Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#49. Pencuri yang tertangkap basah


__ADS_3

Christian menggendong Loren kembali ke kamarnya lalu membaringkan perempuan itu di ranjangnya.


Baru saja dibaringkan, Loren hendak bangun untuk melarikan diri dari Christian membuat Christian menekan bahunya supaya Loren tidak bergerak.


"Dokter akan segera datang, istirahatlah sampai dia tiba." Kata Christian membuat Loren mau tak mau melihat wajah Christian dan ternyata dia mendapati mata pria itu tampak tenang dan penuh cemas.


Namun, yang membuatnya terkejut ialah wajah pria itu sedikit pucat dengan sisa-sisa keringat masih berada di dahinya.


Loren langsung menurunkan pandangannya dan tidak berani lagi menatap mata Christian.


"Tu,, tuan,, Anda pucat." Kata Loren dengan tergagap beserta wajahnya yang terus memerah karena dia begitu malu seolah dirinya sedang memperhatikan pria yang sudah menghinanya berkali-kali.


'Dimatanya aku pasti semakin dilihat sebagai perempuan rendahan Karena dia sudah mengusirku dan mengataiku sebagai orang yang bodoh. Tapi saat ini aku masih bisa menghawatirkan nya. Apalagi sekarang aku berbaring di ranjangnya, mungkinkah dia merasa bahwa aku adalah wanita murahan yang sedang menggodanya.' pikir Loren dalam hati sembari menggigit bibir bawahnya.


"Kau memperdulikanku?" Tiba-tiba tanya Cristian sembari menatap pada bibir Loren yang tampak menggoda apalagi melihat bibir itu sedang digigit oleh pemiliknya sendiri.

__ADS_1


Bibir yang sudah ia rasakan...


"Aku,, saya,, hanya tidak mau kalau Tuan kelelahan karena sudah menggendong saya." Kata Loren dengan panik sembari memegang erat selimut yang berada di atas tubuhnya.


Jawaban Loren membuat Christian tersenyum dan mendekatkan wajahnya ke wajah Loren.


Loren sangat terkejut apalagi ketika dahi mereka saling menempel hingga hidung mancung Christian juga menyentuh ujung hidungnya.


Seluruh tubuh Loren menegang bagaikan busur yang ditarik dengan kencang dan mata perempuan itu tidak dapat menghindari tatapannya dengan Christian.


'Dia senang? Dia tersenyum? Ada apa dengannya?' Loren merasa sangat aneh, tidak ada hujan tidak ada ada badai tapi pria itu tiba-tiba berubah!


Loren tidak akan tercengang seandainya pria itu berubah menjadi monster yang lebih mengerikan dari hari sebelumnya, tetapi saat ini pria itu berubah dari monster mengerikan menjadi malaikat baik hati!


Melihat Loren ketakutan dalam kegugupannya, Christian akhirnya melepaskan perempuan itu lalu Christian berjalan ke arah kamar mandi membasuh wajahnya yang terasa panas.

__ADS_1


Pria itu berdiri di depan cermin memandangi wajahnya yang perlahan-lahan dialiri darah hingga warna pucatnya memudar.


'Trauma ku tidak kambuh lagi, ini semua berkat Loren. Sudah berapa kali perempuan itu menolongku dan sekarang aku sudah menyakitinya berkali-kali hingga dia selalu ketakutan denganku! Bahkan ketika aku tersenyum padanya dia malah terlihat takut melihat senyumku.' pikir Christian tertunduk lalu menatap keran yang masih meneteskan setitik demi setitik air.


'Perlahan aku akan membuatnya terbiasa.'


Setelah selesai mencuci muka dan berpikir lama di kamar mandi Christian keluar dari kamar mandi dan melihat ranjang telah kosong.


Perempuan yang ia baringkan disana sudah menghilang, jadi pria itu segera mencari Loren dan menemukan Loren sedang berdiri di depan kulkas dengan bibir mengerucut.


"Pria kaya itu memiliki banyak uang tapi dia tidak bisa mengisi kulkasnya! " Gerutu Loren menutup kulkas itu dan berbalik untuk kembali ke ranjang seperti tidak terjadi apapun.


Namun, baru saja dia berbalik dan pandangannya sudah bertemu dengan tatapan Christian.


Seketika Loren kembali menegang dan wajahnya semakin pucat karena dia terlalu takut pria itu akan memarahinya karena sudah lancang menyentuh barang-barang milik Christian.

__ADS_1


'Bagaimana ini? Padahal rencananya aku hanya akan minum seteguk saja lalu kembali berpura-pura seperti tidak terjadi apapun. Tapi sekarang,,' Loren seperti pencuri yang tertangkap basah.


__ADS_2