
"Kak Bian,, sepertinya kemarin malam aku kurang tidur, tapi aku yakin mereka pasti membawa bukti yang palsu." Ucap Vionita menelan air liurnya.
"Benarkah? Wajah Nona Vionita bukan pucat karena sebentar lagi akan ketahuan bahwa designer yang sedang naik daun ternyata melakukan plagiat pada designer yang baru saja debut?" Andreas kembali mencibir, Dia adalah orang yang telah berpengalaman dalam hal bisnis seperti ini.
Jadi cukup mudah baginya untuk menekan Vionita, mungkin perempuan itu akan mengaku sebelum buktinya diselidiki oleh tim digital forensik dari kepolisian.
"Apa yang kau katakan?!! Kalian pasti membawa bukti palsu, aku tidak yakin seseorang akan menempatkan CCTV di dalam ruangan di mana dia mendesain. Lagi pula desain itu,, benar-benar milikku!!" Ucap Vionita kini berteriakkeras pada Andreas.
"Oh ya? Kalau begitu kita akan melihat hasilnya." Ucap Andreas lalu pria itu kembali duduk dengan tenang.
Setelah beberapa menit, akhirnya seorang bawahan Axel memasuki ruangan.
"Bagaimana?" Tanya Axel.
"Maaf Tuan, perlu beberapa hari untuk mendapatkan hasil analisis rekaman CCTV tersebut karena saat ini tim forensik sedang disibukkan dengan sebuah kasus pembunuhan yang membuat mereka harus memeriksa banyaknya rekaman CCTV." Jawab sang bawahan.
Mendengar itu, Vionita bernafas dengan lega, masih Ada kesempatan baginya Untuk memanipulasi bukti tersebut!!
__ADS_1
Wajah Vionita perlahan-lahan membaik dan dia menenangkan dirinya sembari mempererat genggamannya di tangan Bian "Kak Bian percaya padaku bukan?" Tanya Vionita melihat Bian.
"Tentu saja,," ucap Bian mengulurkan tangannya mengusap kepala Vionita membuat Loren tersenyum jijik dengan kelakuan 2 orang di depannya.
"Saya rasa ada cara yang tepat untuk membuktikan siapa yang melakukan plagiat dan siapa yang diplagiat," tiba-tiba kata Loren membuat semua orang menoleh pada perempuan itu.
"Bagaimana caranya?" Tanya Axel.
"Bawakan saja kemari kertas putih dan pensil, kami berdua akan menggambar semua desain yang telah kami peragakan di panggung. Orang yang membuatnya pasti bisa menggambarnya dengan sangat detail, berbeda dengan orang yang melakukan plagiat, dia pasti tidak akan bisa menggambarnya dengan detail atau bahkan sama sekali tidak bisa menggambar!!" Kata Loren sembari tersenyum kearah Vionita.
"Benar!! Itu ide bagus, setidaknya ada beberapa puluh desain yang sudah ditampilkan di sana jadi orang yang bisa menggambar semuanya pastilah desainer yang asli." Ucap Axel memberi kode pada bawahannya agar pergi melakukan apa yang dikatakan oleh Loren.
Kembali, Vionita berada dalam kepucatannya.
Dia pikir hanya karena reputasinya maka dia bisa membuat LC bertekuk lutut di hadapannya sebab mereka hanyalah perusahaan baru.
Tapi Siapa yang menyangka kalau selain memiliki rekaman CCTV, Loren juga akan mengusulkan untuk menggambar desain desain itu.
__ADS_1
"Tidak perlu khawatir, kau hanya perlu menggambarnya seperti yang kau lakukan saat membuat desain nya. Orang yang meniru tidak akan bisa membuatnya sama persis dengan aslinya," ucap Bian menenangkan Vionita saat melihat perempuan itu tampak sangat pucat dan gugup.
Pria itu berpikir bahwa karena Loren sudah menyiapkan semuanya maka perempuan itu bisa tampak baik-baik saja karena sudah berlatih menyambut hari ini.
Tetapi Vionita, perempuan itu pasti sangat terkejut karena tidak menduga Loren akan melakukan plagiat pada karyanya.
Padahal mereka dulunya adalah sepupu yang saling menyayangi, tetapi sekarang mereka sudah berubah menjadi musuh yang saling menggigit satu sama lain.
Vionita terus berada dalam kepanikannya hingga asisten Axel kembali memasuki ruangan membawa kertas dan peralatan desain.
"Nah silahkan, setidaknya buat saja lima desain seperti yang sudah kalian tampilkan di panggung. Dengan begitu kita bisa melihat siapa yang lebih detail menggambarnya maka dialah yang merupakan desainer aslinya." Ucap Axel.
Bian membantu Vionita mengambil kertas untuk Vionita.
Tetapi begitu memberikannya pada Vionita, Vionita tampak gemetaran memegang kertas itu dan bahkan saking gemetaran nya sampai kertas itu terdengar berbunyi di tangan Vionita.
Sekejap semua orang memperhatikan Vionita yang berada dalam kegugupannya.
__ADS_1