Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#279. Pertemuan yang hancur


__ADS_3

"Semoga kakek tidak lupa dengan ucapan kakek, siapapun yang membiarkan mereka berdua makan makanan selain nasi putih dan air putih, maka akan menggantikan posisi mereka selama 1 bulan dikurung dan hanya diberi makanan nasi putih dan air putih." Ucap Loren mengejutkan semua orang.


Wajah Vionita dan Yohana langsung menggelap mendengar ucapan Loren.


Siapa yang menyangka kalau di hari pertemuan keluarga, Loren akan membahas hal seperti itu untuk mempermalukan keluarga mereka.


Apakah perempuan itu sama sekali tidak memperdulikan reputasi keluarga Sinaga di depan keluarga Maherson?


Seluruh keluarga Sinaga tak mampu berkata apapun, karena apa yang dikatakan Loren itu benar tetapi kemudian mereka terkejut saat Liana tiba-tiba berkata, "Kak Loren,, apakah itu benar?!! Kesalahan apa yang membuat mereka dihukum? Apakah karena masalah plagiat itu?!!"


Loren tersneyum," Ya,, masalah plagiat itu sudah dimaafkan dengan dia meminta maaf padaku sambil berlutut, tapi masalah yang lebih besar lagi membuatnya diusir dari rumah." Ucap Loren.


Liana melotot, "Apa?!! Bagaimana bisa masalah plagiat itu hanya diselesaikan dengan berlutut meminta maaf?? Sangat mudah!!!" Katanya kesal.


Dia sangat menggemari karya Loren, jadi Ketika menemukan karya itu di plagiat oleh Vionita dan perempuan itu hanya berlutut meminta maaf dia merasa sangat.

__ADS_1


Liana masih ingin berbicara ketika Bian melihatnya, "Liana, jaga sikapmu!" Perintah Bian.


"Maaf kakak, tapi dulunya kan kakak adalah teman dekat Loren. Apakah kakak tidak akan membela Loren? Bukankah keluarga Sinaga sangat tidak adil memperlakukan Kak Loren?" Ucap Liana membuat kakek Perry merasa sangat tersinggung.


Rita yang duduk di samping putrinya langsung melototi putrinya dan memegang tangan putrinya dengan erat.


"Jangan bicara lagi!!" Kata Rita pada Liana lalu melihat pada anggota keluarga Sinaga, "Kami minta maaf atas kejadian hari ini, sepertinya keluarga Sinaga perlu membicarakan masalah pribadi, Jadi kami akan pulang sekarang." Ucap Rita.


Semua keluarga Maherson berdiri kecuali Bian yang enggan untuk meninggalkan tempat itu tetapi dia tidak punya pilihan lain.


Danora manatap calon besannya, "Kami datang untuk membicarakan hal baik tetapi melihat hal seperti ini, sepertinya kami harus memikirkan lagi untuk menjalin hubungan dengan keluarga Sinaga." Ucap Danora lalu pria itu melangkah pergi bersama istri dan putrinya.


"Kak Loren,, Sampai jumpa lagi!!" Ucap Liana tersenyum melambaikan tangannya ke arah Loren.


Loren melemparkan senyumnya pada Liana lalu melihat perempuan itu menjauh dari ruang makan.

__ADS_1


Vionita yang sedari tadi duduk kini berdiri dengan wajah pucatnya menatap Bian yang masih tinggal.


"Kak Bian,," kata Vionita dengan wajah yang hancur.


Bian menghela nafas, "Maaf, Aku harus pergi sekarang, kita bicarakan masalah ini nanti." Kata Bian sembari melirik ke arah Loren lalu pada Christian sebelum keluar dari kediaman keluarga Sinaga.


Begitu mendengarnya, Vionita langsung dilemas di kursinya sembari menangis dengan keras.


Yohana pun tak kala, perempuan itu memeluk putrinya dan menggertakkan giginya menatap Loren dengan mata merah penuh kemarahan.


"Kau puas sekarang?!! Kau menghancurkan masa depan putriku!!!!" Teriak Yohana penuh amarah.


Loren tidak menanggapi perempuan itu, ia hanya berdiri di sana dan melihat Rama juga berdiri menepuk meja untuk berbicara sesuatu.


"Puas?!! Kau puas karena sudah berhasil membatalkan pernikahan putriku?!!" Teriak Rama pada Loren...

__ADS_1


__ADS_2