Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
S2 #3. Panggilan yang tak pantas


__ADS_3

Setelah menghabiskan 3 hari terus terkurung di rumah, akhirnya dua pengantin baru kini keluar dari rumah dan mulai menjalankan aktivitas mereka masing-masing.


Loren kembali bekerja di perusahaan LC dan bertemu dengan para anggota tim desain yang menyambutnya dengan heboh.


Saat siang hari, Loren dipanggil Andreas ke kantor pria itu lalu diberi sebuah pekerjaan untuk mendesain pakaian seorang artis bernama Marina.


Marina adalah artis baru yang naik daun, ia berasal dari agensi CB yang dinaungi oleh CB group yang merupakan perusahaan Christian Bhaltazar.


"Baiklah,, jadi aku harus menemuinya hari ini?" Loren mengangguk-ngangguk membaca berkas di tangannya.


"Ya, di sana kau juga akan bertemu dengan Chataline yang merupakan senior dari Marina. Sekalian Kau bisa membicarakan masalah gaun yang akan ia kenakan di acara ulang tahun Agensi CB." Ucap Andreas mengingatkan Loren.


"Aku mengerti," Loren segera berdiri lalu meninggalkan ruangan Andreas untuk mempersiapkan dirinya menemui dua artis kenamaan dari Agensi CB.


Karena pertemuan itu sore hari, maka pada jam makan siang Loren membawa bekal ke kantor Christian untuk makan bersama pria itu.


Namun begitu tiba dan turun dari taksi, dia sangat terkejut saat sebuah mobil lain berhenti di depannya.

__ADS_1


"Loren!!" Seru seorang perempuan yang membuka jendela mobil.


"Oh, hi!!" Ucap Loren sambil menatap perempuan yang kini membuka pintu mobil lalu berjalan mendekatinya.


"Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Chataline.


"Ah,, salah satu klienku bekerja di sini, jadi aku hendak menemuinya." Jawab Loren melemparkan senyumnya ke arah Chataline.


"Oh ya? Aku juga datang kemari karena ingin menemui pamanku yang bekerja di sini, kami hendak makan siang bersama. Tapi ngomong-ngomong, siapa orang di kantor ini yang menjadi klien mu?" Tanya Chataline membuat Loren terdiam.


Dia tidak mengenal siapapun di kantor itu selain Christian, lalu sekarang, dia tidak mungkin bisa mengelak.


Untungnya, ketika dia masih dalam keadaan cemas, seorang pria tiba-tiba saja muncul memanggil namanya.


"Nona Loren," Ransi keluar dari lift sembari tersenyum menghampiri Chataline dan Loren.


"Ah,, tuan Ransi!" Chataline merasa sangat senang melihat asisten pribadi Christian berada di situ.

__ADS_1


"Halo," ucap Ransi sembari melemparkan senyum tipisnya ke arah Cahtaline lalu menatap Loren.


"Saya sudah menunggu Nona Loren," Saya turun ke sini karena berpikir Nona mungkin kebingungan karena baru pertama kali datang ke sini." Ucap Ransi mengarang cerita.


Cahtaline langsung memicingkan matanya menatap Ransi lalu perempuan itu dengan hati-hati bertanya, katanya: "Apakah orang yang menjadi klien Nona Loren untuk mendesain pakaiannya adalah Kak Christian?"


Ransi yang mendengar cara Chataline memanggil Christian hampir saja membuka mulutnya dan ternganga di depan perempuan itu.


Di dunia ini, yang bisa memanggil Christian dengan panggilan di luar panggilan Tuan hanyalah Loren.


Tetapi perempuan di depannya ini,,, berani sekali!!!!


"Eh,, bukan!! Mana mungkin Tuan Christian mau menggunakan jasa desainer kecil seperti saya? Tuan Ransi lah yang meminta saya untuk mendesain pakaiannya dan beberapa rekan kerjanya." Ucap Loren sembari menatap Ramsi memberi tatapan pada pria itu agar mengikuti rencananya.


Ransi menangkap kode dari Loren dengan sangat baik, meski saat ini dia masih tidak percaya dengan cara Chataline memanggil Christian.


"Ah,,, ya,, saya dan beberapa rekan kerja memanggil Nona Loren untuk mendesain pakaian kami." Ucap Ransi.

__ADS_1


"Oh,, tapi Ransi, Apakah Kak Christian ada di kantornya? Aku ingin menemuinya sebentar sebelum menemui pamanku." Ucap Chataline membuat Ransi yang ada di depannya benar-benar tidak percaya dengan keberanian perempuan itu.


__ADS_2