Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
s2.139. Kegelian di pagi hari


__ADS_3

Pada pagi harinya, Loren bangun sangat cepat, karena perempuan itu belum selesai membuka seluruh hadiah yang telah Ia kerjakan kemarin malam.


Begitu membuka matanya, didapatinya ikan hiu yang kemarin ia peluk dalam tidurnya sudah terlempar di lantai hingga berada di dekat pintu keluar dari kamar.


"Uh,, hiu!!" Ucap perempuan itu hendak mengambil hiunya ketika dia menyadari sebuah lengan kekar sedang memeluknya dengan erat.


Christian yang berada di belakang Loren menarik perempuan itu kembali masuk ke dalam pelukannya.


"Kau baru bangun dan bukannya mencari suamimu, malah lebih mendahulukan bantal ikan itu?" Kesal Christian membuat Loren langsung berbalik menatap pria itu.


"Ya!!!" Gerutu Loren memukul pelan dada suaminya lalu perempuan itu menghembuskan nafasnya dengan kasar sembari mendaratkan sebuah ciuman di bibir suaminya.


Cup!!


Ketika Loren berpikir itu hanya ciuman singkat di pagi hari untuk merayu suaminya, dia malah terkejut ketika tangan Christian dengan cepat memegangi kepalanya dan menahan kepalanya agar tidak dimundurkan lagi.


Setelah itu, Christian memajukan kepalanya mendekati Loren dan menciumi bibir perempuan itu dengan lembut.

__ADS_1


Awalnya ciuman itu hanya lembut di bibir Loren saja tetapi kemudian dia merasakan lidah pria itu mulai menerobos masuk ke bibirnya.


"Hmm!!" Loren meringkuk merasakan tubuhnya menegang, karena sejak masa kehamilannya perempuan itu cepat sekali marah, namun cepat juga basah ketika sudah disentuh oleh suaminya.


Maka dengan pasrah Loren membuka mulutnya dan membiarkan Christian mengabsen seluruh isi mulutnya hingga pria itu memainkan manja lidahnya dengan lembut.


"Ng!!" Loren tersentak kaget ketika tangannya Christian yang dingin dengan cepat menyelinap masuk ke dalam gaun tidurnya.


Tetapi setelah beberapa saat, perempuan itu sudah menikmati sentuhan tangan Christian dan tenggelam dalam irama permainan yang diciptakan oleh Cristian.


"Hsh,,,. Hmmm!!!" Loren yang kini berada di bawah kini mengaitkan kakinya dengan erat di pinggang suaminya sembari menikmati deretan ciuman yang didaratkan Christian di dadanya.


Cup cup cup...


Christian dengan hati-hati menciumi istrinya, sebab dia takut melukai perempuan yang sedang hamil itu, bahkan tangannya tidak berani meramas milik perempuan itu sebab dia menggunakan kedua tangannya sebagai tumpuan agar dia tidak menindih istrinya.


Sementara Loren, perempuan itu merasa tidak puas karena Christian begitu jauh darinya jadi dia menarik pria itu dari atas agar kulit mereka bisa bersentuhan dengan hangat.

__ADS_1


"Sayang,, dekat-dekat!!!" Ucap Loren dengan suara yang berat sembari mata perempuan itu terpejam menikmati desiran hati dan darahnya yang dipermainkan oleh Christian.


Christian tersenyum senang dengan kelakuan istrinya jadi dia dengan hati-hati menurunkan sedikit tubuhnya hingga kulit mereka bersentuhan dia tetap tidak berani membebankan tubuhnya pada tubuh istrinya.


Ciuman Christian yang terus berada di dada kini telah diturunkan perlahan-lahan ke bawah perut menuju pusar hingga menggelitik Loren.


"Ahh,, geli!!!" Loren dengan gelisah menggerakkan tubuhnya karena dia merasa geli dengan lidah suaminya yang meninggalkan jejak ciuman di kulit perutnya.


Namun, gerutuan Loren tentang rasa geli perempuan itu tidak mampu menghentikan Christian, pria itu dengan terus menerus menciumnya sampai beberapa menit lalu turun ke bawah.


"Ahhh.... Sayang!!!" Loren menjerit keras ketika dia merasakan kebasahannya bercampur dengan air liur suaminya.


Hangatnya hembusan nafas suaminya dan ciuman yang lembut dan manja membuat Loren menggelinjang hebat dengan tangan perempuan itu menjambak rambut suaminya, serta pinggulnya digerakkan ke sana kemari.


"Ah aha ah....."


"Ng!!!"

__ADS_1


__ADS_2