
"Kemana kakek?" Tanya Loren saat menyadari dia dan Daniel sudah lama berbincang tapi belum ada satupun orang yang muncul ke ruang keluarga.
"Kakek sedang minum obat. Sebentar lagi dia pasti akan kembali ke mari." Ucap Daniel.
"Begitu ya, Bagaimana kondisi kesehatan kaki akhir-akhir ini?" Tanya Loren.
Daniel hendak menjawab ketika sebuah suara dari belakang mendahuluinya.
"Kau masih ingat untuk menanyakan kondisi kesehatan kakekmu Sementara sudah bertahun-tahun kau meninggalkan rumah ini!! Pergi dengan seorang pria dan lupa untuk kembali?!!" Ucap Yohana sembari memandang jijik pada Loren.
"Ibu, jangan berbicara seperti itu," kata Daniel memohon pada ibunya.
Sepertinya Ibunya sudah lupa lagi bagaimana awalnya Loren bisa terperangkap di luar negeri selama bertahun-tahun.
"Apa yang dikatakan Ibumu itu benar, selama ini Loren menjalani hidup dengan baik di luar negeri dan melupakan keluarga yang telah membesarkannya selama bertahun-tahun." Rama berbicara sembari memandang Loren yang duduk dengan tenang.
"Paman, seharusnya sebelum berkata seperti itu Paman mencari tahu dulu kebenarannya." Kata Loren sembari menahan gejolak perasaannya mengingat bagaimana dia hidup sebagai gelandangan di luar negeri, sementara seluruh keluarga Sinaga ternyata malah menganggapnya hidup penuh kenikmatan.
__ADS_1
"Memangnya apa yang terjadi?" Tanya Daniel yang merasa bahwa Loren bukanlah pribadi yang akan meninggalkan keluarganya begitu saja.
Melihat hanya Daniel yang menanyakannya, Loren menghela nafas, tetapi dia mengeratkan genggamannya pada Christian lalu menjawab pria itu, "Sejak ketika aku ditinggalkan di pinggir jalan Aku tidak tahu harus pergi ke mana karena saat itu aku tidak punya kenalan di sana. Kedutaan luar negeri juga sangat jauh dari tempat itu jadi aku hanya bisa berkeliling di taman dan pinggir jalan lalu menjadi gelandangan selama bertahun-tahun.
"Untunglah beberapa bulan yang lalu Christian menolongku lalu dia membawaku pulang ke rumahnya dan memperlakukanku dengan baik. Hingga sekarang dia mengantarku kembali keluarga ini," ucap Loren sembari tersenyum ke Christian.
Daniel yang mendengar cerita tak mampu mengatakan apapun pada perempuan itu.
Bagaimanapun, yang menyebabkan Loren menderita di luar negeri adalah ibu dan adiknya, jadi dia merasa serba salah untuk menghibur Loren. Dia merasa sangat malu atas perbuatan ibu dan adiknya.
Tapi Vionita yang muak mendengarnya segera berkata, "Hah ibu,, Aku mau kembali saja ke kamar, aku malas dengan perempuan yang penuh muslihat." Kata Vionita hendak berdiri meninggalkan ruang keluarga ketika Yohana menahan tangannya.
Semua orang saling diam sampai akhirnya Kakek Perry keluar dari kamarnya lalu bergabung dengan mereka.
Kakek Perry duduk dengan perawat yang terus menemaninya di sampingnya, pria itu menatap semua orang di depannya lalu berkata, "Karena minggu depan seluruh keluarga sudah akan berkumpul di tempat ini, maka kakek memutuskan untuk mengadakan acara perjamuan. Maka kalian semua sebagai anggota keluarga harap bisa berbagi tugas untuk menyiapkan acara ini. Loren yang akan bertanggungjawab pada seluruh persiapan, yang lain mengikuti instruksi Loren."
Yohana menyipitkan matanya, "Apa?!! Ayah!! Bagaimana bisa tanggung jawab sebesar itu diberikan pada Loren? Loren masih terlalu muda untuk mengerjakan hal-hal seperti itu." Yohana langsung protes karena selama ini dialah yang selalu mengurus acara-acara seperti itu, mengapa sekarang diberikan pada anak kecil seperti Loren?!
__ADS_1
"Kau!! Masih belum puas kau berlutut di depan Loren?!!" Kakek Perry menggertakan giginya menatap menantunya.
Dia melakukan hal ini untuk membuat Loren merasa dianggap di keluarga Sinaga agar perempuan itu mau untuk tetap tinggal di keluarga mereka dan bukannya kembali ke luar negeri. ..
Asalkan Loren tinggal di kediaman mereka maka dia bisa menyingkirkan pria yang menjadi kekasih Loren lalu mencarikan seorang pria yang lebih bermartabat untuk Loren.
Lagi pula, saat ini Loren sudah sangat sukses jadi dia yakin banyak keluarga besar yang akan mengantri untuk menikahkan Putra mereka dengan Loren yang memiliki paras cantik.
Tapi Loren mengangguk, "Apa yang dikatakan tante Yohana itu benar, aku belum bisa mengurusi hal seperti ini, lagi pula aku dan Christian datang kemari hanya karena ada urusan bisnis, jadi kami akan sibuk untuk beberapa waktu depan.
"Lagi pula kami masih harus mengunjungi makam orang tuaku dan juga nenek, jadi,, sebaiknya masalah persiapan pestanya diberikan saja pada Tante Yohana." Ucap Loren membuat semua orang di ruangan itu terdiam mematung.
Akhirnya Loren mengungkit masalah makam orang tuanya!!!!
@Interaksi
__ADS_1
Otor sehat kok, cuma lagi pusing ajah,, ini uang otor udh gak muat di bank,, harus nyimpan dimana lagi ya biar aman gitu???