
Loren berdiri di balkon memandangi bangunan kota yang terlihat gemerlap karena lampu lampu yang dinyalakan di mana-mana.
Meski perempuan itu terlihat mengagumi pemandangan malam, namun Sebenarnya dia tidak terlalu fokus pada pemandangannya sebab pikirannya sedang kacau.
'Dia pasti sudah sangat merendahkanku karena kemarin dia sudah menyuruhku untuk pergi, tapi sekarang aku masih tetap mengikutinya seperti ini. Tapi apa yang bisa kulakukan? Aku harus tetap berada di sisi-nya dan berusaha menepati janjiku pada Kak Marissa. Tapi kemarin itu,,,' Loren mengepal kuat tangannya dan menggertakan giginya.
Menurutnya, Christian sudah benar-benar keterlaluan hanya menganggapnya sebagai barang yang tidak penting di kediamannya yang bisa diperlakukan sesuka hati.
"Astaga...!! Tapi semua orang bilang Kalau dia orang yang sangat mencintai kebersihan, tapi kenapa dia mencium seorang gelandangan?!" Kesal Loren.
"Siapa yang mencium gelandangan?" Tiba-tiba suara seorang pria mengejutkan Loren hingga perempuan itu berbalik dan melihat Wilson berjalan ke arahnya.
'Pria ini lagi, kemarin aku sudah dilarang untuk berdekatan dengannya.' pikir Loren dalam hati lalu kembali berbalik seolah mengabaikan pria itu, tapi ternyata Wilson malah mendekatinya dan berdiri di sampingnya.
__ADS_1
"Sepertinya kau sedang jatuh cinta tapi cintamu bertepuk sebelah tangan karena adanya orang Ketiga." Kata Wilson memandangi pemandangan kota.
'Hah,, lagi-lagi dia berbicara seenaknya. Siapa juga yang mencintai si Christian monyet jelek itu?!' Geram Loren dalam hati.
"Tuan ini memang selalu menembak, tapi sayangnya semua tebakan Tuan itu salah!" Kata Loren melangkah ke samping sebanyak 2 kali untuk menjaga jarak dari Wilson.
Wilson akhirnya melirik kearah Loren dan memperhatikan perempuan yang menjauh darinya.
"Apa seseorang menceritakan sesuatu yang jelek padamu?" Tanyanya.
"Ya,, sepertinya memang ada yang menceritakan sesuatu padamu. Apa yang diceritakan?" Tanya Wilson.
Loren menghela nafas kesal, tidak ada yang menceritakan apa-apa padanya, dia hanya dilarang saja bertemu dengan pria itu.
__ADS_1
Diamnya Loren semakin membuat Wilson penasaran tentang Loren. Jika designer Vionita saja sangat tertarik pada Loren maka tentulah ada sesuatu yang spesial pada Loren.
"Baiklah. Aku tidak akan memaksamu. Tapi kau harus tahu, aku adalah orang yang pandai menyelesaikan masalah terutama masalah percintaan. Coba ceritakan padaku masalahmu dan aku akan membantumu." Kata Wilson bersikap dengan santai tanpa ada niat untuk kembali mendekati Loren supaya perempuan itu tidak waspada.
Loren mendengarkan ucapan Wilson dan kembali berpikir dalam hati 'Aku tidak perlu menceritakan apapun padanya, tapi kalau aku menyamarkan ceritanya Dia mungkin tidak akan mengetahui apapun dan hanya akan memberikan solusi padaku. Lagipula Wilson ini terlihat seperti orang baik, tutur katanya sopan dan dia juga tidak memaksakan kehendaknya.'
"Sebenarnya aku memiliki seorang teman perempuan. Dia baru saja dicium oleh seorang lelaki yang sangat kaya raya dan memiliki status sosial yang tinggi. Tapi setelah berciuman, lelaki itu menjadi marah dan menghina sang perempuan, menurutmu kenapa lelaki itu menghina perempuan yang baru saja ia cium?" Tanya Loren.
'Ternyata perempuan ini mudah sekali dipengaruhi, tapi apa yang membuat Desainer Vionita sangat memperhatikannya?' Pikir Wilson yang merasa aneh.
@Interaksi
__ADS_1
Biar gila yang penting gilanya itu tergila-gila sama kamu ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤ Jangan besar kepala, ini gombalan buaya...!