
"Oh,, tapi Ransi, Apakah Kak Christian ada di kantornya? Aku ingin menemui nya sebentar sebelum menemui pamanku." Ucap Chataline membuat Ransi yang ada di depannya benar-benar tidak percaya dengan keberanian perempuan itu.
"Ah,, sepertinya Nona Chataline datang di waktu yang tidak tepat. Saat ini Tuan Christian sedang mengadakan rapat tertutup dengan seorang klien." Ucap Ransi sembari tersenyum.
Kemudian, pria itu baru menyadari apa yang baru saja ia katakan.
'Kenapa aku menjelaskan nya kepada perempuan ini? Sangat tidak penting!!' ucapnya dalam hati setelah menyadari apa yang baru saja ia katakan.
"Ah begitu ya. Kalau begitu nanti jika Kak Christian sudah selesai rapat, tolong hubungi aku karena siapa tahu aku masih ada di kantor ini jadi--"
"Baik!!" Sela Ransi yang tidak mau mendengar omong kosong yang terlalu panjang dari mulut Chataline.
Ransi bisa melihat ekspresi kesal Chataline, tetapi pria itu mengabaikannya lalu memperbaiki raut wajahnya melihat Loren.
"Waktu kita tidak banyak, Jadi silakan ikuti saya," ucap Ransi kemudian menunjukkan jalan pada Loren.
"Ah,, Cataline, kalau begitu aku duluan." Ucap Loren segera mengikuti Ransi meninggalkan Chataline yang tampak terpaku di tempatnya.
Setelah dua orang itu menghilang di balik lift khusus yang naik ke lantai tempat Christian dan para sekretarisnya bekerja, Cahtaline langsung menghentakkan kakinya.
"Sial!! Bagaimana bisa seorang asisten rendahan memotong ucapanku seperti itu?!! Tunggu saja nanti, ketika aku sudah menjadi Nyonya Bhaltazar, kau adalah orang pertama yang akan aku pecat dari pekerjaanmu!!!" Kesal Chataline memandangi lift yang telah tertutup.
__ADS_1
Sementara dua orang yang berada dalam lift, keduanya langsung menghela nafas lalu Ransi membungkuk pada Loren.
"Nyonya, saya sangat minta maaf karena tidak bisa mencegah Nona Chataline untuk memanggil Tuhan Christian dengan panggilan yang tidak layak ia sebutkan dari mulut kotornya." Ucap Ransi langsung meminta maaf pada Loren karena dia berpikir perempuan itu mungkin sangat marah setelah mendengar cara Chataline memanggil Christian.
Loren tersenyum lalu menjawab, katanya: "Kau tidak perlu minta maaf, lagi pula aku tidak memasukkan hal itu dalam hati. Oh ya, kau bilang Christian sedang mengikuti rapat penting?"
Ransi langsung berdiri dengan tegap lalu menggelengkan kepalanya, "Tentu saja tidak, Tuan sedang menunggu Nyonya di ruangannya." Ucap Ransi yang kini menyadari bahwa dia sudah terlalu lama meninggalkan Christian untuk menjemput Loren.
'Sial!! Semua ini karena Chataline yang menahan Nyonya,' Ransi yang merasa bahwa sebentar lagi dirinya akan mendapat pekerjaan berat dari Christian sebagai hukuman atas kelalaiannya.
"Ah begitu ya,," Loren berkata dengan wajah yang sangat senang, tidak sabar bertemu dengan Christian untuk makan siang bersama suaminya.
Ting!
Di tempatnya, Ransi mengganggukan kepalanya lalu dengan tubuh tegang melangkah ke ruangannya.
Sementara Loren, perempuan itu memasuki ruang kerja Christian dan melihat tempat itu kosong.
"Suami? Sayang?" Loren memanggil penghuni ruangan itu sembari melangkah menuju meja kerja Christian.
Loren meletakkan paper bag yang ia bawa di atas meja dan berjalan ke arah pintu kamar mandi.
__ADS_1
"Ah!!" Teriak Loren langsung menutup matanya saat melihat pria itu sedang berdiri di depan kloset.
Christian melihat perempuan itu dan hanya bisa tersenyum sembari mempercepat acara buang air kecilnya lalu menghampiri Loren.
"Buka matamu," ucap Christian mendekatkan wajahnya pada Loren.
Loren mengikuti ucapan pria itu lalu dengan hati-hati membuka matanya secara perlahan.
Cup!
Sebuah ciuman mendarat di bibir Loren lalu perempuan itu melihat tangan Christian yang masih basah telulur untuk memeluknya.
"Tunggu!!!" Ucap Loren langsung membuat Christian menghentikan gerakannya sembari memicingkan matanya menatap Loren.
"Kenapa?" Tanya Christian.
"Keringkan dulu tanganmu!!" Perintah Loren.
Christian melihat tangannya yang basah, lalu pria itu bertanya pada Loren, katanya: "Apakah setelah mengeringkan tanganku aku bebas menyentuhmu?"
Pertanyaan Christian tampak biasa-biasa saja, tetapi Loren yang mendengarnya malah mengartikan salah ucapan pria itu.
__ADS_1
'Bebas menyentuhmu?' Loren memikirkan ucapan Christian, dalam sekejap pipinya menjadi merah padam lalu perempuan itu berlari keluar dari kamar mandi.
"Keringkan saja tanganmu!" Kesal Loren pada pria yang terlalu banyak bertanya.