
Setelah acara pernikahan yang digelar selama 7 hari, Loren dan Christian masih menghabiskan waktunya 7 hari di istana Lorensia.
Sepanjang saat itu, sedetik pun Christian tidak pernah meninggalkan istrinya, kecuali ketika pria itu benar-benar memiliki hal mendesak yang tidak bisa ditinggalkan.
"Sayang, kapanlagi kita akan datang ke pulau ini?" Tanya Loren saat mereka sudah berjalan ke atas mobil untuk meninggalkan istana Lorensia.
"Hm,,, kapanpun istriku mau jalan-jalan ke mari. Tapi selain itu, kita juga harus melihat kesehatanmu dan juga calon anak kita yang ada di kandunganmu." Kata Christian dengan satu tangan mengusap perut datar istrinya.
"Baguslah," ucap Loren mengulurkan tangannya memegang tangan suaminya yang sudah sepanjang waktu terus berada di perutnya, pria itu seakan tidak pernah bosan menyapa bayi mereka yang masih berada di dalam kandungan Loren.
"Kalau begitu, ayo pergi," ucap Christian lalu mereka menaiki mobil yang akan mengantar mereka ke belakang istana di mana bandara berada.
Begitu tiba di bandara, mereka menaiki pesawat pribadi yang kemudian mengantar mereka kembali ke ibukota.
__ADS_1
Di bandara ibukota, semua orang yang menunggu kepulangan Christian dan Loren sudah menunggu sejak 7 hari yang lalu, mereka ingin mewawancarai kedua orang itu.
"Apakah kau yakin mereka berdua akan tiba di bandara ini?" Salah satu wartawan bertanya kepada yang lainnya saat dia sudah bosan menunggu.
"Hm!! Ini adalah bandar udara terbesar di ibukota. Kalaupun mereka tiba di bandara yang lainnya, aku yakin teman-teman kita di sana juga akan meliput mereka, jadi kita harus membagi tugas agar tidak ketinggalan." Jawab seorang wartawan yang sedang mengelap lensa kamera nya.
Keduanya terus berbincang-bincang sampai ketika salah seorang yang bertugas di bandara menghampiri para wartawan.
"Tuan!!" Seluruh wartawan langsung menyerbu pria itu karena mereka berharap bisa mendapatkan informasi dari pria tersebut.
"Lalu,, apakah Tuan tahu di mana letak kediaman Christian Bhaltazar?" Salah satu wartawan bertanya.
"Siapa yang tahu? Tuan Bhaltazar adalah orang berkedudukan tinggi di negara ini. Tidak mungkin orang biasa sepertiku mengetahui informasi pribadinya." Ucap sang petugas bandara langsung membuat para wartawan semakin kecewa dan hanya bisa membereskan barang-barang mereka untuk meninggalkan bandara.
__ADS_1
Sementara itu, Loren dan Christian yang berada di helikopter sedang menikmati pemandangan ibukota.
"Sayang, aku dengar ada banyak wartawan di bandara yang menunggu kedatangan kita. Mereka pasti sangat kecewa saat mengetahui kita telah meninggalkan bandara menggunakan helikopter." Ucap Loren yang merasa kasihan pada para wartawan yang diberitakan sudah 7 hari 7 malam menunggu mereka di bandara.
Christian yang duduk memangku istrinya hanya bisa menghela nafas mendengar ucapan Loren, 'istriku ini sangat mengkhawatirkan perasaan para wartawan. Tapi apakah dia tidak khawatir kalau kami menemui pada wartawan itu, maka bisa saja dia dan bayi kami terluka, karena wartawan yang berdesak desakan,' pikir Christian dalam hati.
"Bagaimana kalau aku mengundang salah satu wartawan dari kantor berita nasional? Jadi dia bisa mewawancarai kita tanpa harus membuat keributan dan mengganggu aktivitas umum. Bagaimana menurutmu?" Tanya Christian langsung membuat Loren berpikir sejenak.
Setelah beberapa saat, perempuan itu menganggukkan kepalanya, "baiklah,, aku juga ingin mengumumkan kehamilan ku. Berharap ada banyak orang yang mendoakan anak kita supaya anak kita bisa tumbuh dengan sehat." Ucap Loren sembari mengusap perut datarnya.
@Interaksi
__ADS_1
santai ajah,, udh biasa orang salah ngomong kalo berhadapan sama otor, pada semangat semua berhadapan sama orang paling keren sejagat novel!!! 😎😎😎