
"Kalian di sini," tiba-tiba suara Abimanyu yang mengejutkan ketiga orang itu.
Christian langsung berbalik menatap Abimanyu.
Tatapan mereka bertemu, 'Christian,, masih ingat masa lalu kita?' Abimanyu tersenyum pada Christian, menunggu reaksi pria itu akan mempermalukan dirinya sendiri.
Tetapi di luar dugaan Abimanyu ketika Christian malah menatapnya sambil tersenyum tipis, "Kakak, akhirnya kita bertemu lagi," ucap Christian.
Abimanyu terpaku beberapa saat dengan rasa tak percayanya melihat reaksi Christian.
'Sial!!! Bagaimana bisa dia tetap tenang? Lalu Kakak?!!! Panggilan itu........' Abimanyu menggertakkan giginya.
"Jadi kau masih tahu kalau aku ini kakakmu? Ha ha ha... bagus sekali, kalau begitu kau juga masih ingat bagaimana orang tua kita meninggal?" Tanya Abimanyu berusaha mengingatkan Christian tentang masa lalu mereka.
Masa lalu ketika Christian akan di jodohkan dengan Kinkan, tapi karena pria itu menolak, matanya jadi tertutup, lalu membunuh orang tua mereka.
Langsung saja wajah Christian menggelap dan tubuh pria itu menegang, ia hendak bertindak marah ketika sebuah tangan kecil menekan dadanya.
"Sayang, jadi kau masih punya kakak? Mengapa tidak mengenalkannya padaku?" Tanya Loren sambil mendongak dengan mata berbinar menatap suaminya.
__ADS_1
Tingkah Loren langsung menyadarkan pria itu hingga ketegangan pada tubuh Christian langsung lenyap di ganti kehangatan.
"Ya, dia kakakku, kakak yang tak tertulis dalam wasiat hingga dia--"
"Diam!!" Langsung sela Abimanyu kini merasa geram pada Christian.
Bentakan Abimanyu langsung membuat Christian merasa senang lalu menatap Abimanyu, "oh, sepertinya aku sudah salah. Lalu begitu, perkenalkan ini Loren, istriku," ucap Christian dengan penuh percaya diri memperkenalkan istrinya.
Abimanyu menatap Loren beberapa detik, 'sepertinya Christian sungguh mencintainya,' ucapnya dalam hati memikirkan sesuatu yang sangat baik dalam hatinya.
"Sayang, sebaiknya kita ke sana," tiba-tiba ucap Christian saat melihat bagaimana Abimanyu begitu terpaku pada istrinya.
"Ah,, baik," jawab Loren tersenyum mengikuti langkah Christian.
Abimanyu memperhatikan kepergian dua orang itu, 'Christian,,, kau sudah berubah rupanya!!!'
"Tuan," tiba-tiba suara Zilo menarik Abimanyu dari lamunannya.
"Ada apa?!!" Tanya Abimanyu yang masih berada dalam suasana hati yang buruk.
__ADS_1
"Di depan perusahaan ada kekacauan," ucap Zilo mengejutkan Abimanyu.
"Apa maksudmu?!!" Tanya Abimanyu langsung menatap Zilo.
"Beberapa orang menyerang pengawal kita hingga terjadi perkelahian," ucap Zilo.
"Apa?!!" Abimanyu langsung menatap ke arah perginya Christian, lalu Christian dan istrinya telah hilang, bahkan Gerson pun telah menghilang.
"Sial!!!" Geram Abimanyu kini mengerti bahwa waktu beberapa menit ketika dia berbincang dengan Christian telah digunakan pria itu untuk menyusun rencana.
"Tutup semua gedung dan jangan ijinkan satupun orang keluar dari tempat ini tanpa ada pemeriksaan. Panggil juga semua orang-orang kita untuk mengatasi kerusuhan di depan perusahaan!!!" Perintah Abimanyu sembari berjalan meninggalkan tempat itu untuk mencari keberadaan Christian.
Tetapi pria itu tidak pernah menyangka bahwa Christian malah menggunakan fasilitas perusahaan Abimanyu untuk melarikan diri dengan menggunakan helikopter yang mendarat di puncak gunung perusahaan tersebut.
Jadi, baru saja Abimanyu hendak memasuki lift ketika ponselnya berdering, "Tuan, sebuah helikopter mendarat di atas puncak gedung dan telah pergi yang beberapa detik yang lalu. Helikopter itu mem--"
"Sialan!! Kenapa tidak menutup pintu atap?!!!" Teriak abimanyu langsung melemparkan ponselnya ke lantai karena dia merasa sangat kesal.
'Christian,, kali ini kau lolos, tetapi lain kali, akan kupastikan kau maupun istrimu tidak akan pernah lepas dari tanganku!!!' geram Abimanyu penuh amarah.
__ADS_1