Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
S2. 123. Andreas berubah jadi pelayan


__ADS_3

Andreas mengantar seluruh ketua tim desain ke sebuah ruangan pertemuan yang biasanya digunakan untuk menerima tamu.


Setelah itu, dia berpesan pada semua orang untuk duduk menunggu, lalu pria itu pergi ke arah kamar Cristian dan Loren.


Tok tok tok....


Andreas mengetuk pintu kamar sembari berdiri menunggu penghuni kamar membuka pintunya.


Sementara dalam kamar, Christian masih duduk di kasur melihat istrinya yang terus saja meringkuk di bawah selimut seolah perempuan itu benar-benar tidak mau disentuh olehnya.


Jadi begitu mendengar suara ketukan pintu, Christian langsung mendekati istrinya dan memperbaiki rambut berantakan perempuan itu, "Itu pasti Andreas yang datang, dia datang bersama tim desain, Ayo pergi menemui mereka," ucap Christian membujuk istrinya.


Tetapi pria itu kemudian menghela nafas saat melihat Loren benar-benar tak bergeming dengan bujukannya, jadi Christian segera turun dari ranjang dan membuka pintu kamar.


"Di mana mereka?" Tanya Christian pada Andreas.


"Saya menyuruh mereka menunggu di ruang tamu yang biasa digunakan untuk menerima tamu. Tapi Tuan, Kenapa tidak ada pelayan di kediaman ini?" Tanya Andreas yang merasa bingung harus menyuruh siapa untuk melayani para tamu yang datang.


Sementara Loren yang mendengar percakapan dua pria itu langsung bangkit dari tempat tidur lalu perempuan itu dengan cepat masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


Christian langsung menyadari reaksi istrinya, jadi pria itu menatap Andreas, "hari ini kau bertugas untuk melayani mereka!!" Perintah Christian lalu menutup pintu membuat Andreas berdiri terpaku di depan pintu kamar.


CEO dari LC harus melayani kepala tim desain LC!!


Apa itu masuk akal?!!!!!


Andreas tidak bisa menerima dirinya direndahkan seperti itu, tetapi juga tidak mau membantah pria itu!!


Maka dengan berat hati Andreas turun menemui para tamu lalu menatap semua orang yang sedang berbincang-bincang kecil.


"Gio, ikuti aku!" Perintah Andreas langsung membuat Gio berdiri lalu mengikuti Andreas ke belakang.


Setelah beberapa saat, mereka berpindah topik membahas tujuan mereka diundang datang ke kediaman super mewah tersebut.


"Menurut kalian, apakah kita kemari karena Loren yang mengundang kita?" Ucap Megi yang menjadi orang pertama yang mengubah topik pembicaraan.


"Ah,, ya, Aku harap begitu, tapi aku berharap Kak Loren hanya datang sendirian, kalau ada Tuan Bhaltazar, aku merasa begitu tertekan bertemu dengannya." Kata Shireen yang merasa sangat gugup memikirkan Christian yang akan menghampiri mereka.


Tetapi setelah beberapa menit, akhirnya Loren benar-benar muncul dengan senyum semeringah, dan lebih baiknya lagi bahwa tak ada Christian yang mengawal perempuan itu.

__ADS_1


"Kak Loren!!"


"Nona Loren!!"


Semua orang langsung berdiri lalu mengelilingi Loren dengan perasaan gembira.


"Matamu kenapa?" Mentari bertanya dengan cemas sembari melihat mata Loren yang tampak bengkak.


"Hm,, ini karena aku kelilipan, jadi mataku membengkak dua-duanya," kata Loren berbohong.


Semua orang yang ada di situ jelas mengetahui bahwa perempuan itu berbohong, karena jika hanya kelilipan, tidak mungkin kedua matanya sampai bengkak seperti itu, tapi mereka tidak mau mendesak Loren untuk mengatakan yang sebenarnya jika perempuan itu tidak mau mengatakan nya.


Maka mereka semua duduk sambil berbincang-bincang dan semuanya langsung berhenti berbicara ketika dua orang pria datang bersama membawa baki di tangan masing-masing, baki yang berisi minuman.


'Hah? Apakah kedua lelaki ini sedang melayani kami?' semua perempuan itu memiliki pikiran yang sama sembari menatap Gio dan Andreas.


@interaksi


__ADS_1


Hm,, benarkah? mahluk yang takut sama kecoak ajah masa di bilang gak ada lawan?? kalo seandainya begitu, maka kecoak memiliki kekuasaan lebih tinggi dari manusia😭😭 dasar mahluk bumi, aneh2 ajah!!


__ADS_2