
Ketika Yohana berpikir tidak ada yang akan menemukan buktinya maka saat ini Christian sedang menarikan jarinya di atas layar ponselnya.
Loren yang duduk di sampingnya mengintip layar ponsel pria itu lalu mengerutkan keningnya.
Christian sedang mengetik pesan pada seseorang.
*Bawa pria itu ke keluarga Sinaga.*
Kirim.
Begitu selesai dikirim, Loren menatap kakeknya yang sedang berusaha mengambil perhatian Bara lalu mendekat ke arah Christian.
"Pria Siapa yang kau maksud?" Tanya Loren sembari berbisik di telinga Christian.
"Kau akan tahu nanti." Ucap Christian.
Loren hanya mengangguk tersenyum, karena kekasihnya sudah mendatangkan seorang Bara Andirson ke kediaman keluarga Sinaga, maka dia yakin kalau Christian tidak akan membuat rencana yang setengah-setengah dan pasti akan menuntaskan masalah ini.
Memikirkan hal itu, perasaannya menjadi lebih hangat lagi sembari ia mengulurkan tangannya menggenggam tangan Christian.
Mereka terus menunggu hingga waktu 30 menit telah habis.
__ADS_1
Seluruh anggota keluarga Sinaga kembali dengan jantung berdegup kencang karena tidak bisa menemukan orang yang telah menyebarkan foto.
'Sial!! Haruskah keluarga Sinaga berakhir seperti ini? Paling tidak jika keluarga Sinaga harus bangkrut tunggulah sampai aku selesai menikah dengan Bian!!' pikir Vionita berjalan dengan wajah pucatnya ke arah ruang keluarga.
Sementara Gerson, ia menarik ayahnya ke belakang Lalu berkata, "Sebaiknya Ayah katakan saja kecurigaan Ayah pada tante Yohana. Lagi pula, Siapa lagi yang bisa melakukan hal mengerikan seperti ini kalau bukan dia?" Ucap Gerson yang sedari dia pulang ke keluarga Sinaga dia terus melihat bagaimana sikap perempuan itu sangat menjengkelkan.
"Kita tidak punya bukti apapun, Tuan Andirson tidak akan mempercayai kita jika tidak ada bukti." Ucap Davin pada Putranya.
"Bukti?" Gerson berpikir sesaat lalu kembali menatap ayahnya, "Ayah duluan ke sana, aku akan menyusul sebentar lagi." Ucap Gerson lalu pria itu berjalan pergi meninggalkan ayahnya.
Pria itu dengan cepat sampai di kamar Rama dan Yohana lalu membuka pintu kamar itu.
Ia hendak meninggalkan kamar Yohana ketika dia melihat ponsel yang tergeletak di nakas.
Pria itu menyimpitkan matanya sesaat lalu memutuskan untuk mengambil ponsel itu.
"Sial!! Orang tua ini pandai juga memasang kata sandi pada ponselnya!!!" Kesal Gerson berusaha mencari cara untuk membuka kata sandi ponselnya.
Sementara di ruang tamu, semua orang sudah berkumpul dalam kegugupan mereka saat melihat Bara tampak diam dengan ekspresi yang menakutkan setelah mengetahui bahwa tidak ada satupun dari mereka yang berhasil menemukan orang yang menyebar foto Vera.
"Loren,, ucapkan sesuatu," ucap Kakek Perry pada cucunya saat dia dengan gemetar menunggu Bara berbicara.
__ADS_1
Bagaimanapun, Loren adalah keponakan Bara, jadi seharusnya Loren bisa membujuk pamannya.
Tapi Loren kemudian menjawab, "Kakek jangan coba membujukku karena aku sendiri tidak terlalu dekat dengan Tuan Andirson."
Kakek Perry semakin cemas, ia kembali berkata, "Tapi, keluarga kita akan dihancurkan kalau--"
Kakek Perry menghentikan ucapannya saat Bara tiba-tiba berkata,"Sudah kuputuskan!! Hari ini akan menjadi akhir bagi keluarga Sinaga!! Kalian berani memfitnah sepupuku maka kalian semua akan di musnahkan dan--"
"Tunggu!!!" Gerson memotong ucapan pria itu dan berlari mendekati semua orang.
"Aku menemukan buktinya!!!" Ucap Gerson dan perlihatkan ponsel Yohana pada semua orang.
Saat itu juga, Yohana yang duduk bersama putrinya menatap Gerson dengan mata melotot.
Di ponsel itu terdapat foto Vera dan Bara!!
Kakek Perry sangat senang, "Cepat!! Cepat perlihatkan pada kami semua!!!" Serunya penuh semangat.
Gerson yang melihat Kakeknya hanya bisa mengatup erat giginya lalu mendekat pada Kakeknya.
Anggota keluarga Sinaga lah yang telah mempermalukan sepupu Tuan Andirson dan Tuan Andirson, tidakkah keluarga Andirson akan melenyapkan mereka setelah mengetahuinya?
__ADS_1