Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#307. Sayang, aku mencintaimu


__ADS_3

Vionita tersenyum puas saat melihat Loren akhirnya meneguk sedikit minuman yang ada di gelas itu.


Hanya sedikit saja tegukan maka obat itu akan langsung bereaksi dalam 3 menit.


'Rasain kau Loren, obat itu akan membuatmu melompat ke arah orang yang kau sukai dan akan mengatakan secara jujur perasaanmu padanya.' Vionita merasa tak sabar menunggu Loren mencampakkan kekasihnya dan malah memohon-mohon pada Bian agar pria itu menceraikannya dan memilih Loren.


Saat itu terjadi, semua orang akan melihat kebusukan Loren dan terlebih menganggap Loren sebagai perempuan gatal yang hendak merebut suami dari sepupunya sendiri.


"Loren, akhirnya kau datang juga di pernikahanku, aku begitu merasa bersalah padamu atas kejadian terakhir di mana ibuku sudah berbuat salah padamu. Mewakili Ibuku aku minta maaf kepadamu." Ucap Vionita dengan suara rendah hatinya.


Loren tersenyum, dia tahu permintaan maaf perempuan itu hanyalah sebuah kepalsuan.


"Tidak apa, lagi pula ibumu sudah mendapat balasan untuk perbuatannya." Jawab Loren mengingatkan Vionita akan ibunya yang kini menjadi tawanan di rumah PSK.


Vionita yang mendengar itu langsung mengepal erat tangannya dan mengatup erat-erat giginya karena merasa sangat kesal dengan Loren.

__ADS_1


'Tahan Vionita, sekitar 1 menit lagi sebelum obat itu bereaksi. Jadi kau tidak boleh menjauh dari Loren dan harus tetap di sini agar bisa melihat Loren yang tampak memalukan.' ucap Vionita dalam hati berusaha menahan dirinya agar tidak mencabik-cabik Loren.


"Loren, aku dengar kau ternyata berhubungan keluarga dengan Keluarga Andirson?" Tiba-tiba Bian bertanya pada Loren.


Loren melihat Bian sembari tersenyum, "Ya, ternyata paman Bara Andirson adalah sepupu ibuku," ucap Loren.


Mata Bian tampak bersinar mendengar itu, pria itu kemudian bertanya lagi, "Aku dengar grup Andirson membuka proyek besar yang bernilai 500 miliar rupiah. Ada banyak perusahaan yang mendaftar, aku dengar juga kalau perusahaan Sinaga berusaha mendapatkan proyeknya tapi sampai sekarang belum dihubungi. Keluargaku juga berusaha mendapatkannya, dapatkah kau--"


"Maaf, kalau kau menginginkan aku menggunakan koneksiku maka aku tidak bisa melakukannya, apa lagi kalau,,," Loren berhenti berbicara ketika dia merasa aneh dengan tubuhnya.


"Ada apa?" Tanya Christian melihat wajah loreng yang tampak pucat.


"Ak,, aku,,, a,," Loren merasakan jantungnya berdegup kencang dan hatinya berdesir. Dia sangat ingin memeluk Christian dan mengatakan pada pria itu bahwa dia sangat mencintainya.


Tetapi dia masih mempunyai sedikit kesadaran hingga mengingatkannya bahwa dia berada di tempat yang mengharuskannya menjaga sikap.

__ADS_1


"Ada apa Loren?" Tanya Vionita kini bersorak dalam hatinya.


'Dia pasti berusaha memalingkan wajahnya dari Bian karena tidak tahan untuk melompat ke arah Bian. Tapi tunggu 1 menit lagi, kau tidak akan bisa mengendalikan dirimu sendiri!' ucap Vionita dalam hati. Ia begitu senang, ia tak sabar menanti pertunjukan dari Loren.


"Adik sepupu, kau kenapa?" Vionita berpura-pura bertanya pada Loren diikuti semua orang yang tampak cemas melihat perempuan itu tampak sesak dengan keringat menghiasi wajahnya.


"Loren,," Gerson langsung mendekat untuk melihat perempuan itu.


Tetapi Christian tentu saja tidak mau kekasihnya disentuh oleh pria lain jadi dia langsung menatap Gerson dan yang lainnya.


"Aku akan membawanya pergi." Ucap Christian mengulurkan tangannya untuk membawa loreng ke gendongannya ketika dia terkejut Loren malah lebih dulu melempar ke arahnya.


"Sayang...!!! Aku mencintaimu!!" Ucap Loren langsung berjinjit mencium bibir Christian hingga mengejutkan semua orang.


Di tempat umum seperti ini.....?

__ADS_1


__ADS_2