Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#43. Pemilik penjepit dasi


__ADS_3

Setelah Christian meninggalkan ruangan, Loren terus membersihkan ruangan itu hingga selesai lalu dia keluar dari ruangan mendapati dua pengawal sedang menunggunya.


"Silakan itu ikuti kami." Kata salah satu pengawal lalu Ketiga orang itu memasuki lift dan turun ke lantai bawah.


Loren dan salah satu pengawal berhenti di depan hotel untuk menunggu pengawal yang lain mengambil mobil, jadi selama menunggu, Loren mengeluarkan penjepit dasi dari sakunya dan melihatnya dengan seksama.


'Aku harus menanyakan tentang penjepit dasi ini, tapi sepertinya Christian begitu marah padaku jadi aku tidak mungkin melakukannya hari ini. Tapi besok masih ada hari terakhir dari pesta ini, aku bisa mencari waktu luang untuk bertanya pada resepsionis hotel yang mungkin bisa membantu ku.' Pikir Loren dalam hati sembari mengelus mutiara plastik pada penjepit dasi.


Namun, tiba-tiba dia memikirkan sesuatu 'Tapi, kalau aku bertemu dengan pemilik penjepit dasi ini, apa yang harus kulakukan? Hanya berterima kasih dan selesai?' Loren kebingungan.


Saat ini Loren tidak memiliki sesuatu apapun, dia hanya memiliki dirinya sendiri dan sekarang hartanya bertambah lagi satu yaitu penjepit dasi yang ia temukan.


Mau membalas kebaikan orang yang sudah ia selamatkan di belasan tahun yang lalu pun dia tidak akan sanggup sebab sepeserpun uang tidak dimilikinya.


"Maaf," tiba-tiba seorang pria dengan jas serba putih mengagetkan Loren.


Loren langsung melihat kearah pria berjas putih itu dan berkata "Ada apa?"


Sang pengawal yang ditugaskan menemani Loren kini gelisah di tempatnya sebab mobil mereka belum tiba tapi musuh bebuyutan Christian sudah menyapa Loren.

__ADS_1


"Penjepit dasi tu, milik saya." Kata pria berjas putih itu mengejutkan Loren hingga Loren kembali menatap jepit dasi di tangannya.


'Astaga,,,' Loren kembali melihat pria berjas putih itu dan kebingungan harus mengatakan apa.


"Bisakah tolong kembalikan kepada saya?" Tanya pria berjas putih.


"Oh,, ini milik tuan, kalau begitu saya--"


"Tidak boleh!" Tiba-tiba pengawal yang bersama dengan Loren langsung menghalangi Loren untuk menyerahkan penjepit dasi itu pada pria berjas putih lalu mobil mereka segera tiba.


"Silahkan Nona," pengawal yang bersama Loren terlihat terburu-buru dan merangkul Loren ke dalam mobil.


"Tidak masalah, aku masih datang ke sini besok malam. Temui aku di lantai 15 nomor 3." Kata pria berjas putih dijawab anggukan Loren lalu pintu mobil segera tertutup dan mobil itu melaju meninggalkan hotel.


"Tuan, pertemuan diadakan 15 menit lagi. Silakan ikuti saya." Pengawal dari pria berjas putih menghampiri pria itu lalu keduanya kembali memasuki hotel.


"Hei,, Kenapa kau mengganggu perempuan itu? Dia tidak tidak terlihat seperti perempuan yang bisa menarik hatimu." Ucap seorang perempuan yang menyambut Abimayu di depan hotel.


"Aku tidak tertarik pada perempuannya aku hanya tertarik pada barang yang ia pegang." Jawab Abimayu berjalan dengan santai ke arah lift.

__ADS_1


"Penjepit dasi yang terlihat murahan itu? Dari kejauhan saja aku sudah bisa menebak kalau penjepit dasi itu hanya barang imitasi dengan kualitas rendah!" Kata Kinkan dengan raut wajah yang aneh karena merasa heran dengan kelakuan Abimayu.


"Kau tidak tahu apa pun. Oya, pernikahan kita sebaiknya diundur ke bulan depan. Aku masih harus menemui seorang sahabat lama di negara ini." Ucap Abimayu mengejutkan Kinkan hingga perempuan itu menghentikan langkahnya.


"Kau bodoh dan gila?! Undangan sudah disebar, bahkan gedung pernikahan kita sedang di dekorasi, Bagaimana bisa diundur lagi ke bulan depan?" Tanya Kinkan yang merasa geram pada Abimayu.


Meski pernikahan mereka hanya sebatas pernikahan politik, tetapi dia masih harus memikirkan reputasi keluarganya kalau pernikahan itu sampai ditunda padahal seluruh undangan telah dibagikan!


"Tapi aku tidak punya waktu di bulan ini." Jawab Abimanyu dengan santai.


"Memangnya apa yang akan kau lakukan dengan sahabatmu?" Tanya Kinkan kini menyusul Abimayu dengan langkah cepat karena kesal.


"Aku harus bersenang-senang." Ucap Abimayu membuat Kinkan ingin menertawakan dirinya sendiri.


Mengapa dia terjebak dengan pria seperti ini?!


@Interaksi


__ADS_1


Iya,, nanti otor coba tanya sama dokternya ya...


__ADS_2