
Di dalam mobil dalam perjalanan menuju rumah sakit.
"Apakah anakku ada di dalam sini?" Christian membungkuk menempelkan telinganya di perut istrinya yang sedang duduk di sampingnya.
Loren memutar bola matanya lalu dengan satu tangan ia menarik rambut Christian agar pria itu berhenti melakukan hal konyol yang tidak masuk akal.
"Berhentilah," ucapnya menghela nafas.
"Apa maksudmu? Apakah kau tidak senang kalau kita memiliki bayi di dalam sini?" Tanya Christian sembari mengusap lembut perut Loren sebab dia takut jika anaknya mungkin akan terkejut di dalam perut perempuan itu.
Sekali lagi, Loren menghela nafas lalu dia menarik tangan Christian dan berpindah duduk ke pangkuan pria itu.
Loren memeluk suaminya dengan erat lalu menyembunyikan kepalanya dilakukan leher suaminya.
"Keberadaan bayinya belum pasti, jadi kau tidak boleh terlalu senang begini." Ucap Loren yang tidak mau jika suaminya kecewa, karena bagaimanapun, beberapa waktu yang lalu dia masih mengalami menstruasi.
Cuma, dia tidak mau membantah pria itu sebab dia tahu kalau mereka akan berdebat saat dia menolak pergi ke rumah sakit.
"Aku tidak perduli." Ucap Christian kembali meraba perut Loren.
"Ya sudah, tapi jangan terlalu kecewa jika nanti hasilnya tidak sesuai yang kita harapkan. Bagaimanapun, beberapa hari yang lalu aku masih datang bulan. Jadi--"
"Kau datang bulan?" Christian langsung memegang dagu Loren lalu membuat perempuan itu menatap ke arahnya.
"Ya,, beberapa hari yang lalu." Ucap Loren.
__ADS_1
Mendengar itu, wajah Christian menjadi senduh lalu pria itu menghela nafas dan mengalihkan pandangannya dari Loren.
"Baiklah, kalau begitu kita tidak usah ke rumah sakit." Ucap Christian menghela nafas lemah.
"Jangan terlalu sedih, lagi pula pernikahan kita baru satu bulan, masih ada banyak waktu." Ucap Loren mengelus pipi suaminya.
"Maksudmu ada banyak waktu untuk kita melakukan apa?" Christian kembali menatap Loren sembari mendekatkan wajahnya membiarkan hidungnya bertemu hidung Loren.
"Eh?" Loren merasakan pria itu memiliki maksud yang lain, jadi dia berusaha menjauhkan kepalanya, namun tangan Christian langsung menahan belakang kepalanya.
"Tidak apa, meski kau tidak bisa menjawabnya dengan kata-kata, tapi kau bisa menjawabnya dengan tindakanmu." Ucap Christian langsung membungkam bibir Loren dan menyelipkan lidahnya di antara bibir atas dan bibir bawah Loren.
"Hmm,,," Christian menatap erat mata istrinya saat perempuan itu mengatup erat-erat giginya.
'Hah,, dasar suami!!' Loren merasa kesal, namun dia tetap membuka mulutnya lalu membalas ciuman suaminya.
Keduanya terus larut dalam permainan mereka hingga mobil tiba di kantor LC.
"Mmmm!!" Loren langsung mendorong suaminya lalu perempuan itu turun dari pangkuan Christian sembari memperbaiki pakaiannya yang sudah kusut sana-sini.
Sang sopir yang sedari tadi berusaha menahan diri akhirnya bisa bernafas lega saat ia membuka pintu dan keluar mencari udara segar.
"Biar ku bantu, ucap Christian mengulurkan tangannya masuk ke blus Loren untuk mengaitkan kembali tali BH Loren.
"Lain kali jangan melakukannya sampai keterlaluan seperti ini!!!" Loren menggerutu sembari melihat keluar, di mana sang sopir berdiri dengan tegap membelakangi mereka dengan pipi yang tampak merah padam.
__ADS_1
"Maksudmu, aku tidak boleh berlebihan saat ada orang?" Tanya Christian sengaja berlambat-lambat membantu Loren mengaitkan tali bh-nya.
"Tentu saja!!" Jawab Loren dengan kesal sembari memukul pelan paha Christian.
Mendengar jawaban istrinya, Christian merasa sangat senang, pria itu tidak jadi mengaitkan BH istrinya dan malah kembali memeluk Loren.
Christian menciumi leher jenjang istrinya sembari membiarkan tangannya berkelana di balik pakaian Loren.
Loren menjadi sangat panik, "Apa yang kau lakukan?!!" Bentak Loren sembari berusaha lepas dari pelukan suaminya.
"Katanya tidak boleh melakukannya saat ada orang, dan sekarang kita hanya berdua. Jadi, aku sudah bisa melakukan nya." Ucap Christian dengan satu dorongan membaringkan Loren di jok mobil.
"Mmhhh!!!" Loren mendesah meremas pakaian Christian saat pria itu tak bisa lagi dicegah untuk membuka pakaiannya.
"Ngghh ah..."
"Huh huh huh...."
Sang supir yang berdiri tak jauh dari mobil merasakan kupingnya seperti terbakar api saat ia mendengar suara aneh dari dalam mobil.
Ia pun merasakan mobil yang ada di belakangnya tampak bergoyang.
Pria itu dengan cepat menjauh dari mobil, meninggalkan dua orang yang sementara menikmati alur permainan mereka.
"Ah ah ah..."
__ADS_1
"Enak sayang?"
"Mm... Ha,, ahh..."