
"Oya, tadi aku sudah melihat desain yang kalian berikan pada Kak Vionita, desain kalian semuanya bagus-bagus." Ucap Merlin mengalihkan pembicaraan.
"Benarkah?? Lalu apa kata Kak Vionita?" Tanya Dian bersemangat diikuti yang lainnya juga ikut melihat ke arah Merlin untuk menantikan jawaban Merlin.
"Mm, ya, katanya ada banyak desain yang bisa ia pilih." Jawab Merlin.
"Benarkah??" Semua orang yang duduk di meja itu langsung bertanya serempak saking tak percayanya mereka dengan ucapan Merlin.
Selama ini mereka bekerja di IDN, tetapi hanya beberapa desain mereka yang kemudian dimasukkan dalam koleksi mingguan IDN, sisanya adalah milik Vionita.
"Ya, tapi,, Aku ingin bertanya sesuatu, Apakah ada desain di antara kalian yang biasanya diakui Kak Vionita menjadi desainnya?" Tanya Merlin yang merasa curiga sebab dia tidak pernah melihat Vionita mendesign tetapi setiap kali mereka meluncurkan koleksi brand mereka, maka desain atas nama Vionitalah yang paling banyak di sana.
"Eh? Ha ha ha," Tara tertawa, "Mana mungkin begitu? Semua yang disebutkan sebagai desain milik Kak Vionita tentu saja memiliki Kak Vionita, mana mungkin Itu adalah desain kami?" Ucapnya.
"Benarkah? Mungkinkah aku salah menebak?" Merlin berkata dengan bingung.
"Memangnya kenapa?" Tanya Dian.
"Ahh, bukan apa-apa," ucap Merlin yang tentunya tidak mau mengatakan yang ada di hatinya.
Mungkin saja Vionita memang mendesain ketika di rumah dan hanya datang ke kantor untuk mengawasi pekerjaan.
"Ahhh,,, begitu, tapi Kak Vionita itu memang desainer yang sangat hebat, dia selalu menciptakan karya-karya yang bisa meledak di pasaran. Kak Vionita itu seperti dewi yang bisa membaca pikiran semua orang tentang model bagaimana lagi yang akan disukai oleh banyak orang." Ucap Dian memuji Vionita dengan kekaguman memenuhi suara dan wajahnya.
"Iya,, Tapi sayangnya beberapa orang memanfaatkan keahlian Kak Vionita, seperti LC yang memiliki seorang desainer menjijikan! Berani sekali dia melakukan plagiat pada karya milik Kak Vionita!!" Kata Tara sembari menggertakkan giginya merasa kesal dengan berita yang baru-baru viral.
"Uh,, benar!! Mengesalkan sekali! Memangnya mereka pikir mencari ide untuk sebuah mode itu gampang apa? Seenak jidat langsung menjiplak karya orang lain! Dasar tak berpendidikan!!" Feni juga ikut menyatakan pendapatnya diikuti yang lainnya.
__ADS_1
Merlin mendengarkan semuanya satu persatu dan diam-diam dalam hatinya Ia juga merasa kesal tetapi ia juga merasa aneh dengan Vionita sebab ia tidak pernah melihat Vionita memegang pensil dan kertas untuk mendesain.
'Mungkin hanya perasaanku saja,' pikir Merlin akhirnya berusaha untuk tidak memikirkan hal tersebut lagi.
...
Kantor LC.
Jam pulang kerja hampir tiba, tetapi orang yang menyerahkan desain nya hanya lah Gio, sementara anggota tim desain lainnya semuanya hanya tertidur di meja kerja mereka.
Tidak ada satupun perempuan di antara tim desain yang menghargai Loren jadi Loren hanya menghela nafas dan tertunduk melihat karya yang diberikan oleh Gio.
"Kak Loren," Gio tiba-tiba memanggil Loren saat perempuan itu sedang menilai karya karya di depannya.
Loren mengangkat wajahnya, "Ada apa?" Tanyanya.
"Uh,, Kak Loren sebaiknya bertindak tegas, kalau mereka terus bermalas-malasan seperti ini maka aku takut kalau Tuan Andreas mungkin akan memarahi Kak Loren sebab tidak bisa mengontrol anggota Kak Loren." Ucap Gio yang merasa cemas sebab mereka memiliki banyak sekali pekerjaan tetapi semua anggota mereka malah bersikap seperti ini.
