Christian dengan wajah protektifnya.

__ADS_1


"Itu suara Kakak ipar? Cepat berikan ponselnya, aku ingin bicara," langsung ucap Gerson dari seberang telpon saat mendengar suara Christian.


Loren hanya menghela nafas lalu menyerahkan ponsel itu pada Christian, "Gerson ingin bicara denganmu," katanya.


__ADS_2