
Setelah rapat selesai, Loren langsung menyusul Andreas ke ruangan pria itu untuk berbicara dengan Andreas.
"Ada apa?" Tanya Andreas saat melihat Loren terburu-buru menyusulnya.
"Tentang pemecatan anggota tim desain, Saya ingin Tuan memberi saya waktu untuk mendisiplinkan mereka, kalau saya akhirnya gagal mendisiplinkan mereka maka saya berjanji bahwa saya akan memecat mereka tanpa sedikitpun keraguan." Ucap Loren.
Andreas langsung menghela nafas menatap perempuan yang terlalu baik hati di depannya.
"Meskipun ini adalah perusahaan yang didirikan Tuan Christian untukmu, tetapi aku tidak bisa membiarkan perusahaan ini berjalan dengan buruk karena kau terlalu baik hati pada orang lain. Tapi,, baiklah, kesempatanmu hanya satu kali." Kata Andreas.
"Baik, terima kasih Tuan," kata Loren sembari tersenyum lalu perempuan itu berpamit pada Andreas dan meninggalkan ruangan Andreas.
Loren kembali ke ruangan tim desain dan melihat semua orang masih sama seperti sebelumnya, tampak lesu sembari bermain ponsel di meja kerja masing-masing.
Hanya Gio saja yang menyapanya.
"Kak Loren,, Bagaimana hasil meetingnya?" Tanya Gio bersemangat.
"Bagus,, karyamu banyak yang terpilih. Peluncuran kedua juga akan meluncurkan 30 koleksi." Ucap Loren mengagetkan semua orang.
Merencanakan untuk meluncurkan 30 koleksi di saat perusahaan sedang merosot dan hampir ditutup?
Konyol!!
"Benarkah? Lalu Apakah kalian juga membahas mengenai penyelesaian masalah perusahaan?" Tanya Gio yang sangat ingin mengetahui sesuatu.
Loren duduk sembari berpikir, dia sudah menanyakannya pada Christian tetapi Christian bilang bahwa Loren lah yang akan menyelesaikan masalah itu sendiri.
Tetapi Loren bahkan tidak mengerti bagaimana dia akan menyelesaikannya, sedangkan dia tidak tahu cara untuk menyelesaikannya.
"Percayalah pada Tuan CEO," kemudian jawab Loren sembari tersenyum.
"Baiklah, aku akan percaya." Jawab Gio tidak meragukan ucapan Loren.
"Aku juga akan percaya,," sambung Siren.
"Sama, aku juga," ucap Megi.
"Aku tidak punya pilihan lain selain berkata bahwa aku percaya." Ucap Rika.
__ADS_1
"Kalau aku, aku percaya kalau LC akan segera bangkrut lalu aku akan segera bergabung dengan Kak Vionita!!!" Ucap Mia tersenyum.
"Ya,, aku juga akan percaya, tapi sampai aku melihat buktinya." Ucap Mentari menghela nafas.
"Terserah pada kalian saja," ucap Loren melihat jam tangannya lalu kembali melanjutkan ucapannya "Kalian masih punya waktu 2 jam untuk memikirkan tentang penyerahan surat pengunduran diri. Kalau kalian tidak menyerahkan nya dalam 2 jam maka setelah makan siang aku benar-benar tidak akan bersikap lunak lagi." Kata Loren mengambil berkas di mejanya lalu perempuan itu keluar meninggalkan ruangan tim desain.
Loren pergi ke ruangan Elman dan mendapati pria itu sedang berkutat di komputernya.
"Nona Loren, Apa yang bisa saya bantu?" Tanya Elman.
"Apakah kau sibuk?" Tanya Loren.
"Tidak,, ini hanya sedikit pekerjaan kecil saja, masih bisa di tunda." Jawab Elman.
"Begitu ya,, kalau begitu bisakah aku minta tolong agar membantuku mendatangani ini?" Tanya Loren menyerahkan sebuah berkas pada Elman.
"Hanya tanda tangan saja, tentu saja bisa, tapi saya harus memeriksa dulu isinya." Ucap Elman menerima berkas dari tangan Loren lalu pria itu membacanya satu persatu.
"Ini??" Elman mengerutkan keningnya sembari menatap Loren ketika dia selesai membaca isi berkas itu.
"Anggota tim desainku sangat sulit ditangani, jadi aku tidak punya pilihan lain." Jawab Loren sembari tersenyum membuat Elman mengangguk mengerti.
"Terima kasih," kata Loren mengambil kembali berkasnya lalu perempuan itu meninggalkan ruangan Elman dan kembali ke ruang tim desain.