"Ahh, begitu," Gio menjawab seadanya saja sebab dalam hatinya Dia sangat tidak setuju dengan apa yang dikatakan Loren.
Kalau dia yang menjadi pemimpin maka dia akan memukul satu persatu perempuan itu supaya mereka semua sadar bahwa apa yang mereka lakukan sekarang adalah sebuah kesalahan fatal!!!
Sangat tidak menghargai pimpinan mereka!!
'Hah,, Sepertinya aku sudah menemukan orang yang tepat untuk menggantikan ku. Tapi melihat mereka semua, aku memang sedikit kesal, Mengapa mereka tidak mempercayai ku?' pikir Loren menghela nafas lalu kembali tertunduk melihat pekerjaannya yang masih menumpuk di meja.
Setelah mengerjakan pekerjaannya beberapa waktu lagi akhirnya jam pulang kantor tiba juga, Loren membereskan seluruh pekerjaannya lalu berdiri menatap semua orang yang bahkan lupa mengecek jam.
__ADS_1
"Sudah jam pulang kantor, aku duluan." Katanya langsung mengagetkan semua orang.
Tentu saja ucapan 'Jam pulang Kantor,' adalah ucapan yang menarik perhatian mereka jadi semuanya langsung membereskan meja nya dan mengikuti Loren yang sudah berjalan keluar.
Namun mereka terkejut ketika Gio malah menghentikan mereka sembari menahan pintu setelah Loren keluar dari ruangan.
"Apa yang kau lakukan?!!" Tanya Rika dengan suara ketusnya, sepanjang hari dia sudah menahan emosinya, berusaha untuk tidur agar tidak meluapkan emosinya.
Tapi sekarang, pria di depannya ini,,, apakah sedang memancing emosinya untuk diledakkan?!!
Gio menatap kelima perempuan di depannya, "Aku tahu Kak Loren tidak pernah memarahi kalian saat kalian bersikap malas untuk mengerjakan pekerjaan. Tapi hari ini kalian sudah keterlaluan, bagaimana bisa sepanjang hari ini kalian terus tertidur di depan Kak Loren yang sedang bekerja? Apakah profesionalisme kalian dalam bekerja sedang tertinggal di rumah kalian?!" Ucap Gio mengagetkan semua orang.
Gio adalah satu-satunya lelaki di antara tim mereka, tetapi pria itu tidak pernah menegur mereka.
Tapi sekarang...?
"Tahu apa kau?!! Sebentar lagi perusahaan ini tutup jadi sia-sia saja bekerja terlalu keras!! Pokonya minggir dari jalan ku dan biarkan aku lewat!!" Ucap Mia memandang kesal pada Gio.
Dia sudah sangat senang karena sebentar lagi dia akan bergabung dengan tim Vionita!! Tapi pria ini,, berani-beraninya dia menindas calon desainer IDN!!!
"Mia benar, kita belum tahu nasib perusahaan, dan kemungkinan besarnya perusahaan ini akan tutup jadi tidak perlu membuat keributan sebelum kita semua dipecat dari tempat ini!" Ucap Megi menghela nafas.
"Hmm,, meski sebelumnya sebelumnya aku selalu mempercayakan Loren, tapi kali ini aku benar-benar tidak bisa menahan nya. Sebaiknya kau berhenti membela Kak Loren dan sekarang pulang saja ke rumah persiapkan surat lamaran kerja ke perusahaan lain. Kau mungkin membutuhkannya dalam beberapa hari ke depan." Ucap Siren menatap acuh tak acuh pada Gio.
Dia memperhatikan dua perempuan yang masih tersisa, belum berbicara, tetapi melihatnya, dia sudah bisa menebak kalau dua perempuan itu memiliki pemikiran yang sama dengan 3 perempuan lainnya, jadi dia segera menghela nafas.
"Kalian akan menyesal atas apa yang kalian katakan dan lakukan hari ini." Ucap Gio berbalik membuka pintu dan meninggalkan kelima perempuan yang memandangnya dengan tatapan kesal.
__ADS_1
Dia sudah memperingatkan mereka semua, tetapi karena mereka tidak mendengarkannya, maka biarkan saja,, lagipula bukan dia yang akan menyesal kalau seandainya nanti kebenaran terungkap.