
Di belakang panggung, seorang pria yang sedari tadi tidur bersandar pada kursi nyaman kini membuka matanya saat seorang bawahannya datang menghampirinya.
"Sudah saatnya?" Tanya Christian menatap bawahannya.
"Ya Tuan," jawab sang bawahan diikuti Christian yang berdiri, dengan pria itu berjalan ke arah cermin.
"Perbaiki pakaianku," perintah Christian pada bawahannya diikuti sang bawahan yang kebingungan harus bagaimana memperbaiki pakaian Christian.
Padahal, pakaian pria itu sudah sangat rapi dan tidak ada sedikitpun kusut di sana karena kain yang digunakan benar-benar kain berkualitas tinggi sehingga tidak mudah kusut.
"Tuan, penampilan Tuan sudah sangat baik, saya yakin Nyonya pasti akan sangat senang berdansa dengan Tuan." Kata Sang bawahan.
"Hm,," Christian tampak berada dalam suasana hati yang baik, jadi pria itu memasukkan kedua tangannya di kantong celananya lalu berjalan keluar.
"Kita sambut Tuan Christian baltazar!!" Terdengar seruan sang pembawa acara ketika Christian sudah menaiki tangga dari belakang panggung.
Layar besar di belakang panggung perlahan-lahan terbuka memberi jalan bagi Christian untuk muncul ke panggung.
__ADS_1
"Astaga,, ini benar-benar Tuan Christian Bhaltazar!!"
"Ya ampun, jantungku!!!"
"Astaga,, tampan dan dingin, sangat sesuai dengan ceritanya!"
"Benar-benar keberuntunganku bisa berada di tempat ini dan melihat pria paling berkuasa itu. Ini mungkin pertama dan terakhirnya aku bisa melihatnya."
Semua orang berada dalam suasana hati yang tak karuan melihat pria yang kini berjalan ke panggung mendekati dua pembawa acara.
Meski dia sudah berlatih untuk menghadapi Christian, namun melihat aura pria yang tidak biasa itu, dia merasa seluruh tubuhnya bergetar dan urat-urat di tubuhnya begitu kaku untuk digerakkan.
'Bagaimana kalau aku melakukan kesalahan lalu pria itu menjadi marah padaku? Tidak...! Aku harus melakukannya dengan benar!!!' perempuan itu merasa sangat senang sekaligus menyimpan ketakutannya Jika dia melakukan kesalahan di depan Christian.
Sementara Christian, dia tidak memperhatikan dua pembawa acara itu, dia hanya melihat ke arah panggung dengan matanya yang berbinar menatap istrinya yang tampak bersinar dengan senyum yang menghiasi wajah perempuan itu.
"Percepat dansanya!" Ucap Christian pada dua pembawa acara tanpa menoleh pada kedua orang itu.
__ADS_1
Dia sungguh tak sabar melakukan dansa dengan istrinya.
Ucapan Christian langsung membuat dua pembawa acara merasa tegang karena tidak menyangka bahwa Christian Ternyata begitu antusias untuk berdansa dengan salah satu pemenang dari kategori terbaik pada malam hari itu.
"Ba, baik," jawab sang pembawa acara pria ketika dia akhirnya bisa memaksakan dirinya untuk berbicara.
"Hadirin semua, di sini sudah terdapat kotak yang berisi nama-nama pemenang kategori wanita pada malam hari ini. Tuan Bhaltazar sendiri lah yang akan memilih salah satu nama dari dalam kotak ini. Jadi di sini sungguh tidak ada manipulasi." Ucap sang pembawa acara.
"Bwnar sekali, Jadi silakan berikan dukungan untuk idola kalian terutama yang menonton siaran ini secara live,,," pembawa acara perempuan menghentikan ucapannya saat melihat Christian sudah mengulurkan tangannya mengambil salah satu kertas di dalam kotak.
'Astaga, Tuan Christian Bhaltazar benar-benar tidak sabar untuk berdansa di malam hari ini, sehingga dia langsung mengambil kertasnya tanpa diperintah.' pembawa acara itu menelan air liurnya merasa bahwa orang yang akan dipilih Christian begitu beruntung di malam hari ini.
Meski sang pembawa acara pria juga terkejut, namun dia berusaha mengendalikan situasi dengan cepat berkata, "Baiklah, Tuan Christian Bhaltazar silakan membuka kertas tersebut dan sebutkan nama yang terpilih." Ucap Sem.
Christian tidak menjawab apapun, pria itu hanya membuka kertas di tangannya lalu mengerutkan keningnya melihat nama yang tertulis di sana.
HERIYANI AKSAR.
__ADS_1