Begitu tiba di sana, Loren bisa melihat suasana sedikit tegang, sepertinya semua orang sedang berada dalam ketegangan karena ancaman yang tadi ia katakan.
Tapi Loren tidak memperdulikannya, perempuan itu hanya meletakkan berkasnya di meja lalu mengambil tasnya dan meninggalkan kantor.
Karena 3 hari sudah berlalu maka wartawan yang menunggu selama beberapa hari sudah meninggalkan kantor sebab tidak bisa menemui Loren.
Jadi Loren dengan lancar meninggalkan LC lalu menaiki sebuah taksi ke kantor Christian.
"Tuan," Loren langsung menyapa Christian saat tiba di kantor pria itu.
"Kau datang satu jam lebih awal, Apakah tidak ada pekerjaan?" Tanya Christian meninggalkan pekerjaannya dan langsung berfokus pada kekasihnya.
Loren mendekati Christian yang duduk di kursinya lalu disambut pelukan hangat dari Christian.
"Meeting baru saja selesai, desain yang akan diluncurkan sudah dipilih jadi saya memiliki waktu senggang sampai jam makan siang selesai." Ucap Loren.
__ADS_1
"Begitu ya,, mau tidur bersama?" Tnaya Christian menggetkna Loren.
"Tuan tidak bekerja?" Tanya Loren melirik kemeja Cristian yang masih terdapat beberapa berkas yang menumpuk.
"Ini tidak buru-buru." Ucap Christian segera berdiri menggendong Loren ke ruang istirahat lalu keduanya naik ke tempat tidur..
Dalam pelukan Christian, Loren tersenyum menggosokkan wajahnya ke dada pria itu "Saya merasa seperti rubah betina yang menggoda pria kaya meninggalkan pekerjaannya." Ucapnya.
"Ha ha ha... Kau sangat lucu!" Kekeh Christian mempererat pelukannya pada Loren.
"Oya Tuan, Saya masih belum mengerti ucapan Tuan mengatakan bahwa saya sendirilah yang akan menyelesaikan masalah di LC. Padahal saya tidak melakukan apapun," tiba-tiba ucap Loren sembari mendongak melihat Christian.
"Tunggulah, Kau akan tahu ketika saatnya tiba." Ucap Christian mendaratkan sebuah ciuman hangat di bibir Loren.
Dia sudah memastikan bahwa gaun desain Loren yang dibawa oleh Adriana akan di pakai oleh salah satu model terkenal di acara Fashion week Los Angeles.
Jadi tentu saja hal itu akan menjadi sebuah gebrakan yang akan membangkitkan LC, dan Loren tentunya menjadi orang yang menyelamatkan LC sebab perempuan itulah yang mendesain gaun yang diperkenalkan oleh Adriana.
"Saya mengerti, tapi saya hanya tidak sabar saja melihat hasilnya karena Tuan benar-benar membuat saya penasaran." Ucap Loren sembari memperlihatkan wajah manjanya.
Melihat wajah Loren,, Christian tidak bisa menahan diri untuk tidak terjebak pada rayuan perempuan itu.
"Baiklah,,, kau berikan sedikit bocoran, aku pernah mencuri desain gaun mu yang kemudian akan menyelamatkan LC," ucap Christian mengagetkan Loren.
Mengapa sebuah desain yang dicuri oleh Christian malah akan menyelamatkan LC?
"Tuan bercanda lagi,," kekeh Loren kembali menyembunyikan wajahnya di dada bidang pria itu.
Dia merasa gemas pada kebohongan Christian, tapi juga merasa penasaran dengan ucapan pria itu.
"Aku tidak pernah bercanda!! Kau akan melihatnya nanti, bagaimana kekasihku yang sangat pandai itu menyelesaikan masalahnya dengan cara yang sangat menakjubkan." Ucap Christian sembari membelai rambut hitam panjang milik Loren.
Dia tidak bisa berhenti tersenyum ketika bersama Loren, dia merasa sangat bahagia dan merasa bahwa dirinya menjadi sangat sempurna ketika Loren ada bersamanya.
"Baiklah,, saya percaya apapun yang dikatakan Tuan kekasih saya,," jawab Loren tersenyum dalam pelukan Christian.
"Bagus!" ucap Christian mengecup puncak kepala Loren.
"Tapi Tuan,, bisakah Tuan memberi beberapa tips bagaimana caranya marah di depan bawahan? Saya mau terlihat tegas seperti Tuan," ucap Loren mengejutkan Christian.
__ADS_1
Kekasihnya mau belajar marah???