Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#73. Menemui Marisa


__ADS_3

Setelah sarapan siap di meja, Loren dan Christian duduk bersama untuk sarapan.


Loren menghela nafas dengan gugup, dia takut kalau makanan yang ia siapkan tidak sesuai dengan selera Christian, karena bagaimanapun sudah berapa lama dia tidak menyentuh dapur. Apa lagi saat ini, yang ada di hadapan mereka hanyalah jus buah dan telur kukus sayur di tambah nasi kuning.


"Ini,, bolehkah saya memangambilkan nya untuk Tuan?" Tanya Loren dengan hati-hati sembari melihat kearah piring kosong di depan Christian.


"Tentu," ucap Christian menghilangkan kegugupan Loren lalu Loren segera menaruh nasi kuning dan menambahkan potong telur kukus ke piring Christian.


Dia pun mengisi piringnya lalu mereka berdua mencicipi masakan Loren.


"Bagaimana rasanya?" Loren bertanya dengan hati-hati pada Christian karena dia terlalu takut kalau masakan sederhana itu tidak sesuai dengan selera Christian.


"Enak." Jawab Christian lalu mengambil sepotong lagi menggunakan sendoknya dan mengarahkannya ke mulut Loren.


Loren tampak terpaku beberapa detik sebelum dia tersadar dan perlahan membuka mulutnya.


'Dia menyuapiku,,' Loren sangat tegang sampai-sampai tangannya kembali berkeringat tetapi dibalik ketegangan itu dia merasakan kegembiraan yang luar biasa.


Loren berusaha bersikap normal dengan fokus pada makanannya meski sesekali Christian menyuapinya hingga membuatnya sangat gugup bercampur senang.

__ADS_1


"Apa yang akan kau lakukan setelah sarapan?" Tiba-tiba tanya Cristian.


"Itu,, saya ingin bertemu Kak Marisa. Saya ingin mengucapkan terima kasih padanya." Ucap Loren menghentikan gerakan tangan Christian yang sedang memotong telur di piringnya.


Benar, dia sudah melupakan Marisa dan Andreas, padahal karena kedua orang itulah dia bisa bertemu dengan Loren.


"Aku akan pergi denganmu." Ucap Christian mengejutkan Loren.


"Tu,, Tuan mau pergi dengan saya?" Tanya Loren tak percaya.


Kalau pria itu pergi dengannya, kemungkinan besar pria itu akan tahu bahwa Marisa menyuruhnya untuk meluluhkan hatinya dan menikah dengannya.


Awalnya dia hanyalah seorang gelandang yang tak memiliki apapun selain lemak yang begitu menumpuk pada tubuhnya. Bagaimana mungkin menerima permintaan seperti itu?


"Iya," jawab Christian mengambil sepotong telur kukus dan mengarahkannya ke mulut Loren.


"Ah,," Loren menggigit telur kukus itu lalu kembali tunduk ke piringnya.


'Tenang saja, Kak Marisa pasti tidak akan membicarakannya dihadapan Tuan Christian.' pikir Loren dalam hati lalu dia melanjutkan makannya.

__ADS_1


Sesuai rencana mereka, setelah sarapan keduanya akhirnya pergi ke ruang medis.


Semua perawat dan dokter yang bertemu dengan Christian langsung memberi hormat pada dua orang itu, tapi mereka tampak sangat terkejut saat melihat tangan Christian menggandeng tangan Loren.


Begitu Christian dan Loren menjauh, semua orang mulai berbisik-bisik satu sama lain.


"Astaga,, Siapa perempuan cantik itu? Sungguh beruntung bisa menaklukkan hati Tuan Christian."


"Perempuan cantik seperti itu pasti memiliki keinginan besar untuk menjadi nyonya besar di sini, aku takut dia akan menguasai tempat ini dan menindas kita satu persatu."


"Tapi dari kelihatannya perempuan itu sangat baik dan polos. Dia tidak terlihat menggunakan make up!"


"Jangan percaya!! Justru wajah yang terlihat tidak menggunakan make up biasanya sudah menghabiskan banyak uang untuk operasi plastik di mana-mana! Wajah polos dan lugu biasanya yang paling berbahaya!!!"


"Benar juga,, kemungkinan besar dia hanya berakting demi mencapai tujuannya dan setelah mencapai tujuannya, kemungkinan sifat aslinya akan keluar." Semua orang menjadi sangat khawatir karena selama ini mereka memang jarang melihat Loren.


@Interaksi


__ADS_1


Kenapa cuma cowok yg di tuntut memahami wanita?? Kalian para wanita emang udah super peka ya??? Coba kalo peka pasti kasih otor tips 🤭🤭🤭


__ADS_2