
Cahtaline duduk di ruang istirahat sembari mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja dengan pikiran yang jauh dari tempat ia berada.
Tak berapa lama, seseorang memasuki ruangan itu lalu duduk di depan Cahtaline.
"Sepertinya kau memiliki masalah besar?" Ucap Marina dengan suara yang terdengar memprovokasi sembari menatap Chataline.
Sayangnya, Chataline sama sekali tidak bergeming dengan kehadiran dan ucapan Marina, jadi hal itu membuat Marina menjadi kesal. .
Brak!!
Marina memukul keras meja hingga membuat Chataline kini menatap Marina dengan kekesalan di wajahnya.
"Cari mati?!!" Geram Chataline pada Marina.
"He,, Sepertinya kau memiliki sebuah masalah. Apakah masalahmu ada hubungannya dengan para pria tua?" Tanya Marina membuat Chataline sangat terkejut.
"Apa maksudmu?!!" Cahtaline berdecak kesal sembari mengepalkan tangannya memandang marah pada perempuan di depannya.
__ADS_1
"Oh,, aku hanya membicarakan tentang foto ini." Marina langsung mengeluarkan ponsel yang sudah dari tadi ia siapkan.
Perempuan itu lalu memperlihatkan sebuah foto Chataline yang dirangkul oleh seorang pria tua menuju sebuah kamar hotel.
Chataline begitu terkejut dengan foto tersebut, 'Apakah perempuan ini memiliki lebih banyak bukti dari sekedar foto itu?'
"Foto ini cukup untuk membuatmu dibenci oleh Tuan Christian Bhaltazar jika aku memperlihatkannya padanya. Bukan begitu Kak senior?" Tanya Marina sembari tersenyum provokasi Chataline.
"Apa yang kau ingin kan?!!" Cahtaline langsung bertanya sembari memandang Marina dengan kesal.
"Aku mau proyek dari IU." Ucap Marina.
"Ambillah," katanya dengan santai membuat Marina tampak begitu kesal.
'Kenapa dia begitu santai memberikannya padaku? Apakah dia pikir aku ini terlalu rendah hingga,,, tidak!! Aku tidak boleh berpikir seperti itu, lagi pula karena aku sudah memiliki foto ini di tanganku, maka kedepannya, berbagai pekerjaan yang diberikan pada perempuan ini akan menjadi milikku.' ucap Marina dalam hati berusaha memperbaiki suasana hatinya.
"Ok, kalau begitu aku akan menunggu kabar dari manajer Liu." Ucap Marina tak dapat tersenyum.
__ADS_1
"Ok," Chataline menjawab dengan santai sembari memperhatikan Marina yang sudah pergi meninggalkannya.
Baru saja pintu tertutup ketika Chataline langsung memukul keras meja di depannya.
'Sial!! Dari mana perempuan itu mendapatkan fotonya?' Chataline gemetaran memikirkan nasibnya yang akan hancur jika foto tersebut tersebar.
Perempuan itu menggertakan giginya sembari mencari jalan keluar.
"Tunggu, sepertinya aku punya ide!" Chataline tersenyum setelah ia memikirkan sesuatu dalam otaknya, lalu perempuan itu segera meninggalkan ruang istirahat.
Ia berjalan menuju lift dan bertemu Marina, terlihat Marina sama sekali tidak menghormatinya, jadi beberapa artis di tempat itu begitu terkejut saat mereka semua menunduk memberi salam pada Chataline, namun Marina dengan wajah yang terangkat berjalan melewati Chataline.
"Astaga,, model baru ini benar-benar mencari masalah."
"Model baru yang bersikap sombong hanya karena teman dari ibunya memiliki sedikit saham di agensi ini. Aku yakin beberapa waktu lagi dia akan ditendang dari agensi ini karena sudah menyinggung perempuan yang disukai oleh Christian Bhaltazar."
"Benar sekali, saat ini Kak Chataline mungkin membiarkannya, tapi lihat saja, sebentar lagi dia pasti akan mendapat getahnya"
__ADS_1
Marina yang mendengarkan itu hanya bisa tersenyum miring, ia tidak memperdulikannya.
'Dasar orang-orang rendahan, tidak tahu saja kalian kalau Chataline yang merupakan artis nomor satu di agensi ini pun sudah kubuat bertekuk lutut di hadapanku!!' ucap Marina dalam hati merasa menjadi orang yang paling beruntung di dunia.